Aliansi Mahasiswa Minta DPRA Kritisi Mata Anggaran Aneh

ALIANSI Mahasiswa Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe (AMAL) mendesak anggota DPR Aceh untuk mengkritisi setiap mata anggaran di KUA PPAS 2015.

Hal ini dikatakan Ketua AMAL, Rahmat Juaini, menyikapi sejumlah kucuran mata anggaran aneh di  sejumlah SKPA di Aceh.

“Kita minta dewan kritis. Terutama terkait mata anggaran aneh yang muncul di KUA PPAS saat ini,” kata Rahmat Juaini, kepada ATJEHPOSTco via telepon seluler, Minggu, 4 Januari 2015.

"Kita berharap mata anggaran tak terduga yang dikucurkan kepada beberapa SKPA haruslah tepat sasaran. Namun perlu disikapi bahwa saat ini masih banyak program yang perlu diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh dalam hal mengelola anggarannya dengan baik," ujar Rahmat Juaini.

Ia menjelaskan,  persoalan dana tak terduga itu setidaknya perlu dimanfaatkan untuk kepentingan publik lainnya, khususnya di bidang peningkatakan pendidikan dan kesehatan mengingat dana yang dikucurkan bagi Aceh dari pemerintah pusat sangatlah besar.

Katanya lagi, masyarakat Aceh harus bisa melihat sejauh mana kinerja dan peran dewan eksekutif dalam melakukan tugas dan fungsi controlling terhadap anggaran yang dikucurkan bagi setiap SKPA di Aceh.

Selain itu, juga banyak program SKPA lainnya yang perlu dikritisi DPR Aceh. Pasalnya, anggaran yang diusulkan sarat dengan KKN.

"Ini yang menjadi misteri kenapa anggaran ini dikucurkan, apalagi terhadap KORPRI dan pelatihan tim asistensi. Padahal setahu saya KORPRI itu sebuah lembaga. Begitu juga dengan dana pelatihan tim asistensi. Sebab yang dikatakan tim asistensi atau tim ahli itu kan punya kapasitas dan keahlian sendiri. Maka dalam hal ini kita percaya kepada DPRA sebagai penyambung lidah rakyat mampu menyelesaikan berbagai macam polemik ini terjadi," ujarnya lagi. []

  • Uncategorized

Leave a Reply