Aktivis dirikan sekolah politik dan perdamaian

BEBERAPA aktivis lingkungan dan HAM mendirikan sekolah politik dan perdamaian, Kamis 15 Agustus 2013. Deklarasi dan peresmian lembaga ini juga bertepatan dengan  delapan tahun usia perdamaian Aceh.

Pendirian dan deklarasi berlangsung pada Kamis, pukul 14.00 hingga 15.30 WIB di Kampus Sekolah Politik dan Perdamaian yang terletak di Jalan Tgk. Nyak Arief, Jeulingke Banda Aceh, depan Mapolda Aceh.

Para pendiri sekolah ini, seperti  Fachrul Razi, M.I.P, T.M Zulfikar, Roys Vahlevi, Firman Hidayat, Mahmuddin, Said Firdaus, Nirwanuddin, M. Kasim bin Karim, Suhendri, dan Mulyadi.

“Tujuan didirikannya Sekolah Politik dan Perdamaian ini adalah untuk melahirkan aktivis mahasiswa/pemuda yang tertarik dalam bidang politik dan perdamaian. Metodologi pembelajaran yang digunakan sama seperti perkuliahan di universitas,” kata Fachrul Razi, M.I.P, salah seorang pendiri, melalui siaran persnya, Kamis malam.

Senada dengan semangat peringatan 8 tahun Peringatan MoU Helsinki, kata dia, secara umum Sekolah Politik dan Perdamaian ini ditujukan untuk melahirkan politisi-politisi yang sensitif terhadap perdamaian dan mampu bekerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

Setiap calon peserta, ujarnya lagi, wajib mengirimkan tulisan dan mendapatkan teori-teori politik dan perdamaian dengan mencoba menguasai kasus-kasus.

“Dalam waktu ini dekat ini kita akan mengadakan pendidikan politik dan perdamaian bagi calon-calon anggota legislatif di beberapa kabupaten/kota demi meningkatkan kapasitas mereka untuk dapat menguasai ilmu politik agar dapat memenangkan Pemilu mendatang,” katanya.

“Kita membuka kerja sama dengan siapa saja, dan saat ini sedang mempersiapkan kerja sama dengan Partai lokal di Aceh untuk strategi pemenangan pada Pemilu 2014 mendatang,” ujar Fachrul Razi lagi.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply