Air Terjun Seuhom, Lukisan Alam Terindah di Balik Hutan Lhoong

MEMBICARAKAN keindahan alam Aceh memang tak pernah habis. Ibarat membicarakan seorang gadis cantik dan menawan. Setiap panca inderanya memiliki defisini tersendiri tentang keindahan dan pesona luar biasa.

Tak berlebihan rasanya jika mengatakan Aceh memiliki “rupa” layaknya seorang gadis cantik. Maka lekuk tubuhnya adalah keindahan alamnya yang semampai, gundukan bukit-bukitnya yang indah dan pantainya yang menggoda seperti bibir para gadis.

Jika selama ini daya tarik pantai Aceh telah menjadi magnit tersendiri bagi penikmatnya. Maka kita juga perlu mengetahui bahwa Aceh tak hanya memiliki satu magnit yang bisa membuat pengunjungnya terhipnotis.

Untuk sejenak mari kita lupakan dulu soal keindahan pantai-pantai Aceh. Sekali waktu kita perlu menghabiskan waktu akhir pekan untuk bersantai sambil menikmati gemericik air dari celah batu-batu alam. Menikmati kesejukan alami di bawah rindang pohon sambil menikmati hijaunya gradasi air.

Sembari itu kita bisa mendengar harmoni alam bersenandung berupa kicau burung dan desau angin yang syahdu. Suasana itu adalah relaksasi alam yang mampu meregangkan syaraf-syaraf otak setelah melakukan aktivitas rutin yang terkadang menjemukan.

Suasana itu tidak hanya ada dalam imajinasi, tetapi bisa kita rasakan saat berkunjung ke lokasi wisata air terjun Seuhom. Berada di Gampong Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, air terjun ini menyimpan sejuta pesonanya yang masih alami. Meski terletak jauh dari Banda Aceh tapi akses ke lokasi wisata ini sangat mudah. Sepanjang yang dilalui semua ruas jalannya mulus beraspal. Dengan mengendarai sepeda motor rata-rata kita membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke sana.

Perjalanan menuju ke air terjun Seuhom adalah petulangan yang menyenangkan. Sepanjang perjalanan kita akan menikmati pemandangan yang indah. Katakanlah semisal bangunan pabrik semen milik PT Semen Andalas Indonesia yang berada di Lhoknga.

Di ruas jalan sebelah kiri kita akan menyaksikan gugusan bukit-bukit kapur yang terjal. Bukit kapur itu menjadi sumber bahan baku bagi pabrik semen tadi. Sedangkan di ruas jalan sebelah kanan debur ombak dengan suaranya yang berdentum pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Perpaduan yang indah ketika gunung dan laut menyatu dalam satu lintasan gradasi semesta.

Mengikuti ruas jalan ini kita akan melewati pantai Lampuuk dan pantai Lhoknga, juga melewati bendungan Brayeun yang bertingkat-tingkat. Di beberapa titik tertentu kita akan mendapati kios-kios kecil yang menjual berbagai jenis makanan ringan. Di beberapa titik yang lain kita juga bisa menemukan hewan mamalia yang turun ke jalan dan mengharap mendapatkan makanan dari orang-orang yang lewat di sana.

Menemukan lokasi wisata air terjun Seuhom sangat mudah, di tepi jalan ada penunjuk arah yang dipasang oleh Dinas Pariwisata Aceh. Namun jika masih merasa kesulitan kita tidak perlu khawatir, cukup bertanya pada penduduk sekitar. Dengan senang hati mereka akan menunjukkan lokasinya pada pengunjung. Jaraknya hanya terpaut sekitar 500 meter dari ruas jalan utama Banda Aceh – Lamno.

Begitu anda memasuki areal wisata air terjun, udara dingin langsung menyergap. Di sekitarnya pohon-pohon menjulang tinggi. Dari balik ranting daun cahaya matahari menyusup memancarkan sinarnya. Hangat namun menggoda.

Dari jarak sekitar 30 meter suara gemericik air dari ketinggian mulai terdengar. Suara percikan air itu semakin kuat begitu anda sampai di lokasi tersebut. Dari ketinggian 20 meter kita bisa melihat air jatuh dengan derasnya. Bening dan dingin.

Air itu berkumpul ke kolam yang lebarnya mencapai dua kali lapangan bola, kedalamannya mencapai sekitar 10 meter. Kolam itu dikelilingi batu-batu gunung yang besar. Jika ingin mendapatkan sensasi lebih kita tinggal menceburkan diri ke dalam kolam. Lalu berpuas diri menikmati sejuknya yang menusuk hingga ke tulang. Atau bisa juga bersemedi di atas batu besar layaknya seorang pertapa. Dari atas air akan jatuh tepat ke kepala anda.

Menikmati pesona Seuhom tak hanya sampai di situ, setelah puas dengan air kita bisa menikmati pemandangan alamnya dari ketinggian gunung. Untuk sampai ke puncak kita bisa melewati anak tangga khusus yang terbuat dari semen kasar. Tingginya kira-kira sekitar 30-40 meter. Namun kita perlu berhati-hati karena tangganya hanya muat untuk satu orang. Jadi kita perlu ekstra hati-hati dan haris mau mengantri kalau mau selamat. Dari ketinggian tebing kita bisa melihat air yang keluar dari celah-belah batu. Air itu membentuk seperti muara kecil lalu mengalir ke bawah.

Air terjun ini bersumber dari mata air pegunungan yang masuk dalam kawasan hutang lindung Ulu Masen. Di kawasan itu sebenarnya terdapat tiga lokasi air terjun. Namun satu-satunya yang bisa diakses adalah air terjun Seuhom ini. Sedangkan yang lainnya berada di belantara hutan dan belum ada akses jalan.

Tak hanya berfungsi sebagai objek wisata, air terjun Seuhom juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Sekitar 200 kepala keluarga di Desa Krueng Kala mendapatkan suplai energy listrik berkat air terjun ini. Keberadaan air terjun ini juga ikut mendongkrak perekonomian masyarakatnya. Banyak warga setempat yang membuka usaha di lokasi wisata, seperti menjual makanan ringan, membuka usaha penyewaan ban atau boat bebek. Belum lagi biaya masuk ke lokasi air terjun yang dikelola oleh warga, setidaknya ada mutualisme yang saling menguntungkan.

Sebagai informasi tambahan, berkunjung ke air terjun Seuhom ini lebih asyik pas musim durian. Saat musim durian kita akan melihat banyak masyarakat setempat menjajakan duriannya kepada pengunjung. Kita tentu tak ingin melewatkan momen berkesan seperti itu; menikmati legitnya durian Lhoong sambil menikmati sejuknya air terjun. Hm…indahnya hidup.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply