Apa Kata Ketua BP2A Soal Tudingan Manipulasi Data?

KEPALA Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A), Maimun Ramli, segera menghadap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakir Manaf untuk menjelaskan duduk soal data di lembaga yang dipimpinnya. “Saya juga perlu mengklarifikasi ke publik, kami belum menemukan manipulasi data melainkan ada kesamaan beberapa nama penerima honor,” kata Maimun kepada ATJEHPOSTco di Banda Aceh, Sabut 17 Januari 2015.

Ia menjelaskan, bahwa benar ada  program Tenaga Pelopor Perdamaian itu sudah berlangsung sejak 2013. “Itu berada di dinas sosial Aceh,” katanya. Maimun juga menjelaskan, bahwa benar memang pembayaran honor melalui perbankan. “Itu mekanisme yang memang kita sepakati, agar semuanya tepat sasaran.”

Namun masalahnya, kata Maimun, dari data yang diterima Dinsos dari BP2A ada sejumlah nama yang sama. “Misalnya ada satu nama yang sama dimiliki oleh delapan orang yang berbeda. Contohnya ada delapan orang yang bernama Sulaiman,” katanya.

“Kesamaan nama itulah yang kemudian butuh klarifikasi lagi,” katanya. “Sebab perbankan butuh data yang jelas pada nama-nama itu,” katanya.  Pihak perbankan baru bisa mentransfer dana apabila namanya sama persis dengan yang tertera di daftar penerima.

Pihak bank menerima daftar nama-nama itu dari Dinas Sosial Aceh. Sedangkan Dinas Sosial memperolehnya dari BP2A. “Jadi sejauh ini, kita belum menemukan bukti dugaan manipulasi data. Boleh kita sebutkan tidak ada manipulasi data,” katanya. "Saya berharap rekan-rekan yang menyampaikan informasi kepada media agar memperhatikan akurasinya. Kita sangat terbuka, tidak apa-apa ada informasi yang berbeda, kita bisa mengkalirifikasinya."

Kendati demikian, Maimun tetap segera menghadap Mualem untuk menjelaskan duduk soal semuanya. “Termasuk melaporkan segala perkembangan di BP2A,” kata Maimun.  Selain itu, Maimun juga menjelaskan bahwa BP2A tidaklah memiliki program. “Semua program ditebarkan ke seluruh SKPA, misalnya untuk membuat rumah korban konflik ini ditangani oleh Dinas Cipta Karya Aceh, begitu juga program lain-lain ada di sejumlah dinas. Jadi kita di sini tidak menangani program apapun,” katanya lagi.

Sebagaiman diberitakan ATJEHPOSTco, sebelumnya Mualem menyatakan kemarahannya jika ada manipulasi data di BP2A. “Mereka harus bertanggungjawab. Jika terbukti seperti itu kelakuannya, saya sendiri yang minta penegak hukum membereskan mereka,” kata Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem yang adalah mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Mualem meminta penanggungjawab di BP2A untuk segera menghadapnya untuk menjelaskannya. “Juga wajib menjelaskan ke publik. Saya perintahkan mereka tidak boleh menutupi-nutupi kelakuan para penghisap darah,” kata Mualem bernada tegas. “Apakah mereka mau menerima hukum rimba nantinya jika tak bertanggungjawab?”

Tadi siang, ATJEHPOSTco mendapat kabar, Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Aburazak juga sudah turun ke BP2A untuk mengecek informasi yang berkembang soal BP2A. “Saya sedang di sini. Nanti kita akan sampaikan semuanya kepada pimpinan,” kata Aburazak. []

  • Uncategorized

Leave a Reply