Anggota DPR Aceh: Usut Teror terhadap WH

Anggota DPR Aceh: Usut Teror terhadap WH

BANDA ACEH – Angota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan teror yang dialami oleh personil Wilayatul Hisbah/polisi syariat di Kota Lhokseumawe.

“Harus diusut secara tuntas. Ini merupakan langkah mundur upaya penegakan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Jika yang melakukan itu oknum polisi, kita minta kapolres untuk menindaknya sehingga tidak mencemarkan nama polisi yang lain,” kata Iskandar, Minggu 10 Mei 2015.

Anggota Komisi 1 DPRA yang bermitra dengan Satpol PP WH dan Polda ini menambahkan, tindakan teror yang dilakukan kepada personil WH memang bukan hanya di Lhoekseumawe, namun juga kerap terjadi di Langsa.

Sementara, kata dia, untuk kasus di Lhoekseumawe sangat jelas oknum tersebut juga menunjukkan pistol saat petugas WH melakukan penertiban di café yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Jika terus dibiarkan tanpa ada tindakan hukum. Baik itu kepada sipil biasa maupun oknum aparat, maka upaya penegakan syariat Islam akan mandeg dan jalan di tempat. Sementara kita telah berkomitmen sesuai dengan qanun yang dihasilkan, penegakan Syariat Islam merupakan hal yang mutlak dan harus disokong oleh semua pihak. Jangan hanya sekedar lip servise belaka,” ujar alumnus Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry ini.

Iskandar juga meminta kepolisian untuk menindak bila ada oknum polisi yang secara nyata menghambat upaya penegakan Syariat Islam tersebut.

Lantaran tindakan yang dilakukan si oknum, terangnya, akan berdampak buruk kepada instansi kepolisian. Padahal,  sebagaimana diketahui saat ini bahwa Kapolda dan seluruh jajarannya sedang menggalakkan syariat Islam termasuk mengirim polisi ke dayah- dayah untuk belajar agama.

“Untuk itu,  kepada WH seluruh Aceh agar menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi yang telah diberikan oleh peraturan/qanun. Jangan gentar. Tetap kordinasi dengan semua pihak terkait,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sebagaimana diketahui, terror terhadap [Wilayatul Hisbah/polisi syariat) terus saja terjadi. Kali ini menimpa WH Kota Lhokseumawe ketika merazia sebuah café di kawasan Cunda, Sabtu dini hari 9 Mei 2015. Selain dilempari batu juga diancam tembak. []

new logo webtorial

Leave a Reply