Apakah bekerja lembur selalu merugikan?

APAKAH Anda menginginkan keseimbangan dalam hidup? Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penyedia tempat kerja fleksibel berupa produk dan servis sarana perkantoran, Regus, baru-baru ini mengeluarkan hasil survey terbaru mereka yang melibatkan lebih dari 20 ribu eksekutif bisnis di 90 negara lebih.

Dalam rilis yang diterima ATJEHPOSTcom hari ini, Senin, 17 Juni 2013, Regional Director, Regus APAC, John Henderson, mengemukakan hasil survey mereka.

Tanpa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kesehatan dan hubungan dengan orang lain dipertaruhkan, tingkat stres menjadi tinggi, dan produktivitas kerja menjadi berkurang. Ada banyak penelitian yang mengilustrasikan efek buruk ini.

Kurangnya batasan yang jelas menjadi masalah dalam keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Lebih dari setengah orang mengatakan bahwa mereka menolak pekerjaan karena khawatir akan dampak pekerjaan tersebut dalam kehidupan pribadi mereka1, tetapi setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pekerjaan yang menuntut perhatian lebih banyak bisa saja menyenangkan menurut seseorang, namun siksaan bagi orang lain.

Hasil survey juga menjelaskan mengenai efek kerja lembur bagi seseorang. Salah satu contoh yang tepat dalam ketidakjelasan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah jam kerja. Pada umumnya, orang akan mengatakan bahwa keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi mengharuskan jam kerja yang lebih singkat, akan tetapi ada data statistik yang membantah hal ini.

Ada contoh yang menarik mengenai keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi dalam penelitian terbaru Regus Work-Life Balance Index. Dalam penelitian tersebut ada tiga negara yaitu Meksiko, India dan Brazil dengan index Work-Life Balance yang signifikan berada di atas angka rata-rata secara global.

Padahal, menurut hasil penelitian dari Organisation for Economic Cooperation and Development, karyawan di Meksiko dan Brazil cenderung untuk bekerja lebih lama dibandingkan dengan rata-rata jam kerja pada umumnya (India tidak termasuk dalam penelitian OECD).

Bahkan, Meksiko memiliki rata-rata jam kerja yang paling lama menurut OECD. Jadi ada hal lain untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi selain daripada menghabiskan sedikit waktu di kantor.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply