Alumni Sejarah Unsyiah Minta Keberadaan PDIA Dipertahankan

BANDA ACEH – Alumni Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah mengharapkan Kantor Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) tidak dialihkan fungsinya menjadi kampus kedokteran. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS), Mujibburahman melalui ATJEHPOSTcom, Sabtu 15 Desember 2012.

"Eksistensi PDIA harus dipertahankan di Aceh karena keberadaan lembaga ini sangat penting untuk pendidikan dan sejarah Aceh," ujar Mujibburahman.

Kata dia, pihak rektorat Unsyiah diminta agar tidak mempertimbangkan keberadaan PDIA yang selama ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa dan pecinta sejarah Aceh, sebagai tempat menimba ilmu.

"Selaku Rektor, Samsul Rizal harus mengerti fungsi dan arti keberadaan PDIA. Jangan mentang-mentang backgroundnya dari teknik bisa dengan seenaknya mengalihkan PDIA menjadi kampus lain," kata dia.

Dia mengatakan, selama ini PDIA kerap dipergunakan sebagai kelas dari Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah. Padahal, berdasarkan Pemerintah Daerah, PDIA diharuskan menjadi pusat dokumentasi dan informasi Aceh.

"Semakin lama, keberadaan kampus lain di PDIA seperti ibarat tanaman labu tanah yang terus merambat dan menghilangkan PDIA itu sendiri. Ini harus dikaji ulang oleh Samsul Rizal selaku Rektor Unsyiah. Saya berharap, tidak ada kepentingan politis rektor dari tindakannya tersebut. Karena, PDIA masih sangat penting untuk dipertahankan," ujar dia.[bna]

  • Uncategorized

Leave a Reply