Anggota DPD RI: Pemecahan Dapil di Aceh akibat geopolitik

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Mursyid menilai pemisahan daerah pemilihan atau Dapil di pedalaman Aceh seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara yang awalnya satu kabupaten terpisah karena ada geopolitik.

"Masalahnya, kepentingan politik atau kelompok di Indonesia lebih penting dibanding kepentingan daerah," kata Mursyid pada Dialog Publik "Dapil Aceh Yang Berkeadilan" di Ruang Aula Jawa Timur DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin 4 Februari 2013.

Mursyid mempertanyakan kenapa empat kabupaten yang dulu bersatu harus terpisah, sehingga menyulitkan jarak karena bergabung dengan dapil lain.

"Ini juga yang kami pertanyakan kepada hakim (di Mahkamah Konstitusi) yang menangani soal penempatan Dapil ini. Untuk menyatukan empat daerah itu saya serahkan sama pak Hakim," cerita Mursyid saat ia bertemu hakim beberapa waktu lalu.

Sebelumnya sembilan pemohon mengajukan pengujian Pasal 22 Ayat 4 dan lampiran Undang Undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, ke Mahkamah Konstitusi. Permohonan yang diajukan pada 18 Desember 2012 itu, masih diproses di MK.

Selain Mursyid, dialog publik di Senayan menghadirkan pembicara Sayed Mustafa Usab (DPR RI), Neta Firdaus (SuAK), Veri Junaidi (Perludem), dan Irmawan (DPR Aceh) dan Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani.[](rz)

  • Uncategorized

Leave a Reply