Amri Azis, Petani teladan dari Julok

NAMANYA Amri Azis. Dia lahir pada 29 Juni 1970 di Aceh Timur. Dari kecil dia berprofesi sebagai petani dan saat ini berdomisili di Dusun Kupula, Desa Julok Tunong, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Sejak lulus SMA, Amri Azis telah memilih jalan hidup sebagai petani, berbeda dengan teman seangkatannya yang memilih profesi lain. Dunia pertanian sudah tidak asing baginya karena pria yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Indonesia itu dibesarkan dalam lingkungan para petani.

Pria yang dikaruniai dua anak ini berhasil memanfaatkan sawah seluas satu hektare untuk menanam padi dan kedelai. Di lingkungan masyarakat, Amri Azis dikenal sebagai petani yang gigih dan disiplin.

Dia juga seorang penangkar benih yang sukses. Dengan kelebihannya, dia mampu memasok kebutuhan benih unggul teman-teman di lingkungan dan di luar kelompoknya. Keberhasilannya itu membuat ia ditunjuk menjadi sekretaris kelompok tani Tunas Baru serta menjadi Ketua Gabungan Kelompok Tanin atau Gapoktan.

Sejak 2002 hingga sekarang, Amri Azis berhasil membawa poktan penangkar benih Tunas Baru menjadi kelompok andalan di Aceh Timur dalam penyediaan benih bermutu. Dinas Pertanian tingkat kabupaten dan beberapa pihak swasta akhirnya tertarik bekerja sama dengan Amri Azis setelah melihat kepiawaiannya bersama kelompok tani Tunas Baru. Kerja sama itu di antaranya berasal dari Koptan Bintang Kejora Aceh Pidie 2006 hingga 2007, PT Sang Hyang Seri 2008 hingga 2009, PT Petani Tahu 2012, dan PT Sang Hyang Seri 2011 hingga sekarang.

Dari hasil kerja sama itu, kelompok tani Tunas Baru berhasil menyalurkan benih padi kurang lebih 1.200 ton atau rata-rata 200 ton per tahun. Kelompok tani Tunas Baru berhasil memboyong sejumlah penghargaan selama Amri Azis terlibat di dalamnya.  Di antaranya, menjadi kelompok tani penangkar benih terbaik peringkat pertama kabupaten pada 2006, dan predikat terbaik pertama tingkat provinsi di perlombaan pelaksanaan kegiatan demonstrasi benih unggul pada 2007.

Usaha penangkaran benih itu membuatnya menjadi salah seorang petani berprestasi yang kemudian diberikan penghargaan oleh Menteri Pertanian pada Desember 2007. Pada 2013, dia kembali menjadi petani teladan tingkat nasional yang turut membawa harum nama Dusun Kupulu, Julok Tunong, Aceh Timur.[]

Berita terkait:
Dari Istana untuk petani dan penyuluh Aceh

  • Uncategorized

Leave a Reply