Author: M Fajarli Ikbal

Soal Dana Desa, Ini Kata Beberapa Geuchik di Banda Aceh

Soal Dana Desa, Ini Kata Beberapa Geuchik di Banda Aceh

BANDA ACEH – Beberapa desa di Banda Aceh telah menerima Alokasi Dana Gampong atau dana desa dalam jumlah yang berbeda. Pencairan dana tersebut dikabarkan diterima oleh sejumlah perangkat gampong tanpa ada hambatan dari pihak-pihak tertentu.

“Alokasi dana desa yang kami terima sebanyak Rp 273 juta dan sampai sekarang memang tidak ada oknum meminta dana tersebut dari luar jalur resmi,” ujar Hasanuddin, Geuchik Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh kepada portalsatu.com, Jumat, 9 September 2015.

Dana desa tersebut nantinya akan dipergunakan untuk berbagai kemaslahatan gampong.

“Hasil rapat memutuskan untuk memakai dana tersebut untuk saluran pembuangan,” kata Sekretaris Gampong Peurada, Ayu.

Hal senada juga disampaikan oleh Geuchik Gampong Punge Blang Cut, Armaya Surya. Dia mengatakan pihaknya telah menerima dana desa tanpa ada kendala. Meskipun begitu, jumlah dana yang diterima oleh Gampong Punge Blang Cut berbeda dengan Peurada.

“Dana yang diterima sebesar Rp 191 juta dan sampai sekarang masih aman,” kata Armaya saat dihubungi oleh portalsatu.com melalui seluler.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyalurkan dana desa secara simbolis untuk 10 gampong di daerah tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2015. Adapun ke 10 gampong yang menerima dana desa secara simbolis tersebut adalah Lamjabat, Lhong Cut, Punge Blang Cut, Ilie, Alue Deyah Teungoh, Jeulingke, Gampong Pande, Peunayong, Panteriek dan Seutui.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal sangat mengapresiasi dan menghargai pencapaian 10 gampong yang telah secara pro-aktif menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan untuk pencairan dana gampong.

“Diharapkan 80 gampong lainnya akan termotivasi dan dapat segera menyusul sehingga perencanaan dan pembangunan gampong dapat segera terlaksana dengan baik,” katanya lagi. (Baca: Pemko Banda Aceh: 10 Desa Terima Dana Gampong Hari Ini)

Di beberapa tempat, di luar Kota Banda Aceh, penyaluran dana desa disebut-sebut menuai masalah. Salah satunya adalah adanya dugaan praktik jual beli peraturan bupati tentang petunjuk teknis progres pencairan Alokasi Dana Gampong seperti di Aceh Timur.

Menurut salah satu sumber portalsatu.com, Perbup juknis pencairan ADG ini dijual kepada para geuchik di Aceh Timur dengan harga bervariasi, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu per rangkapnya. Sementara itu, jumlah geuchik di Aceh Timur mencapai 513 orang berdasarkan data keseluruhan gampong.

“Untuk mendapatkan perbup itu setiap geuchik menyerahkan uang langsung kepada Kepala BPMPKS di ruang kerjanya,” ujar sumber portalsatu.com tersebut. (Baca selengkapnya: Kepala BPMKS Aceh Timur Diduga Jual Perbup Juknis Pencairan ADG).[](bna)

Ini Dekan Baru FMIPA Unsyiah

Ini Dekan Baru FMIPA Unsyiah

BANDA ACEH – Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc. terpilih sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan ALam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk periode 2015-2019. Iqbalsyah berhasil mengungguli dua calon lainnya, yaitu Dr. Taufik Fuadi Abidin, M. Info. Tech. dan Dr. Dra. Siti Rusdiana, M.Sc. dalam pemilihan yang berlangsung di Aula FMIPA Unsyiah, Kamis, 8 Oktober 2015.

Iqbalsyah berhasil mengumpulkan 71 suara, sementara Taufik dan Siti masing-masing memperoleh 56 dan 38 suara. Jumlah suara yang masuk secara keseluruhan sebanyak 166,65 suara. Jumlah tersebut termasuk suara rektor sebanyak 35 persen.

Satu kertas suara dianggap rusak, sementara 0.67 suara yang berasal dari rektor juga tidak terhitung karena tidak digunakan. Keterlibatan rektor dalam memilih dekan fakultas ditetapkan melalui peraturan rektor nomor 1.026 tahun 2015.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., menghadiri prosesi acara pemilihan ini sejak awal. Ketiga kandidat dekan tersebut sebelumnya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan program-programnya selama 15 menit yang disaksikan oleh seluruh sivitas akademika FMIPA.

Tahapan pemilihan telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Tahap pertama adalah penjaringan yang menghasilkan 4 orang bakal calon dekan. Rapat senat yang dilakukan secara tertutup oleh senat FMIPA mengerucutkan jumlah ini menjadi tiga orang calon dekan.

Iqbalsyah sebelumnya pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD 1) periode 2007-2011 di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Career Development Center (CDC) Unsyiah selama dua tahun.

Sebelumnya, doktor lulusan Inggris ini juga pernah menjadi Ketua Jurusan Kimia, FMIPA Unsyiah. Iqbalsyah merupakan dekan yang ketujuh pada Fakultas MIPA Unsyiah yang berdiri secara resmi sejak 1993 itu.[](bna/*sar)

Revisi RUU, Dituding Skenario Pelemahan KPK

Revisi RUU, Dituding Skenario Pelemahan KPK

BANDA ACEH – Aktivis anti korupsi yang tergabung dalam berbagai organisasi sipil di Aceh melakukan aksi menolak revisi tersebut di Simpang Lima Banda Aceh, Kamis 8 Oktober 2015.

Mereka menilai revisi UU KPK yang digagas oleh DPR RI akan melemahkan kinerja KPK. Hal itu terkait dengan menghilangkan peran sentral KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Ya, ini kan semacam ada niat untuk melemahkan KPK, itu terjadi karena KPK sudah banyak sekali mengungkap kasus penyelewengan uang negara sehingga ada pihak yang ingin melenyapkan peran KPK,” kata Mahmudin selaku kepala sekolah anti korupsi Aceh kepada portalsatu.com di sela-sela aksi menolak revisi UU KPK di Simpang Lima Banda Aceh, 8 Oktober 2015.

Aksi tersebut digelar untuk menolak revisi UU tersebut karena dapat melemahkan peran KPK.

Salah satu revisi yang ditolak adalah membatasi umur KPK hingga 12 tahun dan tidak boleh menindak kasus korupsi di bawah 50 miliar.

“Itu kan aneh, kalau tidak boleh menindak kasus di bawah 50 miliar berarti para koruptor akan korupsi dibawah itu dan itu tidak bisa ditindak,” ucap Askhalani selaku ketua LSM GeraK Aceh.[] (mal)

Media Online Aceh Bentuk Organisasi Persatuan

Media Online Aceh Bentuk Organisasi Persatuan

BANDA ACEH – Beberapa petinggi media siber yang berpusat di Banda Aceh berencana akan membentuk sebuah organisasi sebagai wadah persatuan media online. Wacana tersebut disampaikan dalam pertemuan sejumlah media online Aceh di kantor surat kabar online portalsatu.com, Rabu, 7 Oktober 2015.

“Kita ingin bentuk sebuah wadah persatuan media online yang mungkin pertama di Indonesia,” kata Saniah, jurnalis acehnet.com dalam diskusi tersebut.

Pembentukan wadah tersebut diharapkan menjadi sebuah organisasi yang mampu mengawal dan memperkuat media online yang ada di Indonesia. Inisiator persatuan media siber itu terdiri dari beberapa surat kabar online di Aceh seperti portalsatu.com, theglobejournal.com, acehnet.com, habadaily.com, dan acehkita.com.

“Pembentukan organisasi ini tidak ada hubungannya dengan pilkada 2017,” kata Fachruradzie salah seorang inisiator.

Nama yang disepakati untuk pembentukan wadah tersebut adalah Persatuan Media Siber Indonesia (pemsi). “Pemsi nyan ka garang nan (Pemsi itu sudah garang namanya),” ujar Suryadi.

Untuk kejelasan ADRT dan arah organisasi forum akan membentuk tima khusus untuk menanganinya.

“Kita akan coba buat tim untuk membuat ADRT dan bagaimana mekanisme lengkapnya nanti,” kata Almuniza Kamal salah satu inisiator pembentukan organisasi tersebut.[](bna)

Terkait Skorsing Mahasiswa, Ini Komentar Humas Unsyiah

Terkait Skorsing Mahasiswa, Ini Komentar Humas Unsyiah

BANDA ACEH – Beberapa mahasiswa Unsyiah positif diskors oleh rektorat karena mengadakan acara di luar kampus bersama dengan mahasiswa baru tanpa izin rektorat. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unsyiah, Ilham Maulana, mengatakan mahasiswa yang diskorsing tersebut berasal dari FISIP dan Psikologi.

“Benar, bahwa ada beberapa mahasiswa Unsyiah yang diskors. Mereka terkena sanksi tersebut karena tidak mengindahkan surat edaran rektorat terkait pelarangan mengadakan acara di luar kampus bersama dengan mahasiswa baru,” kata Ilham saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 7 Oktober 2015.

Ilham mengatakan dalam surat edaran tertulis akan ada sanksi bagi mereka yang melanggar peraturan tersebut. Ia juga mengatakan surat skorsing tersebut telah ditandatangani oleh Rektor Unsyiah, Samsul Rizal.

“Ya, sudah ditandatangi dan bagaimana proses selanjutnya rektor yang lebih berhak menjawab karena untuk saat ini mereka sudah diskors,” kata Ilham.

Ilham mengharapkan mahasiswa lebih memperhatikan aturan dalam bertindak, agar hal serupa tak lagi terjadi dan merugikan banyak pihak.

“Mereka kan mahasiswa, pasti tahulah aturan menjadi mahasiswa dan saya harap aturan-aturan tersebut lebih diperhatikan,” kata Ilham.[](bna)

Ini Nama Mahasiswa Unsyiah yang Diduga Terkena Sanksi Skorsing

Ini Nama Mahasiswa Unsyiah yang Diduga Terkena Sanksi Skorsing

BANDA ACEH – Sebanyak 10 nama dinyatakan tak bisa mengikuti lagi proses perkuliahan untuk sementara waktu di universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Hal itu terjadi karena beberapa nama tersebut dianggap melanggar peraturan dengan mengadakan temu ramah atau ospek yang sebelumnya dilarang oleh kampus di himpunan masing-masing.

Rektor Unsyiah menjatuhkan skorsing terhadap delapan mahasiswa FISIP yang melanggar peraturan nomor: 2670/UN11/KM/2015 pada tanggal 10 Juni 2015. Nama tersebut di antaranya:

1.Puja Dias Chandara Octanto, Ketua Himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik).
2. Muhammad Rizal, Ketua Panitia Pelaksana pada Himapol.
3. Iwan Sunaria, Ketua Himakasi (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi).
4. Rahmat Haikal, Ketua Pelaksana pada Himaksi.
5. Hendra Gunawan, Ketua Himasio (Himpunan Mahasiswa Sosiologi)
6.Fauzan Adhima, ketua pelaksana pada Himasio
7. Ardiansyah, Ketua Himapan (Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan)
8. T. Dzaki Putra F, Ketua Pelaksana pada Himapan
9. Ichwan Azmi Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi
10. Muhammad Ayita Bahar, Ketua Panitia Acara Temu Ramah Mahasiswa Psikologi

Saat ditemui portalsatu.com kemarin, Ichwan Azmi salah seorang mahasiwa yang terkena sanksi tersebut merasa dirugikan oleh keputusan tersebut.

“Sangat merugikan ya, apalagi saya sudah semester akhir, hukuman seperti ini dapat menghambat saya,” ucap Azmi.[]

Terkait Skorsing, BEM Unsyiah akan Beraudiensi dengan Rektorat

Terkait Skorsing, BEM Unsyiah akan Beraudiensi dengan Rektorat

BANDA ACEH-Badan Eksekutif Mahasiswa melalui Menteri Dalam Universitas akan mengadakan audiensi antara rektor dan beberapa mahasiswa yang terkena sanksi skorsing.

“Kita akan coba adakan audiensi antara rektor dan mahasiswa yang diskors untuk mencari jalan keluar terkait masalah ini,” ucap Syakir Daulay selaku Menteri Dalam Universitas kepada portalsatu.com.

Katanya, pertemuan tersebut rencananya akan dihelat besok, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Karena hari ini rektor universitas Syiah Kuala sedang berada di luar daerah. Rencana awalnya hari ini, tapi karena rektor tidak ada di tempat maka audiensi akan dilaksanakan besok,” kata Syakir.

Untuk diketahui, Rektor Unsyiah Samsul Rizal telah menandatangani surat keputusan skorsing untuk 10 orang mahasiswa dari beberapa jurusan karena telah mengadakan acara temu ramah antara senior dan mahasiswa baru.

Hal tersebut dilakukan karena mahasiswa yang bersangkutan dinilai telah melanggar larangan rektorat untuk mengadakan ospek.[] (MAL)

“Ada Tiga Pelanggaran yang Dilakukan Rektor Unsyiah”

“Ada Tiga Pelanggaran yang Dilakukan Rektor Unsyiah”

BANDA ACEH – Ketua Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMKASI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Iwan Sunaria, mengatakan rektorat telah melakukan tiga pelanggaran terkait pemberlakuan skorsing terhadap mahasiswa Unsyiah.

“Pertama, rektor seharusnya duduk bersama dengan mahasiswa terkait dengan hukuman skorsing tersebut,” kata Iwan yang juga menjadi korban skorsing kepada portalsatu.com.

Iwan mengatakan dalam memberikan hukuman tertentu harus melewati beberapa fase hukum dan tak langsung melakukan skorsing.

“Kedua sosialisasi, katakanlah hukuman tersebut telah diberlakukan dan untuk direalisasi tentu harus ada sosialisai secara merata. Dan yang ketiga itu tentu setiap pelanggaran ada fase hukumya jika dalam hal ini tak langsung skors dan ada tahap-tahap pemanggilan,” kata Iwan.

Ia mengatakan kepurusan tersebut telah merugikan mahasiswa karena tak bisa melanjutkan proses perkuliahan sebagaimana mestinya.

“Terus terang saya sangat dirugikan atas keputusan ini apalagi saya sudah semester akhir dan kawan-kawan yang lain pun ikut dirugikan,” kata Iwan.[](bna)

Skorsing Mahasiswa, Tindakan Rektor Unsyiah Dinilai Cacat Hukum

Skorsing Mahasiswa, Tindakan Rektor Unsyiah Dinilai Cacat Hukum

BANDA ACEH – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah,  Iwan Sunaria, mengaku sangat menyesalkan keputusan rektor yang sepihak dalam memberhentikan sementara beberapa mahasiswa dari beberapa jurusan. Ia juga mengatakan bahwa keputusan rektor tersebut cacat hukum.

“Saya sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Pasalnya tidak ada peringatan terlebih dahulu atau pemanggilan, bahkan saya tahu informasi skorsing ini dari ketua himpunan lain,” ucap Iwan selaku Ketua Himpunan Mahasiswa FISIP Unsyiah, kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan bahwa acara temu ramah seluruh mahassiswa ilmu komunikasi itu sudah menjadi agenda rutin dan tidak menyalahi prosedur.

“Ini kan acara silaturahmi, tidak ada unsur perpeloncoannya kalau mau rundown acara kami kasih kok,” kata Iwan.

Ia juga menilai bahwa keputusan rektor tersebut cacat hukum dan bisa digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Keputusan seperti ini kan cacat hukum, seharusnya ada surat peringatan dulu. Paling tidak rektor memanggil kami untuk mendengar bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya,” ucap Iwan.

Tak hanya Iwan, ada beberapa nama yang sudah diberhentikan sementara oleh Rektor Unsyiah karena menyelenggarakan acara silaturahmi. Seperti mahasiswa Psikologi dan beberapa mahasiswa lainya yang masih dalam tahap proses lebih lanjut.

“Saya harap janganlah asal skor, karena secara pribadi ini merugikan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir,” kata Iwan.[] (mal)

 

Tak Hanya FISIP, Mahasiswa Psikologi juga Diskors Rektor

Tak Hanya FISIP, Mahasiswa Psikologi juga Diskors Rektor

BANDA ACEH – Salah seorang mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran  Universitas Syiah Kuala Ichwan Azmi mengaku juga terkena sanksi skorsing akibat mengadakan acara temu ramah antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru. Ketua himpunan mahasiswa psikologi ini mengaku terkena sanksi tersebut setelah mengadakan acara temu ramah dengan mahasiswa baru angkatan 2015 pada 19 September silam.

“Saya awalnya terkejut kok bisa diskor, padahal ini bukan hanya acara untuk mahasiswa baru saja, tapi acara untuk seluruh mahasiswa psikologi, istilahnya seperti temu ramah begitu,” ucap Ichwan kepada portalsatu.com.

Ia mengaku kecewa dengan tindakan rektorat tersebut. Pasalnya ia telah mengantongi izin dari pihak dekanan dan keputusan tersebut dinilai diputuskan secara sepihak tanpa mendengar klarifikasi dari mahasiswa.

“Izin dari pihak dekanan sudah ada dan jika ingin ditelusuri bagaimana acara tersebut seharusnya mahasiswa barunya dipanggil dan ditanyai keterangan terkait acara, karena kami terbukti tidak melakukan hal-hal yang berbau perpeloncoan, kalau mau tata acaranya akan kami kasih, jangan asal skorsing begini,” ucap Ichwan.

Tak hanya Ichwan, dari prodi psikologi juga ada Muhammad Ayita Bahar selaku ketua panitia acara yang juga terkena sanksi skorsing karena mengadakan acara temu ramah tersebut.[] (mal)