Author: ANTARA

BPBD Pidie: Belum Ada Informasi Dampak Gempa

BPBD Pidie: Belum Ada Informasi Dampak Gempa

Banda Aceh  – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Apriadi menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dampak gempa yang melanda kawasan tersebut.

“Saya belum menerima informasi dampak gempa dari para camat dan informasi gempa dari BMKG juga tidak ada,” katanya dihubungi di Banda Aceh, Kamis malam.

Ia menjelaskan saat gempa terjadi, warga di Kota Sigli sempat keluar rumah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis gempa yang terjadi sekitar pukul 20.56 WIB itu berkekuatan 4,9 SR dengan lokasi 4.8 LU – 96.17 BT dengan kedalaman 10 KM. Ada pun pusat gempa tersebut berada di darat 24 KM Tenggara Kabupaten Pidie.

“Setiap informasi gempa selalu kami terima, namun saat gempa terjadi di daerah sendiri kami tidak mendapat informasi cepat,” katanya.

Pihaknya berharap informasi gempa yang terjadi di daerah dapat diterima secepatnya seperti informasi yang kerap diterima saat terjadi di daerah lainnya.

Ia menambahkan pihaknya juga terus memantau perkembangan pascagempa yang melanda kawasan tersebut.

Gempa berkekuatan 4,9 SR tersebut juga dirasakan masyarakat di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh. | sumber: antara

Dinkes: Belum Ada Korban Akibat Asap

Dinkes: Belum Ada Korban Akibat Asap

MEULABOH – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memastikan belum ada warga yang terdampak penyakit akibat kabut asap yang terus menebal dipicu kebakaran lahan dan hutan di sebagian wilayah Sumatera.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat dr Zafril Luthfy di Meulaboh, Kamis, mengatakan bahwa kondisi udara di kawasan setempat juga masih aman karena pencemaran udara belum sampai pada taraf mengkhawatirkan.

“Laporan asap pekat memang sudah kami terima, tapi sampai hari ini belum ada warga yang terserang penyakit, tapi kalau itu terjadi kami sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk memberikan penanganan segera mungkin kepada masyarakat,” katanya.

Hingga Kamis (8/10) siang asap terus menebal menyelimuti kawasan Aceh Barat bahkan mengepung Kota Meulaboh, kondisi kabut asap terjadi hilang timbul karena curah hujan dalam sepekan ini membantu menghilangkan ka asap sebelumnya.

Kabut asap yang menyelimuti kawasan Aceh Barat merupakan kiriman dari daerah tetangga berasal dari kebakaran lahan dan hutan di sejumlah kawasan penyumbang titik panas api, jarak pandang masih di atas 2.000 meter (2 km).

Kata dr Luthfy dari suasana asap pekat laporan diterima pihaknya belum mempengaruhi kesehatan warga, belum ada gejala penyakit ditimbulkan oleh asap seperti infeksi saluran pernafasan atas (ispa) maupun gejala lainnya.

“Untuk upaya antisipasi kami sudah mempersiapkan masker apabila masyarakat membutuhkan. Tapi di sini belum begitu nampak pengaruh, di bawah 1 km biasanya sudah mempengaruhi,”imbuhnya.

Sementara itu kabut asap juga dilaporkan semakin menebal di sejumlah kabupaten lain di wilayah barat selatan Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Selatan kabut asap sudah mempengaruhi perekonomian masyarakat karena tidak dapat beraktivitas.

“Berdasarkan laporan kabut asap terus menebal, nelayan di sebagian tempat sejak kemarin  tidak dapat melaut karena jarak pandang nelayan di tengah laut tidak nampak jelas,” kata Panglima Laot (pemangku adat laut) Aceh Selatan M Jamil.

Selain itu, hal serupa juga dilaporkan dari Kabupaten Simuelue yang merupakan pulau terluar di provinsi paling ujung barat Indonesia, kabut asap yang melanda kawasan itu sempat menghilang, namun tiba-tiba kembali menebal dalam waktu satu hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat kabut asap tersebut juga sudah mempengaruhi aktivitas penerbangan pada Bandara Cut Nyak Dhien di Kabupaten Nagan Raya, sejumlah penerbangan terpaksa harus di censel (ditunda).

“Penerbangan tertunda pagi tadi akibat kabut asap, tapi siang ini untuk penerbangan pada jam tiga (15.00 WIB) sudah mulai lagi,” kata Kepala Bandara Cut Nyak Dhien Juli yang dihubungi berada di Jakarta. | sumber: antara

 

Komite Etik FIFA Skors Blatter dan Platini

Komite Etik FIFA Skors Blatter dan Platini

ZURICH – Komite Etik FIFA pada Kamis menjatuhkan hukuman skors kepada presiden badan sepak bola dunia Sepp Blatter dan pemimpin UEFA Michel Platini selama 90 hari.

Komite etik independen juga menskors Chung Mong-Joon asal Korea Selatan, yang seperti Platini merupakan kandidat presiden FIFA, selama enam tahun.

Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke, yang sudah dibebastugaskan oleh FIFA menyangkut kasus tiket, juga diskors selama 90 hari, demikian AFP.[] sumber: antaranews.com

Menyiasati Agar Mainan Tak Pernah Usang

Menyiasati Agar Mainan Tak Pernah Usang

DI bawah kreativitas orangtua, mainan yang didesain untuk usia bayi baru lahir pun dapat tetap relevan dimainkan oleh anak yang usianya lebih tua, begitu pula sebaliknya.

“Tak ada istilah mainan usang sudah harus dibuang selama orangtua kreatif,” kata spesialis anak dr. Markus Danusantoso dalam media gathering di Jakarta, Rabu.

Dokter yang membuka praktik di RSU Bunda Jakarta itu mengatakan kerap mainan-mainan yang didesain untuk bayi baru lahir menjadi terbengkalai saat anak beranjak besar karena orangtua mengira mainan tersebut sudah tidak bisa digunakan kembali.

“Sebenarnya bisa, tergantung cara memainkannya yang disesuaikan untuk perkembangan anak,” ujar dia.

Sebagai contoh, ketika anak sudah bisa mengenal warna, orangtua dapat menyuruh buah hati untuk mengelompokkan mainan-mainan lama sesuai dengan warnanya.

“Mainan untuk bayi baru lahir bisa dipakai anak lebih besar, misalnya ‘coba bawakan mainan berwarna merah’,” papar dia.

Sebaliknya, anak juga bisa bebas memainkan mainan yang didesain untuk usia lebih tua selama orangtua dapat menyiasatinya.

Misalnya mainan bersusun yang membutuhkan kemampuan jari tangan anak dapat dipakai untuk menstimulasi pancaindera bayi baru lahir. Tentunya bayi belum mampu menyusun mainan, tapi orangtua dapat memakainya untuk memperkenalkan warna bagi si buah hati.[] sumber: antaranews.com

Kepala Bappeda: Serapan Otsus di Aceh Barat Capai 75 Persen

Kepala Bappeda: Serapan Otsus di Aceh Barat Capai 75 Persen

MEULABOH – Realisasi serapan kegiatan fisik sejumlah proyek pembangunan bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh telah memuaskan karena mencapai target 75 persen hingga tahap ke-II 2015.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Barat T Ahmad Dadek saat ditemuai di Meulaboh, Kamis, 8 Oktober 2015, mengatakan dari total dana otsus Rp126 miliar realisasi fisik pekerjaan rata-rata 70-75 persen dengan serapan anggaran 60 persen.

“Sebanyak Rp126 miliar dana otsus itu sudah berjalan on time di Aceh Barat, pada Desember 2015 ini kita menargetkan seluruh kegiatan sudah 100 persen baik realisasi fisik maupun keuangan,” katanya.

Ahmad Dadek menjelaskan, pencapaian 60 persen serapan anggaran tersebut telah memasuki tahap kedua yang masih dinantikan pengajuannya oleh rekanan/kontraktor, namun ditargetkan pada Desember 2015 pencapaian kegiatan sudah terlaksana 100 persen.

Malahan kata dia, untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut Pemkab Aceh Barat telah menyalurkan sebagian anggaran kepada beberapa proyek memuaskan dari total dana otsus yang telah diterima pemda setempat.

Meskipun demikian diakui ada satu kegiatan pembangunan TK Pembina yang masih perlu dipacu dengan penambahan pekerja, itu merupakan hasil dari penelitian dilakukan oleh tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K).

“Hasil penelitian tim P2K, mereka sudah datang beberapa hari lalu, itu hanya satu masalah mereka temukan keterlambatan pada gedung TK Pembina, yang lain seperti jalan dan sebagainya itu sudah sesuai schedule dan kontrak kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengawal berbagai pencapaian kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terhadap serapan Pendapatan Asli daerah (PAD), pihaknya juga sudah membentuk tim pemantau dan evaluasi.

Lanjut Dadek, untuk memacu pembangunan dan pemasukan daerah tim pelaksana realisasi kegiatan daerah telah merumuskan beberapa catatan penting menyangkut tangihan PAD berasal dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang belum terserap maksimal.

Demikian juga menyangkut pengadaan-pengadaan melalui pihak rekanan terhadap peralatan kesehatan serta kendaraan dinas yang sudah ditentukan standar harganya oleh pemerintah melalui pihak rekanan.

“Apapun pembangunan dari kegiatan di daerah berpengaruh pada PAD. Karena itu sudah ada tim juga yang terus melakukan evaluasi realisasi kegiatan pada setiap SKPD sehingga terlaksana sebagaimana direncanakan,” katanya menambahkan.[] sumber: antaranews.com

Dewan Sesalkan Minimnya Promosi Even Nasional

Dewan Sesalkan Minimnya Promosi Even Nasional

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh Irwansyah menyesalkan minimnya promosi even nasional Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke XVII yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 7-12 Oktober 2015.

“Akibat minimnya promosi tersebut, banyak warga yang tidak mengetahui akan pelaksanaan kegiatan yang menelan biaya belasan miliar tersebut,” kata Irwansyah di Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2015.

Pekan Inovasi (PIN) Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional dan TTG Nasional XVII rencananya akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh, Kamis (8/10).

Irwansyah mengingatkan Pemerintah Aceh, jika kegiatan bertaraf nasional tersebut tidak dikelola dengan baik, maka menjadi kampanye hitam bagi Aceh. Padahal tujuan kegiatan tersebut sekaligus untuk mempromosikan Aceh kepada daerah-daerah lain.

“Jangankan warga dari luar Banda Aceh, warga di sekitar arena di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, banyak yang tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut,” kata Irwansyah.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dirinya sudah mendatangi lokasi kegiatan. Even nasional tersebut tidak sesuai harganya belasan miliar karena dikelola secara amatiran.

“Saya sudah kunjungi dan saya melihat even seharga Rp14 miliar itu, tapi dikelola secara amatiran, tidak terlihat adanya kemegahan dari Aceh,” ujar Irwansyah yang juga ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh.

Irwansyah juga menyoroti kesiapan panitia dalam menyiapkan infrastruktur pameran. Padahal kegiatan sudah sangat dekat,namun anjungan peserta maupun tempat lainnya belum selesai dikerjakan.

Selain itu, Irwansyah mengatakan banyak pedagang kaki lima yang bertanya-tanya apakah mereka bisa berjualan di sekitar lokasi acara tingkat nasional tersebut.

“Banyak pedagang yang tanya apakah bisa jualan di situ. Mereka mendapat informasi valid tentang itu. Seharusnya, kegiatan berskala nasional ini juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama pedagang kaki lima,” ujar anggota komisi C DPRK Banda Aceh itu.

Kendati menilai pelaksanaan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna banyak masalah, Irwansyah mengapresiasi pemerintah pusat memberikan kepercayaan bagi Aceh untuk menyelenggarakan even nasional.

“Tentu ini dengan lobi pemerintah Aceh, sehingga even penting ini dilaksanakan di Banda Aceh. Ini menguntungkan Aceh khususnya Banda Aceh. Namun kami ingatkan pemerintah ini bukan even main-main makanya harus dikelola secara serius,” pungkas Irwansyah.[] sumber: antaranews.com

BMKG: Kabut Asap Belum Hilang Dari Lhokseumawe

BMKG: Kabut Asap Belum Hilang Dari Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah Pulau Sumatera masih belum hilang di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Prakirawan BMKG Stasiun Lhokseumawe Syifaul Fuad mengatakan, kabut asap belum bisa hilang dari Kota Lhokseumawe, meskipun jarak pandang mulai membaik.

“Dilihat dari pola titik panas di daerah kebakaran lahan, seperti di Jambi, Pekanbaru, dan arah angin yang mengarah ke wilayah Aceh, kemungkinan kabut asap belum bisa hilang di Lhokseumawe hingga beberapa hari mendatang,” ujar Syifaul Fuad.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya, di Provinsi Aceh tidak terdapat titik panasi, maka kabut asap yang melanda wilayah Kota Lhokseumawe, merupakan asap kiriman dari sejumlah daerah lain di Sumatera.

Meskipun masih diselimuti asap, jarak pandang  di kota setempat mulai, yaitu mencapai tigakilometer dan sebelumnya jarak pandang hanya mencapai 500 meter sampai satu kilometer, akibat asap yang semakin pekat.

“Dini hari tadi jarak pandang masih mencapai satu kilometer, namun pagi hingga siang ini jarak pandang sudah mulai terbuka, yaitu mencapai tiga kilometer bahkan bisa lebih membaik lagi,” tutur Syifaul.

BMKG stasiun Lhokseumawe mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan kendaraan bermotor, karena jarak pandang yang terbatas dan lebih baik menghidupkan lampu apabila saat berkendara.

Selain itu, kabut asap tersebut juga sangat menganggu kesehatan maka lebih baik menggunakan masker apabila sedang beraktifitas, karena akibat kabut asap udara menjadi tercemar dan tidak sehat.

“Bagi pengendara lebih baik menghidupkan lampu saat berkendara agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, kalau dari segi kesehatan lebih baik menggunakan masker saat beraktivitas,” kata Syifaul. | sumber: antara

Jumlah WNI Tewas Korban Mina Bertambah

Jumlah WNI Tewas Korban Mina Bertambah

MEKKAH – Anggota jemaah haji Indonesia yang wafat dalam peristiwa di Jalan 204, Mina, bertambah 17 orang dari semula 103 orang pada pengumuman sebelumnya, sehingga sekarang menjadi 120 orang.

“Pada Rabu 7 Oktober pukul 08.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kami laporkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat bertambah 17 orang,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu.

Dengan demikian lanjut dia, jumlah anggota jemaah haji Indonesia yang wafat sampai hari ini dalam peristiwa Mina sebanyak 120 orang terdiri atas 115 orang merupakan anggota jemaah asal Indonesia dan lima orang WNI yang telah bermukim di Arab Saudi.

Penemuan atau identifikasi jenazah anggota jemaah yang wafat pada hari ini, kata Arsyad, seluruhnya merupakan anggota jemaah asal Indonesia, yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat.

Ketujuh belas nama baru yang diidentifikasi meninggal tersebut adalah:

Jawa Barat (kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi, JKS 61)

1. Yoyom Maryam Abdullah dengan nomor paspor B1200064

2.Tintin Mulyatin Ahmad Sujadi dengan nomor paspor B0933088

3. Euis Komariah Muharam dengan nomor paspor B0724731

4. Ira Kusmira Dede Herlan dengan nomor paspor B0733174

5. Rumiyati Muhnyono Azali dengan nomor paspor B143885

6. Ade Sutarna Atang dengan nomor paspor B0932992

7. Suparman Sarkosih Lamiri dengan nomor paspor B0476613

8. Dik dik Mochamad Tasdik dengan nomor paspor B0733180

9. Dahlan Djambek Ardiwijaya dengan nomor paspor A0733180

10. Rohendi Iskandar Hadiwijaya dengan nomor paspor B0476603

Surabaya

11. Wati Ibrahim Saman (SUB 28) dengan nomor paspor B1027953

12. Zaini Mauelan Ishaq (SUB 48) dengan nomor paspor A6884560

13. Masykur Atmino Asti (SUB 48) dengan nomor paspor B10231173

14. Siti Asiah Paijan Wiryo (SUB 36) dengan nomor paspor B1021771

15. Mulyono Demo Kaimihan (SUB 36) dengan nomor paspor B1021803

Makasar

16. Lasikki Laompo Rahman (UPG 10) dengan nomor paspor B0693314

Solo

17. Sugenng Triyanto Soeratman Hadimulyo (SOC 62) dengan nomor paspor B0876704

“Mereka semua diidentifikasi berdasarkan pencarian file dokumen jenazah yang ada di pemulasaraan mayat, Al Muashim, Mekkah,” ujar Arsyad.

Dengan penemuan dan identifikasi korban baru tersebut, lanjut dia, saat ini masih ada delapan anggota jemaah yang masih belum kembali ke pemondokan mereka. Jumlah tersebut berkurang dari yang diumumkan sebelumnya sebanyak 25 orang. Mereka yang masih hilang berasal dari kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak tiga orang dan JKS 61 sebanyak lima orang. Sedangkan jumlah jemaah yang masih dirawat tetap berjumlah lima orang.

“Kami dari tim PPIH dari unsur Kemenag, Kemenkes, TNI dan DVI dan KJRI akan senantiasa menelusuri jemaah yg belum kembali sampai hari ini,” ujar Arsyad.[] sumber: antaranews.com

RAPBK Aceh Selatan 2016 Diusulkan Rp1,283 Triliun

RAPBK Aceh Selatan 2016 Diusulkan Rp1,283 Triliun

TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) tahun 2016 sebesar Rp1,283 triliun.

Laporan nota keuangan tersebut disampaikan Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra pada pembukaan rapat Paripurna ¿ II tentang RAPBK 2016 dan Prolegda Kabupaten prioritas tahun 2016 serta 6 (enam) rancangan qanun prolegda kabupaten prioritas tahun 2015 di Tapaktuan, Rabu.

Adapun komposisi RAPBK Aceh Selatan tahun 2016 tersebut terdiri dari pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,283 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp94 miliar, dana perimbangan sebesar Rp872 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp316 miliar.

Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,313 triliun lebih dimana belanja daerah tersebut masing-masing dialokasikan untuk belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp827 miliar dan belanja langsung direncanakan sebesar Rp485 miliar.

Selanjutnya, untuk penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp34 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp4 miliar.

“Namun angka ini dapat mengalami perubahan berdasarkan kebutuhan yang mesti kita penuhi sesuai qanun penyertaan modal daerah, karena setelah disampaikan ke dewan, kita masih melihat banyak peluang dan kebutuhan yang kita tindaklanjuti di tahun anggaran 2016 ini, apalagi kita menggunakan pagu indikatif dalam pembahasan ini,” kata Sama Indra.

Bupati mengatakan, anggaran pendapatan dan belanja kabupaten merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah kabupaten yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah kabupaten dan DPRK yang dituangkan dalam persetujuan bersama, keputusan dewan dan ditetapkan dengan qanun.

Selain sebagai rencana keuangan tahunan pemerintah kabupaten, sambung Bupati, dalam RAPBK Aceh Selatan tahun anggaran 2016, juga harus tergambar semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan kabupaten yang dapat dinilai dengan uang.

“Kami mengharapkan kepada anggota dewan agar berkenan membahas rancangan nota keuangan RAPBK tahun anggaran 2016, prolegda prioritas tahun 2016 serta 6 (enam) rancangan qanun prolegda Kabupaten prioritas tahun 2015  tersebut, dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katnya.

Pengambilan pesetujuan bersama DPRK dengan kepala daerah dilakukan selambat-lambatnya 1 ) bulan sebelum tahun anggaran 2016 berakhir sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 tahun 2015 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2016, katanya. | Sumber: antara

Polisi Aceh Barat Tangkap Pencuri Tabung Gas

Polisi Aceh Barat Tangkap Pencuri Tabung Gas

MEULABOH – Pihak kepolisian berhasil meringkus tiga pria yang merupakan komplotan pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kanit Reskrim Polsek Johan Pahlawan Bripka Limochty di Meulaboh Selasa mengatakan, bersama tersangka pihak kepolisian juga menemukan sejumlah barang bukti lain.

“Komplotan pencuri rumah kosong ini melakukan aksinya secara tunggal dengan modus pura-pura menjadi penampung barang rongsokan keliling dan mengintai rumah-rumah yang tidak ada penghuninya,” katanya.

Beberapa baranga bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian diantaranya 11 unit tabung gas elpiji subsidi 3 Kilogram, 12 unit tabung gas 12 kilogram, dua unit Laptop,tiga unit smartphone,satu unit Tablet dan lima mayam emas perhiasan atau seberat 17,5 gram yang dicuri dalam beberapa rumah warga.

Satu dari tiga orang pencuri rumah kosong tersebut masih berusia remaja yakni inisial IRW (15), sementara dua lainya Dedi Efendi (23) dan M Danil (18), ketiga pencuria tersebut selama ini dilaporkan sangat meresahkan warga Meulaboh.

Kata Bripka Limochty, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan karena belum menemukan kepala komplotan sebagai otak pelaku, karena sampai ketiganya tertangkap tersangka mengaku hasil mereka dapatkan dibagi rata dan dinikmati masing-masing.

“Dari ketiga tersangka telah diamankan, dua diantaranya merupakan pelaku pencurian, sedangkan Dedi Efendi merupakan pelaku pertolongan jahat atau yang membantu menjual hasil curian,” imbuhnya.

Komplotan tersebut ditangkap secara terpisah masih dalam kota Meulaboh Kecamatan Johan Pahlawan, satu orang ditangkap saat sedang mencuri tabung gas di Desa Rundeng, kemudian dua lainya ditangkap dalam rumah di Desa Ujong Kalak.

Dari tertangkapnya ketiga pelaku tersebut kata Kanit Polsek JP ini, pihak kepolisian menduga masih ada beberapa barang bukti lain yang belum diungkapkan tersangka, maupaun adanya pelaku lain yang belum ditangkap.

Atas kejahatan dilakukan tersebut tersangka yang saat ini ditahanan Polsek Johan Pahlawan diancam dengan hukuman tujuh tahun penjara sesuai pasal 362 juncto 363 ayat I poin 5 E Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Karena itu kami masih terus melakukan upaya pengembangan, karena dari tertangkapnya tiga pelaku ini masih ada barang bukti yang belum diungkap maupun pelaku lain,” katanya menambahkan. | sumber: antara