Anggota DPRA Tinjau Sejumlah Lokasi di Aceh Timur

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, meninjau sejumlah lokasi di dalam kawasan Aceh Timur sejak 24 November 2014 hingga 25 November 2014. Lokasi-lokasi yang dikunjungi politisi Partai Aceh ini merupakan yang infrastruktur pembangunannya dibutuhkan masyarakat setempat. 

Dalam kunjungan itu, Iskandar Farlaky juga mengadakan dialog langsung dengan masyarakat yang dikunjungi sehingga aspirasi masyarakat bisa diserap secara langsung. Masyarakat di sana menyambut gembira dan antusias terhadap kunjungan mantan aktivis mahasiswa ini. Mereka menyampaikan langsung sejumlah persoalan agar bisa diperjuangkan di parlemen nantinya. 
Iskandar Usman Al-Farlaky juga bertemu dengan ulama kharismatik setempat, Tengku H Bukhari Hasan atau Ayah Leuge beserta sejumlah tokoh masyarakat di kawasan Peureulak Raya. Dalam rombongan juga ikutserta para mantan kombatan GAM, dan tokoh masyarakat.

Di hari pertama, Anggota DPRA termuda ini meninjau sejumlah kawasan di Kecamatan Ranto Peureulak, seperti jembatan di keude Ranto Panyang Desa Buket Pala, jembatan Desa Alue Bate, gedung sekolah SMP, dan rumah gubuk warga di Desa Seumali. Lalu, jalan plus parit di Desa Alue Udep. Anggota Dewan termuda di DPRA ini juga meninjau jembatan darurat di Desa Matai Ie, lokasi pembangunan waduk Desa Tampak, dan normalisasi waduk di Patok 10.

"Kita ucapkan terima kasih kepada beliau (Iskandar) tidak hanya waktu kampanye mau kunjungi kami. Tapi setelah duduk sebagai anggota DPRA juga mengunjungi kita di sini. Terima kasih sekali lagi,” ujar Keuchik Alue Batee, Darmawisoto.

Sementara di hari kedua, anggota DPRA ini melakukan kunjungan ke Kecamatan Peureulak Barat. Kedatangan tiga unit mobil rombongan disambut mantan kombatan dan tokoh masyarakat setempat. 

Di Peureulak Barat, Iskandar Farlaky meninjau lokasi gedung PPMG di Alue Bu yang dibangun dengan dana Otsus, jembatan darurat di Desa Alue Bu, lening irigasi Desa Panton Rayeuk, dayah dan masjid Desa Paya Biek. Menjelang sore harinya rombongan anggota DPRA ini bertolak ke Kecamatan Peureulak Kota. 

Iskandar juga mengunjungi Desa Cot Geulumpang yang disambut perangkat desa dan mantan kombatan. Kunjungan berlanjut ke Desa Matang Peulawi. Di desa ini Iskandar berdialog langsung dengan imam masjid dan kepala desa yang disaksikan perangkat desa lainnya. Warga mengapresiasi kunjungan politisi muda ini. 

Setelah itu, rombongan bertolak ke  Desa Leuge untuk meninjau tambak warga yang kini rusak parah. Iskandar mengakhiri kunjungan menjelang maghrib di Desa Seuneubok Pidie untuk melihat lening jalan di kawasan tersebut. 

Usai melakukan sejumlah kunjungan kerja, kepada wartawan ia mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah undangan yang ia hadiri di Aceh Timur. Salah satunya adalah undangan dari Dayah Assasul Islamiyah Leuge, HUT Kabupaten Aceh Timur, Musda KNPI Kota Langsa, serta pertemuan dengan masyarakat. 

“Di celah-celah waktu ini, saya turun langsung ke lapangan untuk berhubungan, sekaligus melepas rindu dengan masyarakat saya,” ujarnya.

Ia meminta kepada warga yang belum sempat dikunjungi atau berdiskusi agar bisa bersabar, karena waktunya yang sempit. Menurutnya kunjungan akan dilakukan pada kesempatan yang lain jika tidak ada agenda di DPRA. 

Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga meminta tokoh masyarakat dan konstituennya untuk memberi saran dan berdoa agar bisa bekerja seperti yang diharapkan demi kepentingan bersama, termasuk kepentingan politik jangka panjang untuk bangsa Aceh.

“Mari kita bersama-sama secara lapang dada dan ikhlas untuk berbuat, membangun semampu kita masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa membangun tidak mungkin bisa jika hanya kita sendiri. Seluruh kekuatan yang memiliki daya dan kemampuan secara bahu membahu harus mencurahkan pikirannya. Tidak ada perbedaan di antara kita, termasuk untuk membangun Aceh Timur ini,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply