Akbar Tandjung: Jika Prabowo Kalah, Golkar akan Oposisi

KETUA Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, Senin 14 Juli 2014, menyatakan bahwa dukungan Golkar kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak hanya untuk pemenangan pasangan itu dalam Pilpres 2014.

Menurut Akbar, koalisi ini juga akan berlangsung di parlemen. "Ini sudah dimulai secara faktual lewat pembahasan RUU MD3 karena itu koalisi disepakati secara permanen lima tahun," ujar Akbar di Jakarta.

Jika Prabowo-Hatta kalah di Pemilu Presiden, Akbar menegaskan Golkar akan bersama-sama berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi.

"Terlepas siapa yang menang, kelihatannya sepakat. Kalau menang sama-sama. Kalau tidak menang sama-sama di luar pemerintahan. Golkar tidak harus berada di dalam pemerintahan," kata Akbar.

Tak ada usulan percepat Munas

Akbar yang juga merupakan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu membantah kabar bahwa penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) partainya akan dipercepat.

"Munas itu sesuai keputusan rekomendasi di Riau dilakukan pada tahun 2015. Jadi, karena itu keputusan Munas, ya kita harus laksanakan," kata Akbar.

Ia menjelaskan, untuk mempercepat Munas ada mekanismenya. Sejauh ini, belum ada pengajuan usulan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa dari Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar.

"Kalau mau merubah Munas harus melalui Munas juga, harus ada permintaan dari DPD. Sejauh ini belum ada pengajuan Munaslub dari dua pertiga DPD I," kata Akbar. | sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply