Asing Diduga Bermain di Balik Kekerasan Papua

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tubagus Hasanuddin menduga ada tangan-tangan pihak asing yang bermain di belakang maraknya kasus kekerasan dan  penembakan yang terjadi di Papua.
 
"Saya melihat kemungkinan ada tangan asing bermain di Papua," kata Tubagus, dalam keterangan persnya di Jakarta, hari ini.
 
Pendapat Politikus PDIP itu didasari oleh pengamatannya dari berbagai informasi diterimanya terkait kasus-kasus penembakan.
 
Pertama, kata dia, dalam 18 bulan terakhir korban penembakan telah berjatuhan dan letaknya tersebar di hampir semua kota di wilayah Papua. Antara lain di Sorong dengan satu warga sipil tewas, Puncak Jaya dimana tujuh aparat meninggal dan satu aparat luka serta lima warga sipil meninggal dan 2 warga sipil lainnya luka-luka.

Di Mulia, satu aparat meninggal, sedangkan di Wamena, satu aparat meninggal, di Abepura sebanyak empat warga sipil meninggal, di Jayapura sebanyak satu aparat dan lima sipil meninggal. Di Merauke sebanyak dua aparat meninggal, dan di Timika/Mimika terdapat tiga aparat meninggal dan satu luka serta delapan warga sipil meninggal dan tiga luka.
 
"Dilihat dari wilayah penyebaran dan waktu kejadiannya, terlìhat jelas kasus ini sepertinya terorganisir dengan rapi, sistematis dalam memilih sasaran, direncanakan dengan baik dan dengan biaya yang cukup besar  melalui 'operator lokal' di lapangan," tutur Tubagus, yang merupakan perwira intelijen saat masih berdinas di TNI.
 
Tubagus menganalisa kekerasan itu ditujukan menciptakan instabilitas di Papua dalam rangka mendorong dan mempercepat Papua keluar dari wilayah  NKRI. Dan ketika skenario itu muncul, lanjutnya, pemerintah dan aparat  daerah dalam keadaan tidak solid atau dibuat tak solid.
 
Menurut dia, kondisi Papua sendiri sangat menguntungkan bagi gerakan demikian karena Pemda tidak efektif sama sekali disusul dengan riuh rendahnya pemilukada yang menimbulkan ketegangan-ketegangan baru.
 
"Sementara itu aparat, khususnya aparat intelijen, hampir tak berdaya  mengungkap dalang dari semua kejadian-kejadian di atas. Malah terkesan saling curiga satu sama lain," tandas Tubagus.|sumber: beritasatu

  • Uncategorized

Leave a Reply