Anggota DPR Aceh Jadi Guru Bantu di Linge

Anggota DPR Aceh, Bardan Sahidi menjadi guru bantu di SMP 30 Takengon, Desa Lumut, Linge, Aceh Tengah. Sekolah ini berada di daerah terpencil dan kekurangan staf pengajar.

"Karena letaknya yang jauh, hanya satu guru saja yang mengajar. Padahal pada saat penerimaan PNS 2009 lalu ada sekitar 12 guru yang diangkat dan ditempatkan di sekolah tersebut," ujarnya kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Jumat, 14 November 2014.

Ia mengatakan, saat ini jumlah pemerataan dan distribusi guru tidaklah merata di sejumlah daerah di Gayo, khususnya di wilayah pedalaman. Pasalnya, kata Bardan lagi, sejumlah guru yang sebelumnya pernah diangkat meminta pindah dengan berbagai alasan sehingga lambat laun jumlah guru semakin berkurang.

"Akibatnya banyak guru yang menumpuk di wilayah perkotaan, sedangkan di wilayah terpencil semakin berkurang. Padahal fasilitas gedung dan sarana pendidikan lainnya di beberapa wilayah pedesaan sudah meningkat. Namun tenaga guru yang berkurang," katanya.

Bardan Sahidi berharap kepada Dinas Pendidikan Aceh untuk tidak melayani mutasi guru ke wilayah perkotaan tanpa adanya alasan yang jelas. Padahal, sesuai peraturan perundang-undangan seorang guru yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Ini yang harus dibenahi oleh Dinas Pendidikan Aceh dalam memberikan izin pindah kepada guru tanpa adanya alasan yang jelas. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berdampak buruk terhadap kinerja pendidikan di Aceh,” ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply