Apa kabar surga hari ini, Diana?

PUISI ini dibacakan Nazar dengan penuh emosional di Malam Solidaritas untuk Diana di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada Sabtu malam, 13 April 2013. Di tengah-tengah keramaian dalam aksi teatrikal di halaman Masjid Raya Banda Aceh Jumat, 12 April kemarin Nazar menemui panitia aksi solidaritas. "Izinkan aku membacakan puisi untuk Diana, tak ada lagi yang bisa kuberikan untuk dia," katanya. Sabtu malam, Nazar kembali hadir ke gedung DPRA "Izinkan aku membacakan puisi untuk Diana," katanya lagi.

———————–

Apa kabar surga hari ini, Diana?
Apakah para malaikat masih sering menjengukmu?
Atau jangan-jangan mereka sibuk mempersiapkan diri
Untuk terjun ke kampung kita besok sejak syafak
Mencatat tentang mimbar yang dipindahkan dan
Menentukan siapa yang kafir menurut Tuhan.

Apa kabar ibumu, Diana?
Sudahkah bertemu?
Jika sudah, tolong katakan padanya bahwa kamu tidak sendiri
Sepeninggalmu masih juga ada yang menerima nasib serupa di sini
Katakan, kampung kita ini telah jelma sebagai serambi birahi.

Apa kabar mata ayahmu, Diana?
Adakah diam-diam kau datang menuntunnya?
Barangkali dia kesulitan ke sumur untuk kencing atau wudhuk
Diana, datanglah sebagai mata lain agar ayahmu bisa mandi dan menyucikan diri

Nazar Shah Alam, penyair muda dan pegiat di Komunitas Jeuneurob.

  • Uncategorized

Leave a Reply