Aksi Berani Pesepeda Yogya: Adang Motor Gede, Tuding Polisi

Aksi Berani Pesepeda Yogya: Adang Motor Gede, Tuding Polisi

JAKARTA – Aktivis Yogyakarta, Elanto Wijoyono, melakukan aksi yang menarik perhatian pada Sabtu, 15 Agustus 2015. Elanto, yang mengendarai sepeda, dengan berani menghadang konvoi sepeda motor gede di sebuah persimpangan lampu merah di Yogyakarta.

Aksi Elanto terekam dalam video dan diunggah ke YouTube kemarin. Video berdurasi 9 menit 40 detik itu sudah ditonton lebih dari 3.000 orang. Video diberi judul Semua Pengguna Jalan Harus Taat Peraturan Lalu Lintas.

Dalam video tersebut, terlihat puluhan pengendara motor gede melintasi jalanan Yogyakarta dengan diiringi sirene yang meraung keras. Didampingi beberapa polisi yang juga mengendarai motor, para pengendara moge terlihat bebas melaju di jalan raya tanpa mengindahkan isyarat lampu merah. Pengendara dari arah lain terpaksa berhenti untuk memberikan jalan kepada konvoi itu.

Elanto, mengenakan kaus hitam dan mengendarai sepeda hitam, dengan berani maju ke zebra cross di perempatan lampu merah saat pawai itu akan melintas. Dengan keras ia mengatakan, “Lampu merah”, kepada polisi yang mengawal pawai sekaligus rombongan moge di belakangnya.

Elanto kemudian terlihat beradu mulut dengan salah satu pengendara moge. “Tak bisa kayak gini, ini ruang komersial,” kata Elanto. “Saya bayar pajak.”

Elanto juga menuding polisi yang mengawal konvoi itu. “Polisi-kah? Mana penindakan?” ucap Elanto. “Ingat pasal hukum nomor 22.”

Dalam deskripsi video itu tertulis bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang aturan penggunaan rotator dan sirene menjelaskan bahwa lampu isyarat berwarna biru hanya boleh digunakan oleh kendaraan penegak hukum tertentu, dinas pemadam kebakaran, penanggulangan bencana, dan ambulans. Aksi Elanto dikomentari positif oleh netizen. | sumber : tempo

Leave a Reply