Akademisi: 70 Tahun HUT RI, Masih Ada Warga Hidup tanpa Listrik

Akademisi: 70 Tahun HUT RI, Masih Ada Warga Hidup tanpa Listrik

IDI RAYEUK – Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Muhammad Dar, mengatakan puluhan triliun dana Aceh, namun masih ada masyarakat yang hidup pada rumah gubuk tanpa adanya listrik.

Pernyataan Muhammad Dar ini merjuk ke potret kehidupan Wa Hendon yang pernah dilansir media ini beberapa waktu yang lalu.

“Dari segi keamanan juga Aceh belum sepenuhnya aman, terbukti dengan masih banyaknya teror dan intimidasi dari kelompok tertentu yang terjadi,” kata dosen Sosial politik Islam IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Demikian juga, katanya, dari segi pendidikan, Aceh juga masih jauh tertinggal dengan daerah lainnya. Walaupun sekolah-sekolah di Aceh terhitung banyak didirikan, namun secara kualitas masih nihil.

“Aceh yang telah didera konflik berkepanjangan dalam kurun waktu puluhan tahun, seyogyanya pasca transisi kepada perdamaian menjadi beberapa langkah kedepan lebih maju dalam semua sector,” katanya.

Muhammad Dar juga menghimbau kepada para pemimpin Aceh, baik di tingkat gubernur maupun bupati/walikota, agar tidak menjadi pemimpin yang dzalim. Artinya pemimpin yang telah keluar dari batasan keadilan kepada masyarakat Aceh.

“Jangan terlalu fokus pada kepentingan individu atau kelompok tetapi kedepankanlah pada kepentingan masyarakat Aceh itu sendiri,” katanya.

“Jadilah pemimpin yang adil kepada rakyat melalui kebijakan – kebijakan yang mampu mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat Aceh,” katanya.

Perlu diingatkan,  kata M.Dar, sebuah pemerintahan yang baik (good government performance)  akan melahirkan kebijakan yang baik (good policy).

Pria yang lahir tepat pada 17 Agustus ini juga mengatakan, saat ini pemerintah Aceh sudah harus lebih hati-hati dalam pengambilan kebijakan publik.

“Dalam pengambilan kebijakan publik Pemerintah Aceh harus hati hati, dikarenakan nantinya pasti akan banyak memunculkan reaksi negatif publik akibat kesalahan Pemerintah Aceh dalam pengambilan kebijakan, sehingga memunculkan gejolak publik seperti  demonstrasi, unjukrasa dan lainnya yang dapat mengusik perdamaian Aceh saat ini,” katanya. [] (mal)

Leave a Reply