Aliansi mahasiswa di Aceh Barat tolak RUU Ormas disahkan

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) melakukan aksi di depan Kantor DPRK Simpang Pelor, Aceh Barat, sekitar pukul 11.00 Wib, Selasa 9 April 2013. Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Organisasi Massa karena dianggap menciderai demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia.

"Rencana mengesahkan RUU tentang ormas oleh DPR karena dianggap penting mengatur dan mengelola masyarakat," ujar Koordinator Aksi, Muhajir.

Menurut dia, rancangan undang-undang ini seperti mengusung kembali semangat mengontrol dan represif ala orde baru. Salah satu poin dalam RUU itu, kata dia, mengatur tentang larangan berpolitik bagi organisasi massa. Sementara di Pasal 58, Pasal 61 dan Pasal 62 RUU Ormas juga dinilai diskriminatif. Pasalnya, kata Muhajir, ada perbedaan pengaturan antara ormas biasa dan ormas yang merupakan sayap partai.

"Kita menuntut agar RUU ini tidak disahkan oleh DPR karena besar kemungkinan akan mengembalikan situasi dan keadaan bangsa di masa Orde Lama," katanya.

Apalagi, kata dia, keberadaan RUU Ormas ini akan melahirkan pemerintah anti kritik serta melahirkan kekuasaan yang represif.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply