Author: DATUK HARIS MOLANA

Ini Tiga Nama Calon Kabupaten Baru Aceh Utara

Ini Tiga Nama Calon Kabupaten Baru Aceh Utara

LHOKSUKON – Para tokoh dari enam kecamatan di Aceh Utara menyepakati tiga nama calon kabupaten baru di daerah itu. Hal ini diputuskan dalam musyawarah yang berlangsung di Balai Desa Kecamatan Dewantara, Kamis 8 Oktober 2015.

Wakil Sekretaris Panitia Pemekaran Kabupaten Aceh Utara Wilayah Barat, Muslim, ST kepada Portalsatu.com, Jumat 09 Oktober 2015, mengatakan hasil masukan dari berbagai tokoh masyarakat melalui rapat-rapat tiap kecamatan dan berbagai sumber sejarah, akhirnya panitia merangkum sebanyak lima nama calon kabupaten.

“Nama-nama calon kabupaten itu kami kumpulkan saat turun ke enam kecamatan baru-baru ini, kemudian kami diskusikan. Pada rapat ketujuh bersama ketua Asosiasasi Geuchik Aceh Utara (Asgara) tiap kecamatan dan para mukim, awalnya terpilih nama Aceh Antara. Lalu, rapat kami perluas dengan melibatkan seluruh keuchik, mukim, tokoh mahasiswa dan pemuda, dan terpilih tiga nama,” ujarnya.

Tiga nama itu, kata Muslim, dijaring berdasarkan urutan suara terbanyak. Urutannya adalah Aceh Malaka mendapatkan 83 suara, Aceh Antara 54 suara, Aceh Utarajaya 42 suara, Aceh Kutaraya 34 suara, dan Aceh Dewantara 31 suara. Mekanisme pemilihan, tiap peserta rapat memilih maksimal tiga nama dari lima nama tersedia.

Selanjutnya, tiga nama yang dipilih adalah Aceh Malaka (Amal), Aceh Antara (Atra) dan Aceh Utarajaya (Auja). Oleh panitia, nama-nama ini akan diserahkan kepada Bupati Aceh Utara.

“Tiga tersebut nanti, selepas Bupati Muhammad Thaib pulang dari menunaikan ibadah haji, kami serahkan kepadanya. Beliau akan memilih satu dari tiga nama hasil masukan tokoh masyarakat,” kata Muslim.

Pada pertengahan November mendatang, katanya, panitia bersama masyarakat dari enam kecamatan akan mendeklarasi pemekaran tersebut sebagaimana kemauan masyarakat di hadapan kepala daerah. Lokasi deklarasi direncanakan di alun-alun depan Masjid Bujang Salim, Kota Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara. [] (mal)

 

 

Ini Pendapat Dua Fraksi Soal APBK Perubahan Lhokseumawe

Ini Pendapat Dua Fraksi Soal APBK Perubahan Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Lhokseumawe berharap kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar bisa bekerja semaksimal mungkin dalam memanfaatkan perubahan APBK 2015.

Hal ini Fraksi PA sampaikan saat menyampaikan pendapatnya dalam rapat Paripurna penetapan Qanun Perubahan APBK Lhokseumawe tahun anggaran 2015 di gedung dewan setempat, Kamis 08 Oktober 2015.

Fraksi PA juga memberikan beberapa pendapat kepada SKPK, seperti terkait retribusi parkir yang sistemnya diupayakan lebih terarah lagi, masalah PBB sebaiknya segera melakukan pemutakhiran data wajib pajak serta pembangunan infrastruktur untuk dapat dipercepat lelangnya.

Tak hanya itu, Fraksi PA juga menyebutkan pengadaan rumah dhuafa diharapkan mengedepankan keadilan dan juga terkait masalah pedagang kaki lima agar ditertibkan dan ditempatkan ke tempat yang lebih layak.

Sedangkan Fraksi Demokrat Bersatu yang terdiri dari Partai Demokrat, PKB, dan Hanura, mengatakan dari nota keuangan Raqan Perubahan APBK 2015, proyeksi sementara dapat disimpulkan dalam bidang pendapatan, Anggaran perubahan APBK tahun ini meningkat yakni sebesar Rp964.491.807.996 atau 23,69 persen dari Rp 779.742.156.892.

“Hal ini dilihat dari pendapatan asli daerah yang ditargetkan sebesar Rp. 67.314.758.015, dana perimbangan setelah dilakukan perubahan ditargetkan sebesar Rp646.139.246.041 serta pendapatan lain yang sah diperkirakan sebesar Rp251.037.803.940,” kata perwakilan Fraksi Demokrat Bersatu.

Sedangakan untuk bidang belanja rancangan qanun P-APBK diproyeksi setelah perubahan Rp1.063.632.768.408 atau meningkat sebesar 24,05 persen yang sebelumnya yaitu sebesar Rp.857.195.754.509 dan belanja tersebut terdiri dalam dua komponen yakni belanja tidak langsung dan belanja langsung. [] (mal)

DPRK Lhokseumawe Sahkan APBK Perubahan

DPRK Lhokseumawe Sahkan APBK Perubahan

LHOKSEUMAWE –  Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Lhokseumawe telah menetapkan APBK Perubahan,  Kamis, 08 Oktober 2015.

Sidang tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRK Lhokseumawe, Muhammad Yasir dengan dihadiri Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dan seluruh SKPD yang ada di lingkup pemerintahan Kota Lhokseumawe.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan proses pembahasan rencana perubahan APBK telah dilakukan secara bersama yang menghasilkan sebuah keputusaan antara legislatif dan eksekutif untuk dievaluasi oleh gubernur nantinya, sesuai peraturan menteri dalam negeri No 21 tahun 2011 tentang pengelolaan keuangan daerah.

“Dalam persertujuan APBK kali ini, pendapatan daerah dianggarkan sebesar RP 964.491.807.996. Selanjutnya belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 1.06.632.768.408, pembiayaan daerah dianggarkan Rp5.000.000.000, sehingga diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp.99.140.960.412 yang digunakan untuk menutupi defisit anggaran perubahan APBK tahun 2015,” katanya.

Katanya, pelaksanaan perubahan APBK 2015, selain telah memberikan banyak pengalaman yang berharga juga sebagai bahan pelajaran sekaligus menjadi tantangan untuk bekerja labih baik dengan motivasi tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Dalam rangka memenuhi amanat ssesuai ketentuana perundangan yang berlaku, hasil keputusan bersama akan langsung disampaikan kepada Guberrnur Aceh untuk dievaluasi. Kami meminta doa dan dukungannya kepada hadirin semua agar penyampaian rencagna perubahan APNK tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala yang berarti,” kata Suaidi Yahya. [] (mal)

Azhari Cage Minta Keuchik Kelola Dana Desa Sesuai Prosedur

Azhari Cage Minta Keuchik Kelola Dana Desa Sesuai Prosedur

LHOKSEUMAWE- Azhari Cage, anggota DPR Aceh dari Partai Aceh meminta kepada seluruh keuchik di Provinsi Aceh agar bisa mengelola dana desa yang mulai dikucurkan pemerintah pada tahun ini, dengan baik dan tepat sasaran.

Hal itu Azhari Cage katakan kepada Portalsatu.com di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, saat pelepasan Peserta KKN PPM Unimal, Kamis, 08 Oktober 2015.

Dia juga mengatakan terkait dengan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah di setiap gampong (desa) itu tidak sama porsinya atau bervariasi. Hal itu menurutnya  tergantung luasnya desa dan banyaknya penduduk.

“Dalam hal ini kita mengharapkan kepada seluruh keuchik di Provinsi Aceh khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara, agar dapat mengoptimalkan penggunaan dana  tersebut sesuai dengan prosedur,” katanya

Dia berharap   agar tahun pertama ini dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan pernah menyelewengkan terlebih lagi mencoba untuk melakukan pungutan-pungutan liar, karena ini merupakan program tahun perdana  yang manfaatnya untuk desa itu sendiri,” ujar  Azhari Cage.

“Kalau untuk saat ini, apakah ada oknum keuchik yang melakukan penyelewengan menyangkut dana desa tersebut, hal itu belum terukur. Karena ini kan undang-undang baru dan sedang berjalan, maka belum terukur sampai kesana, walaupun indikasi-indikasi hal tersebut tidak menutup kemungkinan nanti ada,” katanya.

“Kita akan mengetahuinya akhir  tahun ini, ketika mereka telah membuat laporan hasil pengerjaannya, maka disitulah nanti akan terindikasi semuanya. Namun terkait dari laporan-laporan masyarakat, hingga kini  ada beberapa desa di Aceh, ternyata ada  laporan mengelola dana tersebut tidak tepat guna dan diduga diselewengkan.”

Selain itu, kata Azhari Cage, ada juga  beberapa daerah yang melakukan pungutan liar. “Jadi hal ini menjadi bahan evaluasi setelah berakhirnya penggunaan dan pertanggung jawaban tahun berjalan soal dana desa tersebut,” ujar  wakil ketua komisi I DPR Aceh. [] (mal)

Dikira ingin Menculik Anak SD, Lima Warga Aceh Besar Nyaris Diamuk Massa

Dikira ingin Menculik Anak SD, Lima Warga Aceh Besar Nyaris Diamuk Massa

LHOKSUKON – Lima warga Lhoong, Aceh Besar, nyaris babak belur akibat diamuk massa di Simpang Ulee Tutu, Desa Lhokcut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kamis, 8 Oktober 2015 sekitar pukul 08.30 WIB tadi. Massa menduga ke lima warga Aceh Besar ini ingin menculik SM, bocah kelas 5 SD, warga Desa Gunci, Kecamatan Sawang.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, diketahui Irfandi, 34 tahun, salah satu korban amuk massa adalah ayah bocah SM. Dia bersama empat orang temannya menjemput SM di ruang kelas SD Negeri 16 Sawang.

Warga yang menduga telah terjadi penculikan terhadap SM kemudian menghadang ke lima korban di Simpang Ulee Tutu Desa Lhokcut.

Kapolsek Sawang, Iptu Bukhari Gamcut, kepada portalsatu.com sekitar pukul 19.30 WIB tadi mengatakan, Irfandi adalah ayah kandung SM, buah cintanya bersama Idarwati, 30 tahun. Mereka kemudian berpisah dan SM dibawa oleh sang ibu ke Sawang.

Menurut Kapolsek, Irfandi telah beberapa kali meminta kepada Idarwati, mantan istrinya agar SM dapat bertemu dengannya. Dia juga meminta Idarwati agar mengizinkan SM pulang ke rumahnya di Aceh Besar.

“Permintaan Irfandi tidak digubris oleh mantan istrinya tersebut, maka Irfandi mengambil tindakan mengajak beberapa rekannya untuk menjemput anaknya saat sedang belajar di ruangannya,” kata Kapolsek Sawang.

Bukhari mengatakan saat Irfandi tiba di sekolah langsung membawa SM walau telah dilarang oleh gurunya yang sedang mengajar. Melihat kejadian itu, sang guru melaporkan kepada kepala sekolah serta mengejar ke lima warga Aceh Besar tersebut sambil berteriak menyebutkan penculik.

Warga yang sedang berada di seputaran lokasi langsung menghentikan mobil yang ditumpangi Irfandi dan rekan-rekan.

Kapolsek Bukhari Gamcut mengatakan kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dirinya sudah memanggil pihak-pihak terkait dan mereka telah memutuskan untuk berdamai sesuai adat.[](bna)

Diduga Lakukan Asusila, WNA Bangladesh “Diamankan” Warga

Diduga Lakukan Asusila, WNA Bangladesh “Diamankan” Warga

LHOKSEUMAWE – Imigran asal Bangladesh berinisial MR, 20 tahun, yang selama ini ditampung di kantor bekas Imigrasi, Penteut, diduga melakukan tindakan asusila sesama jenis. Dia diamankan oleh Satpol PP dan WH Lhokseumawe bersama teman kencannya asal Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe berinisial DA, 24 tahun.

Tindakan asusila ini diduga dilakukan di kawasan hutan, seputaran jalan Elak, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Aceh Utara Kamis, 8 Oktober 2015 sekitar pukul 01.00 WIB.

Kejadian ini pertama kali disaksikan oleh masyarakat setempat yang mencurigai keberadaan kedua pemuda Bangladesh tersebut di semak-semak. Saksi mata kemudian memberitahukan hal ini kepada warga lainnya yang kemudian menangkap MR dan DA untuk diserahkan ke Satpol PP dan WH Lhokseumawe.

Kepala Tata Usaha (TU) Satpol PP dan WH, Miharza, mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait penangkapan dua warga Bangladesh ini.

“Kita belum tahu kronologisnya seperti apa, karena saat itu warga yang menangkap dan mereka tidak memberikan penjelasan termasuk saat diminta untuk jadi saksi para masyarakat desa itu tidak mau menceritakan kronologisnya,” kata Miharza.

Dia mengatakan kedua warga Bangladesh tersebut hingga kini hanya berstatus titipan sementara di Kantor Satpol PP dan WH kota Lhokseumawe.

“Jika kita ambil tindakan lebih lanjut ini perlu telaah lagi sebab salah satunya ada WNA,” katanya.

Dia mengatakan penyidik WH kesulitan untuk memproses kasus ini akibat tidak ada saksi yang bisa diambil keterangannya. “Dengan demikian dua laki-laki itu masih diamankan dan dimintai keterangan agar duduk perkaranya akan kita ketahui nantinya,” katanya.‎[](bna)

Foto: Ilustrasi

Suaidi Berharap Mahasiswa KKN-PPM Beri Pencerahan tentang UU Desa

Suaidi Berharap Mahasiswa KKN-PPM Beri Pencerahan tentang UU Desa

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya berharap mahasiswa Unimal peserta KKN-PPM memberikan pencerahan kepada masyarakat dan aparat gampong (desa) terkait penerapan Undang-Undang tentang Desa.

Suaidi menyampaikan harapan itu saat melepas 534 mahasiswa KKN-PPM di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Kita berharap seluruh mahasiswa ikut andil memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suaidi.

Menurut Suaidi, dana desa harus direalisasikan sebagaimana ketentuan berlaku agar terhindar dari penyimpangan. Itu sebabnya, kata dia, dibutuhkan kematangan pemahaman bagi pihak-pihak yang akan mengelola dana tersebut.

Suaidi menambahkan, perguruan tinggi dan pemerintah memegang peranan penting untuk mempercepat proses pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Kegiatan mahasiswa KKN ini merupakan salah satu upaya yang dapat diarahkan pada penyelesaian masalah yang langsung bermanfaat kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap kegiatan mahasiswa KKN-PPM berjalan lancar dan tidak ternodai oleh hal-hal yang bertentangan dengan adat istiadat Aceh. “Lakukan yang terbaik demi membangun daerah kita ini,” kata Suaidi Yahya.[] (*sar)

534 Mahasiswa KKN-PPM, Rektor Unimal: Dana Desa Jangan Sia-Sia

534 Mahasiswa KKN-PPM, Rektor Unimal: Dana Desa Jangan Sia-Sia

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 534 mahasiswa Universitas Malikussaleh mengikuti kegiatan pelepasan di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 8 Oktober 2015 dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Amatan portalsatu.com, acara pelepasan mahasiswa KKN-PPM Unimal dipimpin Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya. Turut hadir anggota Komisi IX DPR RI asal Aceh Khaidir, Wakil Komisi I DPR Aceh Azhari alias Cage, Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar, Sekda Lhokseumawe Dasni Yuzar, dan kalangan lainnya.

Rektor  Apridar berharap mahasiswa KKN-PPM mampu memberikan pemahaman tentang Undang-Undang tentang Desa kepada masyarakat dan aparat gampong (desa). Sebab, kata dia, KKN-PPM tahun ini bertema “Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dalam Upaya Merevitalisasi Gampong sebagai Pusat Pembangunan Menuju Indonesia Berdikari dan Berkemajuan”.

“Seluruh mahasiswa harus memahami Undang-Undang tentang Desa dengan baik agar nantinya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Undang-undang itu tidak akan bermakna apabila kita semua tidak mendukung dan mensosialisasikan dengan baik,” kata Apridar.

Apridar menyebutkan, dana desa yang terealisasi dengan baik tentu akan lebih menyejahterakan masyarakat dan memajukan desa. “Jangan sampai dana dengan jumlah besar yang dikucurkan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terbuang dengan sia-sia. Karena itu, mahasiswa harus mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN-PPM Angkatan XVIII Unimal, Anwar Puteh, S.E., M.E., menyebutkan, jumlah peserta KKN sebanyak 534, terbagi 246 laki-laki dan 288 perempuan.

“Tahun ini kita lepaskan mereka ke tiga kecamatan di Kota Lhokseumawe, yakni Muara Satu lima gampong, Muara Dua sembilan gampong dan Blang Mangat sebanyak 21 gampong,” kata Anwar.

Anwar menambahkan, mahasiswa tersebut masing-masing dari Fakultas Hukum 38 orang, Fakultas Teknik 58 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 107 orang, FISIP 145 orang dan Fakultas Ekonomi 186 orang.[] (idg/*sar)

Jembatan Menghubungkan Pirak Timu-Lhoksukon Rusak

Jembatan Menghubungkan Pirak Timu-Lhoksukon Rusak

LHOKSEUMAWE – Jembatan gantung menghubungkan Desa Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu dengan Desa Asan Arakeumudi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak parah. Pasalnya, kayu penyangga lantai jembatan tersebut sudah patah.

“Jembatan itu jalur penghubung menuju kota Lhoksukon, Ibukota Aceh Utara. Dari Asan Krueng Kreh menuju Lhoksukon jarak tempuh hanya satu kilometer, maka masyarakat umumnya melintasi jembatan tersebut,” kata Abdul Majid, Ketua Pemuda Asan Krueng Kreh kepada portalsatu.com, Rabu, 7 Oktober 2015.

Abdul Majid merasa kecewa terhadap Pemerintah Aceh Utara lantaran terkesan mengabaikan jembatan rusak itu. Jika tidak segera diperbaiki, kata dia, kondisi tersebut membahayakan masyarakat terutama anak sekolah yang melintasi jembatan itu.

“Sejak perdamaian (Aceh) sampai sekarang masyarakat Pirak Timu khususnya Desa Asan Krueng Kreh, Beracan Rata, Trieng Krueng Kreh, Gelumpang, dan Rengkam, harus waspada dengan kondisi jembatan gantung tersebut. Apalagi saat musim banjir akan menimbulkan kendala yang besar bagi masyarakat,” ujar Abdul Majid.[]

Foto: Jembatan gantung menghubungkan Desa Asan Krueng Kreh-Asan Arakeumudi.

 

Ketua Persit KCK Iskandar Muda Kunjungi ‘Gampong Entrepreneur’

Ketua Persit KCK Iskandar Muda Kunjungi ‘Gampong Entrepreneur’

LHOKSEUMAWE – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD Iskandar Muda, Ny. Aik Agus Kriswanto didampingi Ketua Persit KCK Korcab Korem-011/Lilawangsa, Ny. Fenty Dedy Agus mengunjungi “Gampong Entrepreneur” di Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu, 7 Oktober 2015.

Ny. Aik Agus Kriswanto kepada portalsatu.com mengatakan pihaknya mengapresiasi kaum ibu di gampong itu yang menjalankan usaha bandeng presto, bandeng tanpa duri, dan penganan tradisional. Tiga jenis usaha ini binaan Muklis Azhar akrab disapa Pak Ulis, anggota DPRK Lhokseumawe.

Ada pula hasil kerajinan tangan binaan anggota Koramil Muara Dua, Kodim 0103/Aceh Utara berupa pembuatan kue bolu dan produk lainnya di Simpang Buloh, Kecamatan Muara Dua, dan toko Kerajinan Bungong di Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu.

Alhamdulillah, bandeng presto ini sudah mendapat hasil yang baik, produksi dan penjualan. Semoga akan terus lahir entrepreneur dari desa, baik kelompok dan perorangan,” ujar Muklis Azhar yang mendampingi kunjungan istri Pangdam Iskandar Muda dan istri Danrem-011/Lilawangsa itu.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ny. Eka Oktavia, Ketua Persit Cabang Kodim 0103/Aceh Utara.[]