Author: MAULANA AMRI

Polres Aceh Timur Sita 7 Ton Minyak Mentah Ilegal

Polres Aceh Timur Sita 7 Ton Minyak Mentah Ilegal

IDI RAYEUK – Jajaran Kepolisian Aceh Timur berhasil mengamankan 7 ton minyak mentah ilegal di jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya kawasan Desa Cot Glumpang, Kecamatan Peureulak Kota, Kabupaten Aceh Timur, Kamis 1 Oktober 2015.

“Kita telah mengamankan lebih kurang 7 ton minyak mentah ilegal di kawasan Desa Cot Glumpang tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu 30 September 2015,” ujar Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu saat dikonfirmasi portalsatu.com sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya dalam proses penangkapan tersebut pihak kepolisian juga mengamankan satu unit mobil colt dan dua orang sopir. Salah satunya bernama Bukhari, 70 tahun, warga Simpang Klik, Kecamatan Peurelak. Satu orang lagi yang dibawa ke Mapolres adalah Usman Ibrahim, 35 tahun, warga Desa Matang Pelawi Kecamatan Pereulak Kota.

“Menurut keterangan kedua sopir tersebut, minyak mentah ilegal akan dibawa ke daerah Banda Aceh untuk dijual. Untuk saat ini semua barang bukti dan kedua sopir telah kami amankan di Polres Aceh Timur guna untuk pemeriksaan lanjut,” ujar Budi.[](bna)

Sekda Buka Rakor Teknis Bidang Kesehatan

Sekda Buka Rakor Teknis Bidang Kesehatan

IDI—Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat,S.STP,M.AP, membuka rapat koordinasi teknis dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja Dinas Kesehatan da RSUD di Kabupaten Aceh Timur, Rabu 30 September 2015. Kegiatan yang diikuti lebih 50 peserta itu dipusatkan di Aula Serbaguna Idi.

Dalam sambutannya, Sekda M. Ikhsan Ahyat menjelaskan, persoalan kesehatan merupakan masalah yang harus mendapat perioritas nomor satu dalam proses penanganan. Sebab, kenyataan di lapangan masih menunjukkan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pemikiran dan kesungguhan.

Menurut M. Ikhsan Ahyat, pemenuhan kecukupan gizi khususnya terhadap kelompok populasi yang rentan yaitu balita dan ibu hamil, munculnya gizi buruk, penyakit paru, polio serta ancaman avian flu, HIV/AIDS, malaria dan demam berdarah merupakan masalah yang serius dan perlu penanganan lebih lanjut.

Kata dia, munculnya penyakit disekitar lingkungan antara lain disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, pola hidup da makanan yang tidak sehat serta dangkalnya pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan, seperti memeriksa kesehatan. Perlu diketahui, kata Sekda, dampak makro yang diakibatkan berbagai penyakit adalah berkurangnya produktifitas suatu daerah.

Dalam kesempatan itu hadir antara lain unsur Forkominda, perwakilan instansi terkait seperti Bappeda, BPMPKS, Dinas Pendidikan, Kemenag, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan RSUD Dr.Zubir Mahmud. Sedangkan peserta hadir 10 camat, PKK, Ka UPT Puskesmas, Koordinator Bidan Desa, 10 Bidan Desa, 10 Keuchik dan perwakilan Dinas Kesehatan Aceh Timur. [] (MAL)

200 Hektare Padi Gagal Akibat Banjir di Simpang Jernih

200 Hektare Padi Gagal Akibat Banjir di Simpang Jernih

IDI RAYEUK- Sekitar 200 hektare tanaman  padi milik warga Simpang Jernih, gagal panen akibat banjir.

“Kegiatan warga sekitar desa Simpang Jernih, Pante Kara, Batu Sumbang dan desa Ranto Panjang Bedari kembali normal seperti biasanya hingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa pasca banjir. Namun lebih kurang 200 hektare  tanaman padi gagal panen,” ujar   Camat Simpang Jernih, Drs. Ahmad,  saat dikonfirmasi portalsatu sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangannya, banjir sempat  merendam empat desa dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir akibat  curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai Ranto Panjang Bedari.

“Namun sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa dan dapat kita beritahukan kegiatan masyarakat sudah seperti biasanya. Begitu juga untuk aktivitas sekolah tidak ada yang terhenti,” katanya.

Katanya, untuk mengantisipasi datangnya banjir kiriman, pihak kecamatan Simpang Jernih selalu berkoodinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Timur (BPBD).

“Karena kita kitahui daerah  kecamatan Simpang Jernih rentan banjir jika musim hujan tiba, dan kita tetap terus upayakan keselamatan untuk masyarakat setempat,” katanya. [] (mal)

Imigrasi Langsa Masih Lacak Keberadaan Dua Wanita Pengungsi Rohingya yang Kabur

Imigrasi Langsa Masih Lacak Keberadaan Dua Wanita Pengungsi Rohingya yang Kabur

IDI RAYEUK – Petugas Imigrasi Wilayah Langsa Aceh Timur dan Aceh Tamiang terus berupaya mencari dua wanita pengungsi Rohingya yang kabur dari kamp Bayeun pada Selasa, 29 September 2015 kemarin.

“Untuk saat ini kita belum mengetahui keberadaan kedua pengungsi yang kabur di kamp pengungsian Bayeun. Namun pihak kita terus berupaya melakukan pencarian dengan melakukan koordinasi dengan pihak lain seperti kepolisian, UNHCR, IOM dan imigrasi Polonia Medan Sumatra Utara,” ujar Kasiwadakim Imigrasi Langsa, Afrizal, saat dikonfirmasi oleh portalsatu.com pada Rabu, 30 September 2015 sekitar pukul 16:00 WIB.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kaburnya pengungsi Rohingya, pihak imigrasi akan memperketat penjagaan di lokasi kamp, baik di Bayeun dan di Kota Langsa.

“Upaya pengamanan kita sudah melakukannya setiap hari dengan ditugaskan anggota Imigrasi bersama pihak kepolisian dan Satpol PP. Jadi kalau ada yang lari seperti itu, kita juga tidak mengetahui keluarnya dari mana, bisa saja diperketat penjagaan di depan, mereka keluar dari belakang, dan ini tugas kita untuk memperbaiki sistem keamanan,” katanya.

Untuk proses pencarian, lanjutnya, pihak Imigrasi Langsa telah berkoordiansi dengan Imigrasi Polonia Medan, Sumatera Utara. Menurutnya jika dua pengungsi tersebut ditemukan di wilayah Medan akan dikirim kembali ke kamp pengungsian.

“Kita berharap mereka bisa kita bawa kembali ke kamp dengan hasil kerja sama yang sudah kita bangun dengan kepolisian, IOM, dan UNHCR,” katanya.[](bna)

Dua Wanita Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsi di Aceh Timur

Dua Wanita Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsi di Aceh Timur

IDI RAYEUK- Dua wanita  Rohingya kabur dari kamp pengungsian Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Selasa 29 September 2015.

Menurut informasi yang dihimpun portalsatu.com kedua wanita Rohingya tersebut melarikan diri dari kamp Bayeun sekitar pukul 16.00 Wib sore tadi. Keduanya bernama Janab Bibi 17 tahun dan Romjidah 15 tahun.

“Ya, dua wanita asal Myanmar melarikan diri dari kamp tadi sore, sampai saat ini keduanya  belum kembali,” ujar Muhammad Thayeb, salah satu petugas posko pengungsian Bayeun kepada  portalsatu.com, pukul 21.00 WIB.

Menurutnya,diperkirakan keduanya melarikan diri  ke arah Medan, Sumatra Utara dan diduga kuat mereka dibawa kabur oleh agen yang datang dari luar daerah Aceh.

“Ya, sepertinya mereka lari ke arah Medan, dan mereka tidak kabur dengan sendirinya tentu ada agen yang menjemput,” katanya lagi.

Sementara itu sampai berita ini ditayang pihak imigrasi  belum bisa dihubungi untuk diketahui keterangan lanjutan. [] (mal)

Foto: Ilustrasi/Rohingya di Aceh Utara.@Datok/portalsatu.com

Empat Desa di Simpang Jernih Banjir

Empat Desa di Simpang Jernih Banjir

IDI RAYEUK-  Empat desa di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur dilanda banjir pascahujan deras, Selasa, 29 September 2015.

Informasi dihimpun portalsatu.com, banjir melanda Desa Simpang Jernih, Pante Kara, Batu Sumbang dan Ranto Panjang Bedari, Kecamatan Simpang Jernih. Banjir tersebut terjadi karena meluapnya air Krueng (Sungai) Ranto Panjang Bedari.

“Berdasarkan laporan dari piha kecamatan, banjir melanda kawasan tersebut, namun saat ini ketinggian air sudah menurun, dan tim kita sudah siap siaga  di sana,” ujar Safrizal, Kepala BPBD Aceh Timur saat dihubungi portalsatu.com sekitar pukul 13.30 WIB.

Safrizal menyebut sejauh ini belum ada masyrakat yang mengungsi akibat banjir tersebut.

“Kita terus siaga untuk menangani, dan kita harap masyarakat juga waspada terhadap cuaca yang tidak mendukung, karena kita takutkan akibat curah hujan yang tinggi bisa saja banjir datang dengan tiba- tiba,” katanya.[]

Foto ilustrasi

Video: Santri Aceh Timur Berhasil Uji Terbang Pesawat Remote Control Rakitannya

Video: Santri Aceh Timur Berhasil Uji Terbang Pesawat Remote Control Rakitannya

IDI RAYEUK – Fauzan Ikbar, 20 tahun, salah satu santri Dayah Amal Desa Gampong Beusa Sebrang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, memilki kreativitas merakit pesawat remote control. Kegiatan ini sudah dilakoninya sejak duduk di bangku sekolah dasar bersama adiknya Akmal.

Fauzan mengaku menciptakan sebuah pesawat remote merupakan cita-citanya sejak kecil. Dia juga berkeinginan bisa menciptakan pesawat milik pribadinya suatu saat nanti.

“Sejak kecil saya sudah hobi buat buat pesawat dari kertas, mudah-mudahan suatu saat nanti bisa saya buat pesawat pribadi untuk bisa membawa keluarga saya,” ujarnya.

Berikut video ujicoba pesawat remote control jenis F22 rakitan Fauzan Ikbar dan Akmal saat uji coba pada Minggu, 27 September 2015 kemarin:

Kutipan Liar Marak di Jalan Masuk Pantai Kuala Beukah

Kutipan Liar Marak di Jalan Masuk Pantai Kuala Beukah

IDI RAYEUK- Jalan menuju Kuala Beukah, Kecamatan Peureulak,  Kabupaten Aceh Timur, banyak  terdapat pengutipan liar untuk biaya masuk .

Menurut  informasi yang dihimpun portalsatu,com pengutipan uang tersebut dilakukan secara illegal oleh oknum yang mengatas namakan panitia pengamanan lokasi wisata.

Pantauan  wartawan di lapangan pengutipan dana tersebut bermacam tingkat tarif, seperti per sepeda motor Rp5000  per pos yang dibuat tanpa legalitas dan untuk pengunaan jenis roda empat dikenakan biaya Rp50. 000 per unit.

“Sepanjang jalan menuju Kuala  Beukah ada sekitar 5 pos yang mengutip uang biaya masuk. Bandingkan saja satu pos 50.000 rupiah dikalikan lima pos, segitu lah pegeluaran biaya yang perlu kita keluarkan,” ujar salah satu pengunjung yang namanya diminta dirahasiakan.

Sementara itu, salah satu pemuda  Desa Kuala Beukah yang enggan menyebut namanya mengakui ada pengutipan liar tersebut yang dilakukan oleh warga desa lain yang satu arah menuju jalur pantai tersebut.

“Ya, itu ada pengutipan uang, tapi yang melakukan adalah warga desa lain yang merupakan satu jaur menuju kuala kita, jadi untuk warga Kuala Beukah hanya  cuma satu pos saja dan sekalian untuk uang parkirnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fitriani  salah satu pengunjung saat diwawancarai portalsatu.com menyebutkan adanya aksi tersebut membuat para pengunjung tidak nyaman. Ini karena pengutipan  tersebut dilakukan dengan tarif yang lumayan tinggi.

“ Sebenarnya kalau hanya dikutip satu pos saja, pasti pengunjung lebih meningkat lagi, dan seluruh administrasi yang ada kan bisa dikelola secara bersama dalam pembagian untungnya, jadi masyarakatpun tidak mengeluh,” katanya.

“Jika pengutipan tersebut terus berlanjut , kita yakin pantai ini kedepan tidak ada yang mau berkunjung lagi, dan kita harap masyarakat di sini bisa bekerja sama dalam mengelola seluruh pendapatan dari pengunjung,” katanya. [] (mal)

Warga Aceh Timur Padati Pantai Kuala Beukah

Warga Aceh Timur Padati Pantai Kuala Beukah

IDI RAYEUK-  Pantai Kuala Beukah, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, dipadati pengunjung, Minggu 27 September 2015.

Pantai Kuala Beukah terletak bagian pantai timur Aceh dengan jarak tempuh sekitar lebih kurang satu kilometer dari pusat Kota Peureulak.

Lokasinya  bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik jenis roda dua dan roda empat, melalui jalan bawah Jembatan Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Kota, dengan  membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Sekitar 10 tahun yang lalu pantai ini tidak ada satu orang pun yang berani berkunjung  akibat konflik besar melanda wilayah tersebut. Bahkan  kawasan tersebut merupakan zona merah dibagian Aceh timur saat konflik dulu.

Namun kondisi sekarang berbeda jauh dengan apa yang telah terjadi. panorama laut yang hijau bibir pantai dihiasi dengan pohon cemara membuat suasana pantai tersebut banyak diminati dari berbagai kalangan, terdiri dari anak-anak, remaja, sampai tingkat dewasa.

Salah satu pengujung, Putri, warga Rantau Panyang Peureulak saat diwawancarai portalsatu.com sekitar pukul 16.00 WIB, mengatakan alasannya memilih berkunjung ke Kuala Beukah karena kondisi  pantai yang masih sangat alami.

“Kita sangat suka kunjungi pantai ini  karena suasana pantai masih  alami dan sangat ramai dikunjungi oleh warga Aceh Timur, dan untuk santai -santai bareng keluarga pun sangat nyaman,” ujar nya.

Putri juga mengatakan  Kuala Beukah perlu dilestarikan guna untuk mempublikasi kepada masyarakat bahwa di Aceh Timur sendiri masih ada potensi obyek tempat wisata yang sangat baik.

“Untuk apa kita keluar daerah lain, di Aceh Timur sendiri masih ada tempat wisata seperti ini, namun pemerintah perlu mempublikasi tempat seperti ini agar masyarakat tahu,“ katanya.

Tidak hanya itu lanjutnya lagi, dengan maju nya objek wisata dapat juga mendobrak pendapatan daerah meningkat, dan juga pendapatan masyarakat seputar pantai ikut bertambah.

“Kita berharap pemerintah Aceh Timur harus lebih serius untuk memajukan objek wisata yang ada agar Aceh Timur bisa lebih berkembang dari berbagai sektor, khususnya pariwisata,” katanya. [] (mal)

Pemkab Aceh Timur Bagikan 49 Hewan Kurban

Pemkab Aceh Timur Bagikan 49 Hewan Kurban

IDI RAYEUK- Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur membagikan puluhan hewan kurban kepada seluruh kecamatan, Rabu, 23 Spetember 2015.

Hewan kurban tersebut terdiri dari 47 sapi, dan dua kambing, yang merupakan sumbangan dari seluruh SKPK/dinas, dan beberapa perusahan besar yang dikoordinir Bagian Keistimewaan Aceh Timur.

Kepala Bagian Keistimewaan Aceh Timur A. Munir kepada portalsatu.com menyebutkan 49 hewan kurban dibagikan kepada 24 kecamatan di kabupaten ini untuk disembelih, besok/Kamis.

“Hewan kurban tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekda kepada camat,” ujar Munir di halaman kantor Pemkab Aceh Timur.

Menurut Munir, hewan kurban tersebut juga disumbangkan untuk beberapa dayah, panti asuhan, dan balai pengajian yang ada di Aceh Timur.

Munir menyebutkan jumlah hewan kurban sumbanganberbagai instansi pemeritahan di Aceh Timur tahun ini menurun dibandingan hari raya Idul Adha lalu.

“Biasanya tahun-tahun sebelumnya lebih banyak, tahun ini mungkin karena ada juga beberapa perusahaan yang melaksanakan kurban oleh mereka sendiri, tanpa melalui koordinasi dengan pihak kita,” katanya.[]