Andi Mallarangeng Terancam Dibui Seumur Hidup

JAKARTA -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup dan denda maksimal Rp 1 miliar. Dia diduga menyalahgunakan wewenang sebagai penyelenggara negara dan pengguna anggaran dalam proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad hari ini menyatakan, Andi Mallarangeng diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Berikut petikan pasal tersebut. "Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar."

KPK mengaku telah memiliki dua alat bukti yang cukup atas penetapan status tersangka terhadap Andi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

KPK mengaku bukti itu merupakan hasil pengembangan dari penyidikan terhadap Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddi Kusdinar. KPK sudah menetapkan Deddi sebagai tersangka pada 23 Juli lalu.

"Konstruksi hukum yang bersangkutan (Andi Mallarangeng) dijadikan sebagai tersangka sama dengan tersangka DK (Deddi Kusdinar)," kata Ketua KPK Abraham Samad kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jumat (7/12).

Namun, Abraham tidak merinci apa dua alat bukti yang menjadi dasar KPK menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka. Meski begitu, KPK menyatakan sampai saat ini masih terus mengembangkan penyidikan dan penyelidikan terhadap siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi Wisma Hambalang.

KPK juga sudah meminta dan mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Senin lalu untuk mencekal Andi Mallarangeng dan dua orang lain yang diduga terlibat kasus Hambalang. Mereka adalah Andi Zulkarnaen Mallarangeng dan Muhammad Arif Taufiqurrahman.

Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau akrab disapa Choel Mallarangeng adalah adik kandung Andi Mallarangeng. Dia diduga menerima aliran dana dari proyek Wisma Hambalang.

Sementara Muhammad Arif Taufiqurrahman adalah Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya. PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Dutasari Citralaras adalah perusahaan kontraktor dan sub-kontraktor pembangunan Wisma Hambalang. Istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, pernah menjadi komisaris di PT Dutasari Citralaras. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply