Author: IHAN NURDIN

Tragedi Kapal Karam, Wakil PM Malaysia; Jangan Hanya Berpikir Uang Ringgit

Tragedi Kapal Karam, Wakil PM Malaysia; Jangan Hanya Berpikir Uang Ringgit

KUALA LUMPUR – Pihak otoritas Malaysia untuk sementara akan menahan 19 WNI yang selamat dari kapal karam selama 14 hari mendatang untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka ditahan di kantor operasi Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM).

Sebagaimana diberitakan media lokal Malaysia, Harian Metro, Jumat, 4 September 2015, perintahan penahanan tersebut dikeluarkan oleh pejabat terkait Masjitret Shah Pahlawan Abdul Halim.

Ke-19 WNI tersebut terdiri dari 18 pria dan satu wanita, mereka akan diperiksa terkait Pasal 5 (2) Akta Imigrasi 1959/63 karena masuk dan keluar dari Malaysia secara ilegal. Selain itu penyelidikan juga akan dilakukan terkait Pasal 26J UU Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migram 2007.

“Semua yang ditahan kini ditempatkan di kantor operasi APMM Daerah Maritim Klang untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Abdul Halim seperti dilansir Harian Metro.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, turut memberikan komentarnya atas kejadian ini. Ia mengatakan pihak-pihak yang telah ‘mengorbankan’ Pekerja Asing dan Imigran Ilegal (PATI) sehingga menjadi korban kapal karam tersebut harus mendapatkan tindakan keras.

Seperti diberitakan harian Bernama, penindakan itu diambil terkait undang-undang antiperdagangan manusia dan penyelundupan imigran (Atipsom) yang memberikan hukuman berat.

“Saya harap mereka tahu bahwa Atipsom diberlakukan beberapa waktu yang lalu. Pihak APMM (Badan Penegakan Maritim Malaysia) dan PDRM (Polis Diraja Malaysia akan melakukan penyelidikan untuk memperoleh informasi berkenaan dan saya ingin memberitahu mereka yang telah ‘memangsakan’ PATI ini bahwa tindakan undang- undang di bawah Atipsom adalah berat, ” katanya, Jumat, 4 September 2015.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers setelah meninjau operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal karam di Dermaga Hutan Melintang hari ini.

Ahmad Zahid juga meminta berbagai pihak agar menghentikan kegiatan penyelundupan PATI ke negara itu tanpa memikirkan aspek keamanan.

“Jangan hanya berpikir uang ringgit, pikir nyawa manusia … saya minta mereka hentikan semua perencanaan mereka ini,” katanya.[]

Foto: Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi @thestar.com.my

Aceh Library Consultant; Komunitas Pelopor Pustaka ‘Modern’ di Aceh

Aceh Library Consultant; Komunitas Pelopor Pustaka ‘Modern’ di Aceh

BERAWAL dari keinginan agar bisa terus bersama, alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry akhirnya sepakat membentuk Aceh Library Consultant di pengujung masa studi mereka pada 2014 lalu. Aceh Library Consultas atau ALC merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi dan perpustakaan.

Komunitas ini resmi lahir ke dunia pada 28 Agustus 2014 lalu diprakarsi tiga mantan aktivis kampus UIN Ar-Raniry yaitu Arkin, T. Ade Vidyan Maqfirah dan Syahril Azmi. Kini mereka bertiga telah menambahkan gelar S. IP atau Sarjana Ilmu Perpustakaan di belakang namanya.

“Saat ini usia ALC sudah genap satu tahun,” kata Arkin yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ALC kepada portalsatu.com pada Kamis malam, 3 September 2015. “Waktu itu kami hampir selesai kuliah dan punya keinginan untuk terus menjalin komunikasi dengan sesama mahasiswa dan alumni Ilmu Pustaka dalam sebuah wadah khusus,” katanya menjelasan hal ihwal lahirnya ALC.

Setelah mencetuskan ide awal mereka, pria yang mendapat julukan Trio-M itupun lantas berdiskusi dengan sejumlah rekannya seperti Wandi Syahputra, Ashabul Kahfi dan Rahmad. Layaknya anak-anak muda yang hobi nongkrong di warung kopi, merekapun mematangkan ide itu dari sebuah warung kopi di Banda Aceh.

“Kami ingin kehadiran ALC bisa menjadi wadah untuk mengabdi dan mewariskan ilmu untuk kepentingan dunia perpustakaan yang terkesan terabaikan dan kurang mendapat perhatian dari pengambil kebijakan di negeri ini,” kata pemuda asal Aceh Barat itu.

Di usianya yang masih seumur jagung, kiprah ALC bisa dibilang sangat luar biasa. Komunitas ini sudah melakukan sejumlah terobosan seperti membuat ‘bedah’ perpustakaan di banyak lokasi perpustakaan. Menariknya semua itu dilakukan dengan sukarela.

Mereka juga kerap memberikan pelatihan dan pembekalan instruktur dan mahasiswa dengan menggunakan software system otomasi perpustakaan berbasis web di berbagai lembaga yang jumlahnya mencapai belasan.

Sebut saja seperti di IAI Al-Aziziyah Samalanga Bireuen, Dayah MUDI Mesra Samalanga, perpustakaan International Centre for Aceh And Indian Ocean Studies, Kantor Arsip Perpustakaan dan Riset Kabupaten Aceh Jaya dan STIKes Medika Seuramoe Barat Meulaboh.

Dengan adanya otomasi perpustakaan, akan menjadikan pekerjaan dan layanan di perpustakaan tak hanya bisa dilakukan secara cepat, tapi juga tepat dan akurat. Sistem ini juga menjadikan tugas-tugas di perpustakaan menjadi lebih menyenangkan. Aktivitas pinjam meminjam atau mendaftar sebagai anggota pustaka tidak perlu lagi dilakukan secara manual. Tak berlebihan jika menyebut ALC sebagai komunitas pelopor pustaka ‘modern’ di Aceh.

alc-

Tak hanya itu, ALC yang lahir dari tangan alumni Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry ini juga bertanggung jawab membekali para mahasiswa di program studi tersebut yang ingin melakukan Praktek Kerja Lapangan. Pembekalan ini di bawah bimbingan prodi langsung.

“Kami punya cita-cita yang besar terhadap komunitas ini, misalnya menghimpun seluruh alumni S1 Jurusan Perpustakaan di bawah koordinasi Asosiasi Sarjana Ilmu Perpustakaan Aceh untuk mengembangkan sistem otomasi perpustakaan di seluruh Aceh,” katanya.

Ke depan, ALC juga ingin menjadi mitra Prodil Ilmu Perpustakaan dan Ikatan Pustakawan Indonesia Aceh untuk mengembangkan soft skill mahasiswa dan alumni. Tak hanya itu, mereka juga ingin ambil bagian dalam pembangunan Aceh dengan memberikan masukan dan kontribusi positif dalam mendukung setiap kebijakan Pemerintah Aceh terkait perpustakaan.

Secara khusus mereka ingin melakukan rapat koordinasi dengan berbagai unsur di Aceh terkait penerapan UU Perpustakaan Nomor. 43 Tahun 2007 dan PP Nomor. 24 Tahun 2014.

“Kami juga ingin mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Aceh dalam hal ini Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh terhadap penempatan pustakawan yang mengacu pada UU dan PP di atas. Kami berharap Pemerintah Aceh benar-benar memperhatikan perpustakaan,” katanya.[] (ihn)

Berevolusi, Google Kini Gunakan Logo Baru

Berevolusi, Google Kini Gunakan Logo Baru

APAKAH Anda merasa ada yang berbeda ketika membuka Google hari ini? Logo Google yang berada tepat di atas kotak pencarian di laman pencarian Google memang kerap menarik perhatian. Doodle tertentu sering menghiasi logo Google tiap kali ada momen atau peristiwa penting yang terjadi.

Hari ini Google memberi kejutan dengan menampilkan logo baru sebagai new branding dari perjalanan kisahnya. Terhitung sejak Selasa, 1 September 2015, raksasa perusahaan teknologi Google telah mengumumkan logo barunya.

new logo

 

Logo baru Google

“Google telah berubah banyak selama 17 tahun terakhir, dari produk-produk kami hingga evolusi tampilan. Dan hari ini kami mengubahnya lagi,” kata pihak Google seperti dilansir The Guardian.

Mereka mengatakan, desain ulang logo tersebut untuk mencerminkan cara pengguna berinteraksi dengan berbagai produk Google di berbagai platform, aplikasi dan perangkat.

Perubahan ini juga bukan semata-mata tentang bagaimana Anda menggunakan Google, tetapi Google ingin menunjukkan bagaimana mereka bekerja untuk Anda.

Evolusi Google dari waktu ke waktu

 

Perubahan terjadi pada jenis huruf yang kini menggunakan San Serif. Sedangkan untuk warna, Google masih mempertahankan urutan warna-warna yang sama seperti sebelumnya. Logo ‘g’ yang menjadi ikon Google kini menjadi ‘G’ dengan kombinasi empat warna yaitu merah, kuning, biru dan hijau.

Director of User Experience Google, Bobby Nath, mengatakan perubahan ini bukan kali pertama dan bukan pula yang terakhir.

“Anda akan segera melihat desain baru ini diaplikasikan di berbagai produk-produk kami. Kami berharap Anda menikmatinya!” katanya.[]

Melihat Desa Unik Warisan Dunia di Jepang

Melihat Desa Unik Warisan Dunia di Jepang

Shirakawa-go dan Gokayama merupakan desa bersejarah di Jepang yang telah ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia di Jepang oleh UNESCO pada 1995 silam. Shirakawa-go berada di Prefektur Gifu sedangkan Gokayama berada di Prefektur Toyama.

Gokayama merupakan sebuah desa tradisional yang memiliki gaya bangunan rumah dengan atap seperti huruf A. Tak ubahnya seperti dua tangan yang mengatup ketika sedang berdoa. Rumah yang berkonstruksi rendah ini disebut Gasshou.

Kedua desa ini masih mempertahankan nuansa tradisionalnya dan hidup harmonis dengan alam. Shirakawa-go secara khusus telah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata di Jepang. Namun tidak begitu dengan Gokayama.

Konon Gokayama dibangun untuk membuang orang-orang yang kalah dalam perang Genpei di tahun 1183 dari klan Heike. Namun tidak ada bukti sejarah tertulis mengenai hal itu, kecuali sisa ukiran kamon Heike di rumh-rumah tradisional yang masih ada sampai sekarang. Di jaman Edo, daerah ini merupakan lokasi pembuangan tahanan politik yang beroposisi terhadap klan penguasa.

shirakawa

Mengutip lansiran mustlovejapan Gokayama memiliki beberapa spesifikasi yang menjadi tujuan wisatawan. Di antaranya adalah Ainokura, yaitu desa yang terletak di utara Gokayama. Di sini ada 20 rumah Gasshou yang berfungsi sebagai penginapan. Ada juga dua tempat yang dibuka untuk umum sebagai museum daerah.

Desa yang ada di barat Gokayama disebut Suganuma. Di sini terdapat sembilan rumah bergaya Gasshou yang selalu dihiasi lampu neon pada bulan Februari. Di sini juga ada museum yang memanfaatkan dua rumah untuk menampilkan proses produksi bubuk mesiu rumahan. Bubuk mesiu rumahan ini dibuat dengan menggunakan ulat sutra. Di jama Edo, perekonomian Gokayama disokong dari kegiatan produksi bubuk mesiu.

Desa yang ada di tengah-tengah Gokayama disebut Kaminashi yang juga memiliki rumah-rumah Gasshou. Rumah-rumah di sini dibangun pada jaman Oda Nobunaga yang usianya sudah lebih dari 400 tahun. Salah satu rumah, Murakamike, menjadi museum yang dibuka untuk umum. Di museum ini juga kerap ditampilkan kesenian rakyat.

ainokura

Rumah bergaya Gasshou yang ada di tenggara Gokayama disebut Iwaseke Juutaku. Bangunan yang sekarang dibuka untuk umum ini berumur 300 tahunan.

Gaya bangunan yang ada di utara disebut Gasshou Zukuri, dengan atau berbentuk huruf A, bangunan ini tahan terhadap beban salju yang berat. Untuk memaksimalkan masuknya cahaya matahari atahnya diarahkan ke timur dan barat. Atau Gasshou Zukuri sangat kokoh, biasanya diperbarui setelah 20-30 tahun.

Penataan ruangan di dalam rumah Gasshou semuanya hampir sama, lantai pertama dibagi menjadi delapan ruangan. Empat ruang di antaranya difungsikan sebagai teras, pintu masuk dan dapur. Empat sisa ruang lainnya menjadi ruang tinggal. Lantai dua dan tiga untuk tempat peternakan ulat sutra.

Berkunjung ke desa ini punya aturan tersendiri, pengunjung dilarang merokok. Kecuali di tempat-tempat khusus saja. Selain itu juga dilarang masuk ke ruang atau jalan yang bukan untuk dilintasi masyarakat umum. Dilarang berkunjung terlalu pagi atau terlalu malam. Dan yang paling penting dilarang membuang sampah sembarangan.

Di musim panas, desa ini terlihat sangat indah. Rumah-rumah Ghassao yang tampak kontras dengan sawah-sawah dan pepohonan yang kehijauan di sekitarnya. Sebaliknya pada musim salju nuansa putih membalut seluruh Gokayama.[]

[Video]: Ekstrem! Pria Ini Berjalan di Seutas Tali pada Ketinggian 290 Meter

[Video]: Ekstrem! Pria Ini Berjalan di Seutas Tali pada Ketinggian 290 Meter

BEBERAPA orang di dunia ini seolah memang dilahirkan untuk melakukan aksi-aksi ekstrem yang sangat ditakuti oleh orang kebanyakan. Salah satu orang itu barangkali adalah Spencer Seabrooke.

Pada 2 Agustus 2015 lalu, Spencer Seabrooke telah melakukan aksi berani yaitu berjalan di atas seutas tali sepanjang 64 meter di atas ketinggian 951 kaki atau 290 meter. Lokasi tebing yang dilalui Spencer berada di Stawasmus Chief, British Columbia.

Ia melewati tali tersebut dari satu tebing ke sisi tebing lainnya. Yang membuat kita ngeri, ia sama sekali tidak menggunakan pengaman apapun. Ini bukan kali pertamanya Spencer melakukan aksi menantang maut itu. Selama melakukan aksi nekatnya, Spencer diawasi oleh seorang.

Berikut videonya:

 

Lelah Ditanya Kapan Punya Anak, Pasangan Ini Bikin Foto Keluarga dengan Anjing

Lelah Ditanya Kapan Punya Anak, Pasangan Ini Bikin Foto Keluarga dengan Anjing

SATU hal yang lumrah terjadi pada pasangan yang sudah menikah adalah mendapat pertanyaan kapan punya anak? Bagi pasangan yang sudah lama menikah namun tak kunjung dikaruniai buah hati, pertanyaan ini tak jarang menjadi momok menakutkan. Malas bertemu teman atau malas bertemu keluarga besar bisa menjadi salah satu dampak buruknya.

Hal itu juga dialami pasangan dari Australia Abby Lee dan Matt Kay. Melansir elitereaders.com, karena bosan mendapatkan pertanyaan seperti itu terus dari orang-orang di sekitarnya, pasangan inipun membuat foto keluarga yang terbilang unik.

Seekor anjing peliharaan pun seolah-olah menggantikan peran sebagai ‘anak’ dalam foto tersebut. Ide ini muncul setelah mereka mengambil seekor anjing lucu dari sebuah peternakan. Seorang fotografer profesional mengabadikan momen-momen indah keluarga tersebut bersama anjing kecil yang diberi nama Humphry.

newborn-photoshoot-with-puppy-1@elitereaders

 

newborn-photoshoot-with-puppy-2@elitereaders

Positano, Kampung Eksotis di Pantai Amalfi Italia

Positano, Kampung Eksotis di Pantai Amalfi Italia

POSITANO adalah sebuah kota kecil yang berada di tubir bukit yang menghadap ke Pantai Amalfi (Costiera Amalfitana) di Provinsi Salerno, Campania, Italia. Pantai Amalfi terbentang di selatan Semenanjung Sorrentine dan menjadi tujuan wisata populer di Italia. Pantai ini berada di iklim Mediterania yang mengalami musim panas hangat dan musim dingin ringang.

Secara geografis Pantai Almafi berada di lokasi pantai yang curam. Hanya terdapat sedikit ruang untuk pedesaan dan lahan pertanian. Belasan kota yang terletak di kawasan ini sebagian besarnya bergerak di sektor pariwisata. Salah satunya Positano yang terletak 42,5 km di barat Salerno yang dihuni sekitar 4.000 jiwa.

Positano-2 @positano-com

Berdasarkan penjelasan di Wikipedia, Positano adalah kawasan pelabuhan yang ketika Amalfi menjadi wilayah republik pada abad pertengahan. Pada pertengahan abad ke-19 kondisinya menjadi sulit dan terpuruk. Hingga banyak penduduknya yang beremigrasi ke negara lain, terutama Amerika. Hingga pertengahan abad ke-20, Positano masih menjadi kawasan desa nelayan yang miskin. Baru pada 1950-an Positano mulai dilirik para turis.

Positano-3 @positano-com

Selain alamnya yang benar-benar elok, Amalfi memiliki kekayaan warisan budaya dan sejarahnya yang kental. Sejak 1997 silam UNESCO menetapkan Pantai Amalfi sebagai Wilayah Warisan Dunia. Pantai Amalfi disebut-sebut sebagai salah satu garis pantai terindah di jagat. Kawasan ini menyuguhkan pemandangan berupa laut biru yang eksotis di satu sisi dan perkebunan zaitun, lemon, dan sipres di sisi lain.

Positano-4 @positano-com

Salah satu yang menjadi landmark Positano adalah Gereja Santa Maria Assunta dengan kubah menjulang tinggi berbahan keramik majolica hijau kekuningan. Vila-vila yang dibangun di tebing pantai nyaris berdiri tegak dengan warna gedung yang berwarna-warni.

Positano-6@positano-com

Bangunan-bangunan ini menghadap ke Laut Tyrrhenia yang airnya biru jernih. Karena kelokannya, beberapa film pernah mengambil lokasi syuting di sini seperti Only You (1994), Under the Tuscan Sun (2003) dan Kath and Kimderella (2012).

Foto: @positano.com

Begini Cara Pemuda Pantonreu Aceh Barat Peringati Damai dan Kemerdekaan

Begini Cara Pemuda Pantonreu Aceh Barat Peringati Damai dan Kemerdekaan

MEULABOH – Persatuan Pemuda Peduli Pantonreu di Aceh Barat menggelar doa dan zikir bersama untuk memperingati 10 tahun perdamaian Aceh dan 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara ini digelar di Masjid Gampong Mugo Rayeuk, Kecamatan Pantonreu, Aceh Barat pada Kamis, 20 Agustus 2015 dan menjalin kerja sama dengan Majelis Zikrullah Aceh Cabang Aceh Barat yang dipimpin Teungku Salman Saf.

Ketua Umum P4, Darlis, mengatakan Kecamatan Pantonreu merupakan salah satu kecamatan yang parah pada saat konflik melanda Aceh. Banyak korban jiwa di kecamatan tersebut, juga rumah masyarakat yang dibakar.

“Anak yatim, istri yang menjadi janda masih banyak yang trauma di daerah ini. Maka dalam hal ini kami mengajak masyarakat untuk berzikir sebagai rasa syukur atas keindahan perdamaian ini. Tidak ada lagi rasa takut, bebas mencari nafkah dan yang terpenting kita doakan saudara-saudara kita yang telah meninggal pada masa konflik dulu,” kata Darlis kepada portalsatu.com, Jumat, 21 Agustus 2015.

Bupati Aceh Barat, H. Alaidinsyah yang diwakilkan staf ahli Samsuar, mengapresiasi kegiatan yang dibuat oleh pemuda ini. Di saat banyak pemuda lain yang terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba dan judi, para pemuda di Kecamatan Pantonroe justru menggagas acara positif seperti itu.

“Semoga dengan acara zikir seperti ini para anak muda bisa membentengi dirinya dari segala perbuatan maksiat dan meningkatkan keimanannya,” kata Samsuar.

Ia juga berpesan agar pemuda menjaga perdamaian Aceh demi kesejahteraan rakyat. Samsuar berharap majelis zikir ini bisa dibuat berkala di Masjid Agung Meulaboh.

Ketua Zikrullah Cabang Aceh Barat, Zulkifli Andi Govi, mengatakan acara zikir ini akan terus digagas ke seluruh pelosok desa di Aceh Barat. Dari 12 kecamatan yang ada di kecamatan itu, hanya empat kecamatan lagi yang belum diadakan zikir bersama.

“Ke depan insya Allah zikir terus menggema di Aceh Barat dan rakyat Aceh Barat hidup dengan damai dan tenteram dalam lindunggan Allah SWT,” kata Govi.

Selain menjadi kecamatan yang parah dilanda konflik, Kecamatan Pantonreu juga daerah tempat disemayamkannya pahlawan nasional Teuku Umar Johan Pahlawan.[]

Lima Film Dokumenter Sineas Aceh akan Tayang di Bioskop Umuslim

Lima Film Dokumenter Sineas Aceh akan Tayang di Bioskop Umuslim

BIREUEN – Lima film dokumenter karya finalis Aceh Documentary Competition (ADC) 2015 akan diputar di gedung Ampon Chik Peusangan Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen dalam konsep layar tancap pada pukul 09:00 WIB Minggu, 23 Agustus 2015.

Kelima film dokumenter karya sineas muda Aceh yang akan di putar yaitu “Biasa Tapi Luar Biasa” karya Rahmat Setiawan & Agussalim dari Bireuen; “Harga untuk Relawan” karya T. Nasharul Julianda & Dinda Maulidia dari Aceh Besar; “Benteng (Adat) Laut di Ujung Kuta Raja” karya Teniro & Andri Saputra dari Aceh Besar’ ” Siner Jaya (Melanjutkan nyanyian TOET” karya Hardiansyah Putra & Zuli Aris Setiyanto dari Aceh Tengah dan “Corridor Harapan Satwa Liar” karya Alfiat & Jazuli dari Aceh Selatan.

Panitia pelaksana, Rahmat Setiawan, mengatakan, pemutaran film dokumenter dalam bentuk bioskop dengan tema “For You aceh” ini mengangkat kisah orang-orang yang berbuat untuk kehidupan sekitarnya. Baik individu maupun kelompok yang selama ini telah melakukan seuatu untuk Aceh dalam artian di sekitar lingkungan hidupnya.

“Pemutaran film dokumenter dalam bentuk bioskop bertujuan agar bisa menarik masyarakat untuk menonton dan nantinya diharapkan bisa menginspirasi. Karena film ini menyampaikan pesan sisi positif kekuatan Aceh di mata masyarakat nasional serta  internasional,”kata Rahmat yang juga sutradara film Biasa Tapi Luar Biasa kepada portalsatu.com, Jumat, 21 Agustus 2015.

Rahmat menjelaskan bioskop di Aceh belakangan merupakan sesuatu yang sangat sakral dibicarakan, apalagi diwujudkan karena perbedaan persepsi dan pendapat.

“Semoga semua pihak mendukung terlaksana kegiatan ini karena film yang diputar merupakan film dokumenter dengan kisah kehidupan nyata masyarakat Aceh, yang diangkat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh,” ujarnya.[] (ihn)

BEM Unsyiah Sayangkan Insiden Baku Tembak di Geureudong Pase

BEM Unsyiah Sayangkan Insiden Baku Tembak di Geureudong Pase

BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala menyayangkan insiden baku tembak antara polisi dan komplotan Din Minimi di Gampong Pulo Meuria, Geureudong Pase, Aceh Utara sore kemarin, Kamis, 20 Agustus 2015.

Menteri Polhukam BEM Unsyiah 2015, Hasrizal, dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com mengatakan, kejadian ini akan menambah keresahan di kalangan masyarakat. Selain itu juga akan menambah paradigma terkait kondisi Aceh yang tidak aman dan tidak kondusif.

“Seharusnya pihak berwajib dapat menggunakan pendekatan persuasif bila ada pihak yang mengganggu stabilitas keamanan di Aceh. Dan apabila memungkinkan ditangkap dalam keadaan hidup guna penyelidikan dan pengungkapan lebih lanjut,” kata Hasrizal, Jumat, 21 Agustus 2015.

Seperti diberitakan sebelumnya, baku tembak antara polisi dengan komplotan Din Minimi terjadi sekitar pukul 18:00 WIB sore kemarin. Dalam insiden itu seorang anggota Din Minimi bernama Ridwan tewas.[] (ihn)

Foto: proses evakuasi jenazah Ridwan di RSCM Lhokseumawe pada Kamis malam, 20 Agustus 2015 @portalsatu.com/Datuk Haris Molana