Arun Regasifikasi, Pemerintah Aceh dan Pertamina Berbagi Saham

MENTERI Perekonomian RI Chairul Tanjung (CT) menyatakan Arun Regasifikasi di Lhokseumawe menjadi milik bersama antara PT Pertamina dan Pemerintah Aceh. Saham Pertamina 70 persen dan Pemerintah Aceh 30 persen.

“Tadi kita sepakati kepemilikan regas ini menjadi milik bersama antara Pertamina dan Pemda Aceh. Prosesnya sekarang akan kita jalankan, dan aturan-aturan yang mengarah kepada itu akan kita selesaikan,” kata CT kepada para wartawan di Bandara Malikussaleh Aceh Utara, Minggu, 14 September 2014, sore.

Ditanya persentase kepemilikan saham, CT menyebut, “Persentasenya 70 persen Pertamina dan 30 persen Pemda Aceh. Nanti Pemda Aceh tentu ada mekanismenya sendiri, biar dijelasin oleh pemda sendiri.”

Sebelum memberi keterangan pers di Bandara Malikussaleh menjelang pulang ke Jakarta, CT didampingi Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Menteri Pertanian Suswono, anggota DPR RI asal Aceh Marzuki Daud mengadakan pertemuan dengan jajaran Pertamina, PT Pertagas (anak perusahaan Pertamina), PT Perta Arun Gas (perusahaan patungan Pertagas dan Pemerintah Aceh yang akan mengelola Arun Regasifikasi), PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Turut hadir Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe M Yasir, unsur Muspida Lhokseumawe, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase Zulkarnaini Hamzah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Safwan, Sekda Lhokseumawe Dasni Yuzar dan pejabat lainnya.

Informasi diperoleh Atjehpost.co, pembangunan Arun Regasifikasi di lokasi Kilang LNG Arun di Lhokseumawe hampir rampung. Direncanakan regas tersebut mulai beroperasi pascaberakhirnya pengapalan terakhir LNG Arun ke luar negeri pada Oktober 2014.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply