Alat-alat medis paling mengerikan dalam sejarah kedokteran

ILMU kedokteran terus berkembang. Kini telah banyak alat-alat medis yang menggunakan teknologi mutakhir sehingga membuat pasien dapat sembuh tanpa merasa menderita. Tapi di zaman dulu, tidak sedikit alat-alat kedokteran yang terbilang mengerikan.

Berikut alat-alat medis paling mengerikan dalam sejarah kedokteran, seperti dilansir Listverse, Selasa 10 September 2013:

1. Fetal Destructors and Extractors

Melahirkan secara caesar adalah hal yang menakutkan di zaman dulu. Saat menghadapi situasi hidup dan mati, dokter lebih sering memilih untuk mengorbankan bayi yang belum lahir.

Tanpa terlalu banyak mempelajari detail kasus, jika dokter menentukan janin sudah meninggal, dia akan menggunakan instrumen untuk memenggal mayat si janin, kemudian mencabut tubuhnya dengan alat menyerupai kail. Jika janin masih hidup, sebuah alat pelubang digunakan untuk membunuh janin sebelum tubuhnya dikeluarkan dari rahim.

2. Dental Key

Sebelum ditemukannya tooth key atau dental key pada awal abad ke-18, pencabutan gigi dilakukan dengan kekerasan. Jika gigi rusak atau pecah selama operasi, dokter harus mengeluarkan serpihan gigi dari gusi dengan menggunakan pahat tulang.

Setelah ditemukan dental key, memungkinkan dokter menjepit gigi pasien dengan cakar pada akhir instrumen. Dengan menggoyang atau memutar kunci, gigi akan tercabut dari gusi beserta akar-akarnya. Tapi semua tindakan tersebut dilakukan tanpa proses pembiusan.

3. craseur

Untuk mengangkat wasir dan daging tumbuh lainnya, seperti tumor, polip, kista pada kerongkongan, laring, rahim atau indung telur, Écraseur (Bahasa Prancis untuk penghancur) adalah instrumen pilihan di masa lalu.

Loop atau kawat melingkar pada ujung instrumen dapat menjadi rantai gergaji atau kawat sederhana, dan digunakan untuk mencekik dan menghancurkan pertumbuhan daging, mencegah perdarahan dengan membatasi suplai darah seperti turniket (alat penghenti pendarahan). Instrumen serupa juga digunakan dalam kedokteran hewan untuk mengebiri ternak.

4. Lithotome Cach

Batu kandung kemih atau vesical calculus adalah masalah umum ketika orang tidak cukup mengonsumsi protein. Di zaman dulu, dokter biasanya 'memotong' batu dengan membuat sayatan di perineal raphe, yang mengekspos bola uretra. Saat itulah lithotome caché masuk.

Instrumen tersebut berisi dua bilah pisau tersembunyi yang telah disesuaikan, yang akan melompat keluar dan memotong serta melebarkan leher kandung kemih. Ahli bedah kemudian akan mulai menyelidik dengan forsep. Karena dokter tidak ingin memperpanjang penderitaan pasien yang tidak dibius, operasi tersebut mengambil waktu sekitar lima menit atau lebih.

5. Hemorrhoid Forceps

Pada pengobatan wasir zaman dulu, dokter banyak menggunakan hemorrhoid forceps (forsep wasir). Saat pengobatan, pasien diminta membungkuk di atas meja dan dokter kemudian meraih forsep wasir.

Instrumen ini bekerja dengan menggenggam erat dan menghancurkan wasir eksternal untuk membatasi suplai darah. Jaringan yang rusak akhirnya akan mati dan layu. Wasir internal kemudian dikeluarkan menggunakan kait, dan dibakar atau dipotong dengan gunting.[] sumber : detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply