Author: FATHORRAHMAN

Sejumlah Perlombaan Meriahkan HUT ke-14 Kota Langsa

Sejumlah Perlombaan Meriahkan HUT ke-14 Kota Langsa

LANGSA – Sejumlah perlombaan digelar memeriahkan HUT ke-14 Kota Langsa. Acara yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Langsa itu akan berlangsung empat hari sejak 5 Oktober 2015.

Perlombaan dzikir maulid, dalail khairat, tarian Aceh termasuk Seudati dibuka Sekda Langsa Syahrul Thaib, S.H, MAP. Dalam sambutanya, ia mengajak semua pihak turut berperan membangun Kota Langsa agar lebih maju. “Kemajuan akan tercapai atas persatuan dan peran masyarakat,” katanya.

Sekda Syahrul menyebut membangun Kota Langsa tidak hanya pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi. Akan tetapi juga seni budaya sebagai identitas daerah sehingga perlu dilestarikan supaya terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Apalagi dalail khairat yang berkaitan langsung dengan agama, tentu harus benar-benar diperhatikan serta ditampilkan pada setiap even, sebab Kota Langsa tengah menggalakkanSyariat Islam,” katanya.

Ketua panitia, Teungku Khamarullah, SAg, yang juga Asisten II Setda Langsa mengatakan lomba dzikir Maulid diikuti 17 grup,  dalail khairat 10 grup, tarian Aceh tingkat SD sederajat 17 grup, tingkat SMP sederajat 9 grup, tingkat SMA/MA/SMK 9 grup.

“Festival Seudati masing-masing diikuti tiga grup tingkat SD, tiga grup tingkat SMP dan satu grup tingkat SMA. Seluruh peserta berasal dari sekolah dan dayah di Kota Langsa,” ujar Teungku Kamarullah akrab disapa Abon.[]

Foto: Acara pembukaan perlombaan memeriahkan HUT Kota Langsa.

 

Ini Kata Ketua Umum YDBU Soal Status STIKes  Bustanul Ulum Langsa

Ini Kata Ketua Umum YDBU Soal Status STIKes Bustanul Ulum Langsa

LANGSA – Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa, Amiruddin Yahya, MA, lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam proses kondisi aktif.

Ini, katanya, sesuai dengan surat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wil XIII Aceh, Nomor 537/K13.1.2/AK/2015, yang ditandatangani Koordinator Kopertis Aceh, Prof. Dr Jamaluddin, M.Ed, 29 Juni 2015.

“Jadi, untuk kelancaran pelaporan 2014-1 STIKes Bustanul Ulum Langsa, Kopertis meminta bantuan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti untuk mengaktifkan kembali PTS STIKes Bustanul Ulum dan menghapus PTS AKBID Bustanul Ulum Langsa pada halaman Forlap Dikti dikarenakan telah mengalami peningkatan status,” katanya.

Dikatakan Amiruddin Yahya, meskipun di Formulir Laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (Forlap – PDPT) DIKTI berstatus non aktif, tidak berarti STIKES Bustanul Ulum Langsa dinyatakan kampus bermasalah  dan tidak legal seperti apa yang  sedang berkembang di masyarakat.

“Sedangkan prodi-prodi yang ada di STIKes  Bustanul Ulum Langsa berstatus aktif di Forlap PDPT DIKTI.  Ini menunjukkan ada sebuah proses yang masih berjalan di DIKTI karena kampus STIKes Bustanul Ulum Langsa merupakan hasil dari perubahan bentuk,” katanya.

Kata Amiruddin lagi, Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 250/E/O/2014 tertanggal 18 Juli 2015 tentang perubahan bentuk Akademi Kebidanan Bustanul Ulum Langsa menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bustanul Ulum Langsa yang diselenggarakan Oleh Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa yang memiliki 3 (tiga) Program Studi Yaitu D-III Kebidanan, S-1 Kesehatan Lingkungan dan S-1 Administrasi Rumah Sakit.

Selanjutnya, kata dia, pihak STIKes terus berkoodinasi dengan KOPERTIS Wilayah XIII Aceh dan juga Dikti agar segera diaktifkan  supaya menghindari informasi miring terhadap STIKes Bustanul Ulum Langsa akibat dari publikasi yang beredar di media online dan media massa.

“Seolah-olah STIKES memiliki kesalahan besar sehingga harus di non aktifkan,” kata dia.

“Sampai saat ini pihak lembaga STIKes tidak melanggar aturan dan melanggar prosedur terkait penyelenggaran pendidikan. Apalagi STIKes Bustanul Ulum Langsa baru berusia setahun  terhitung sejak alih status pada Juli  2014. Jadi sangat mustahil bermasalah, jadi kami mohon kepada masyarakat untuk tidak resah dan mempersepsi STIKes Bustanul Ulum negatif,” ujarnya.

“Jadi, ini ada proses yang sedang berjalan di Dikti sehingga di Forlap PDPT DIKTI berstatus non aktif. Sedangkan program studi (Prodi) STIKes  di Forlap PDPT DIKTI berstatus aktif. Artinya, lembaga kita tidak bermasalah. Kami terus berupaya agar Dikti merubah status STIKes kami menjadi aktif agar masyarakat tidak merasa resah dan bingung tentang legalitas STIKes Bustanul Ulum Langsa,” kata Amiruddin Yahya.

Sebelumnya diberitakan, Kemenristek Dikti yang dipimpin Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kamus pun diindentifikasi bermasalah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjualbelikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah. Dua diantaranya dari Aceh. [] (mal)

 

800 Siswa TK Manasik Haji, Ini Harapan IGRA

800 Siswa TK Manasik Haji, Ini Harapan IGRA

LANGSA – Sekitar 800 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Langsa melakukan manasik haji, di Lapangan Merdeka, Sabtu, 3 Oktober 2015. Kegiatan ini diselenggarakan Ikatan Guru Raudhatul Athfar (IGRA) Kota Langsa.

Ketua IGRA Kota Langsa, Husna Abdiyah, S.Ag., kepada portalsatu.com mengatakan, manasik haji diikuti anak TK rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, hal itu untuk memberi pemahaman dan menumbuh kembangkan motivasi anak mengenai ibadah haji yang merupakan rukun Islam ke lima.

“Juga meningkatkan kecintaannya kepada Allah, giat beribadah dan menanamkan cita-citanya untuk berhaji,” kata Husna.

Husna menyebut kegiatan ini membawa hikmah. Selain memberi pemahaman terhadap anak memahami rukun Islam ke lima, juga memotivasi orang tua agar melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

“Saya berharap ke depan pemerintah daerah mendukung kegiatan ini, sebab Kota Langsa memiliki fasilitas yang cukup, seperti Islamic Centre dapat dimanfaatkan,” ujar Husna.

Foto: Anak TK di Langsa manasik haji. @Fathorrahman

Kapolres Langsa Minta Nelayan tak Gunakan Pukat Harimau

Kapolres Langsa Minta Nelayan tak Gunakan Pukat Harimau

LANGSA – Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK, menghimbau kepada panglima laot dan para nelayan untuk tidak menggunakan pukat harimau.

Hal ini disampaikannya pada saat melakukan silaturahmi dengan para tokoh adat laot dan nelayan di TPI kuala Langsa, Jumat 2 Oktober 2015, sekira pukul 08.00 WIB.

Kapolres menjelaskan pukat harimau dan sejenisnya agar tidak digunakan. Pasalnya selain melanggar dengan hukum, juga menyebabkan bibit ikan yang kecil mati disapu bersih oleh pukat tersebut sehingga tidak terjadi perkembangbiakan.

“Jadi perlu kita selamatkan dengan melestarikan laut tentu demi masa depan kita juga, “kata dia.

Katanya, panglima laot serta para nelayan juga diminta untuk berperan aktif melawan para pelaku narkoba yang memanfaatkan jalur laut untuk memasok barang haram dari luar ke wilayah perairan Aceh.

“Untuk itu saya sudah komitmen penegakan hukum terkait narkoba sangat prinsip karena menghancurkan generasi muda. Untuk itu saya mohon kepada para nelayan bila ada mengetahui penyeludupan narkoba agar dapat segera disampaikan kepada kepolisian. Bila takut langsung datang ke ruangan saya atau telepon langsung. Yang mana umumnya penyeludupan itu banyak kita ketahui dari laut, masuk ke jalur tikus sampai ke pingir pantai,” katanya.

Sebelum melakukan kunjungan ke TPI kuala Langsa, Kapolres Langsa yang didampingi Waka Polres Langsa, KOMPOL Hadi Saepul Rahman, SIK, Kasat Pol Air Polres Langsa beserta seluruh personelnya juga melaksanakan kegiatan Olahraga bersepeda dengan rute Polres Langsa ke Pelabuhan Kuala Langsa dengan Jarak 10 KM serta diikuti Dinas Kelautan dan perikanan Kota Langsa, Geusyik Kuala Langsa. [] (mal)

Foto Kapolres saat di TPI Langsa.@Istimewa

Masuk Daftar Kampus Bermasalah, Ini Tanggapan Sekum YDBU Langsa

Masuk Daftar Kampus Bermasalah, Ini Tanggapan Sekum YDBU Langsa

LANGSA – Sekretaris Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa, M. Nasir, SE, mengaku heran dengan isu dinonaktifkannya Kampus STIKes Bustanul Ulum. Pasalnya kampus tersebut baru alih status dari Akademik Kebidanaan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan pada Oktober 2014 lalu.

“Mendengar kabar tersebut justru pihak yayasan dan kampus terkejut. Sebab semua prodi di kampus STIKes Bustanul Ulum Langsa aktif seperti Administrasi Rumah Sakit (ARS), Kesehatan Lingkungan (Kesling) serta D3 Kebidanan. Dan izin juga kita miliki seperti syarat ketentuan lainnya,” kata Nasir saat dijumpai di kantor Yayasan YDBU Langsa, Jumat, 2 Oktober 2015.

Sejauh ini, kata dia, belum ada pelanggaran-pelanggaran atau pun teguran dari Dikti seperti yang disebutkan dalam situs Kopertis untuk kampus STIKes Bustanul Ulum. Bahkan pihaknya mengakui belum pernah disurati terkait dengan hal tersebut.

“Apalagi menerima surat yang menonaktifkan kampus tersebut,” katanya.

Dia mengatakan dengan beredarnya kabar tersebut seolah-olah Bustanul Ulum Langsa merupakan salah satu kampus yang abal-abal. “Padahal tidak. Namun kita akan terus mengupayakan dengan membuka komunikasi pada pihak Dikti menyangkut status tersebut sebab tiga prodi yang ada di STIKes adalah aktif,” ujar M. Nasir.

Dia juga meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut. Pasalnya sejauh ini pihak Bustanul Ulum mengaku dapat mempertanggungjawabkan legalitas kampus ini.

“Tidak ada hal yang dilakukan di luar prosedur ataupun peraturan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kemenristek Dikti yang dipimpin oleh Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kampus pun diindentifikasi bermasalah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjualbelikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah.

Dalam situsnya, Kopertis XII mengumumkan nama-nama lengkap kampus yang dinonaktifkan tersebut. Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan beberapa pelanggaran. (Baca: Kemenristek Dikti Nonaktifkan Kampus Bermasalah, Dua dari Aceh).[] (bna)

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Gelar Seminar Terkait Transformasi Pendidikan Islam

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Gelar Seminar Terkait Transformasi Pendidikan Islam

LANGSA – Fakultas Tarbiyah IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa menggelar seminar stadium general terkait transformasi pendidikan Islam menghadapi tantangan global. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Seuramo Teuha, Rabu, 30 September 2015 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Mahasiswa memiliki peran penting menjaga melestarikan pola pendidikan Islam dari pengaruh global di dunia pendidikan. Dan tantangan ke depan perlu dijawab berdasarkan tingkatkan kualitas, integritas masyarakat akademik dengan ilmu yang diperolehnya,” ujar Ketua Fakultas Tarbiyah, Dr. Ahmad Fauzi M.Ag.

Dia mengatakan setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN Langsa nanti, mahasiswa selaku kaum intelektual dari berbagai latarbelang pendidikan, diharapkan dapat mentranformasikan kembali ilmu ke masyarakat.

Sementara itu Dr. Syabuddin Gade M.Ag, sebagai pemateri pada seminar stadium general tersebut mengatakan, perubahan untuk kemajuan hal yang lumrah. Pasalnya perubahan terjadi bisa secara sistematis dilakukan, baik di dunia pendidikan atau pun lingkungan.

“Namun yang kita harapkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan saat ini,” katanya.

Menurutnya pendidikan yang berbasis Islam di beberapa lembaga pendidikan, khususnya di bawah Kementerian Agama, harus dikolaborasikan penambahan mata pelajaran lain yang bersifat umum.

“Pasalnya tantangan global yang mengharuskan kita untuk penyesuaian diri dari ilmu yang berkembang, supaya sumber daya manusia kita tidak ketinggalan dalam mengisi pendidikan, ekonomi, teknologi untuk kemajuan pembagunan Aceh ke depan,” ujarnya.[](bna)

Surut Sehari, Banjir Kembali Terjadi di Langsa

Surut Sehari, Banjir Kembali Terjadi di Langsa

LANGSA – Hujan yang mengguyur Kota Langsa sejak semalam membuat warga di kawasan pemukiman Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa dikepung banjir, Rabu, 30 September 2015.

“Volume air mulai naik dari sungai ke pemukiman sekitar pukul 05.30 WIB. Kini air semakin meninggi dengan terus bertambahnya air sungai, sebab kami tinggal di tempat yang rendah sehingga mudah terkana banjir dari luapan air sungai tersebut,” ujar Misnawati, 66 tahun, salah satu warga Gampong Tanjung putus Kecamatan Langsa Kota.

banjir langsa2

Padahal, kata Misnawati, baru kemarin mereka siap bersih-bersih rumah setelah banjir surut. Namun kini mereka kembali dikepung banjir sehingga masyarakat menjadi panik untuk memindahkan perabotan rumah tangga supaya tidak terendam air.

“Tapi seperti biasa, kami hanya menunggu air kembali surut. Sorenya sudah stabil lagi air di sungai jika tidak hujan,” katanya.

Pantauan portalsatu.com, banjir juga terjadi di beberapa desa lainnya seperti Gampong Tanjung Putus, Gampong Pondok pabrik, Gampong Seulalah dan Gampong Sidoarjo.[](bna)

Akibat Banjir Petani Lele Gagal Panen

Akibat Banjir Petani Lele Gagal Panen

LANGSA – Petani lele di Desa Bukit Pulo, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, mengaku gagal panen akibat banjir.

Hal ini disampaikan salah satu petani lele, Ardiansyah, kepada portalsatu.com, Selasa 29 September 2015.

Kata Ardiansyah, sekitar ribuan lele siap panen miliknya, ludes disapu air banjir yang menerjang daerah itu, Minggu malam, 27 September 2015, pukul 20.00 WIB.

Menurut Ardiansyah, atas peristiwa itu kerugian diperkirakan puluhan juta.

“Ini jika dijumlah sejak pertama kali dari biaya pemeliharaan. Sebab lele tersebut kini telah berusia satu bulan lebih, musibah banjir mengakibat gagal panen dari target sebelumnya. Pasalnya tiga bulan dari usia pemeliharaan sudah dapat dipanen untuk dipasarkan,” katanya. [] (mal)

Banjir Rendam Sejumlah Rumah di Langsa

Banjir Rendam Sejumlah Rumah di Langsa

LANGSA – Hujan deras yang mengguyur Kota Langsa selama tiga jam pada Minggu, 27 September 2015 malam menyebabkan sejumlah rumah terendam banjir. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya air Sungai Sidoarjo di Kecamatan Langsa Kota, Senin, 28 September 2015.

Amatan portalsatu.com, banjir melanda sejumlah Gampong Tanjong Putus di Kecamatan Langsa Kota, Gampong Seulalah, Pondok Pabrik dan Gampong Sidoarjo di Kecamatan Langsa Lama.

Warga setempat mengaku tidak heran dengan kondisi tersebut. Mereka maklum saban hujan, desanya kerap direndam banjir.

Afandri, salah satu warga Tanjung Putus, mengatakan dari 128 KK setidaknya hanya ada delapan rumah yang tidak terimbas banjir. Para warga terpaksa mengungsikan barang-barangnya ke tempat tinggi agar tidak tergenang air.

Meskipun demikian, warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing lantaran menurut mereka banjir akan surut jika hujan tidak turun lagi.

“Jika kembali diguyur hujan, banjir pun semakin parah sebab hanya ini satu-satunya sungai pembuangan air dari beberapa kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kota Langsa, Zainal Abidin, mengatakan pihaknya telah menurunkan 30 personil ke beberapa titik yang terimbas banjir. TRC BPBD juga membawa perahu karet untuk mengevakuasi warga dari banjir.

“Sejauh ini belum ada korban jiwa, maka untuk itu kami mengimbau kepada warga agar menjauhi sungai untuk menghindari agar tidak ada yang terseret ke sungai tersebut. Pasalnya, arus air sangat kencang bisa mengakibatkan korban jiwa seperti pada banjir sebelumnya,” ujarnya.[] (bna)

Toko Pakaian di Langsa Sepi Pembeli, Mengapa?

Toko Pakaian di Langsa Sepi Pembeli, Mengapa?

LANGSA – Sejumlah toko pakaian di Langsa masih sepi pembeli hingga menjelang hari raya Idul Adha.  Hal ini disampaikan Fauzan Rizal, salah seorang pemilik toko di Jalan Pasar Baru Blok C Langsa Kota, Rabu, 23 September 2015

Fauzan mengaku tidak heran jika hari raya Idul Adha omzet usahanya tidak meningkat seperti saat Idul Fitri. Pasalnya, ia menilai banyak faktor penyebab sepi pembeli jelang lebaran ini. “Saat Idul Fitri kebanyakan warga berbelanja untuk satu orang saja bisa dua atau tiga pasang pakaian, jadi masih bisa dipakai di hari raya ini,” ujarnya.

Faktor lainnya, menurut Fauzan, Idul Adha kali ini di pertengahan bulan dan harga barang pun semakin naik. “Pembeli  banyak mengeluh dengan harga barang dan kondisi keuangan mereka di pertengan bulan, apalagi banyak kebutuhan lain yang diperlukan,” kata Fauzan.

Hal  sama disampaikan Anto, pemilik toko pakaian lainnya di kawasan itu.  Kata dia, sehari jelang lebaran Idul Adha, tokonya masih sepi  pembeli. “Kalau hari raya Idul Fitri, seminggu lagi hari ‘H’, pembeli melonjak, baik membeli sepatu, sandal, baju anak-anak hingga orang dewasa, termasuk beli jilbab, sehingga omzet kita lumanyan besar,” ujarnya.

Menururnya, menjelang hari raya Idul Fitri sehari saja omzet usahanya mencapai Rp3 juta sampai Rp7 juta. Sebab, kata dia, yang berbelanja tidak hanya warga Kota Langsa, tapi juga warga Peureulak, Aceh Timur dan dari Aceh Tamiang.  “Jelang hari raya Idul Adha hanya 1 juta sampai 4 juta,” kata Anto.[]