Aduen Mukhlis Santuni 4.242 Anak Yatim

BUPATI Aceh Besar Mukhlis Basyah SSos secara simbolis menyerahkan santunan untuk 4.242 orang anak yatim dari 23 kecamatan di Aceh Besar yang dipusatkan di Masjid Lamkrak, Kecamatan Simpang Tiga, Rabu 23 Juli 2014.

Hadir dalam kesempatan itu, kepala SKPK terkait, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, camat se-Aceh Besar, Muspika Simpang Tiga, para perangkat gampong, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Kadissosnakertrans Kabupaten Aceh Besar, Drs Burdan ZZ melaporkan, ke-4.242 orang anak yatim tersebut berasal dari 23 kecamatan tersebut dengan total anggaran mencapai Rp 1.272.600.000.

“Anak yatim yang kita bantu berusia 16 tahun ke bawah. Setiap anak yatim memperoleh bantuan sosial sebesar Rp 300 ribu. Kita rencanakan pula, menjelang Idul Adha 1435 H mendatang, penyaluran santunan anak yatim untuk tahap berikutnya juga akan dilakukan oleh Pemkab Aceh Besar melalui Dinsosnakertrans,” jelasnya.

Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah mengemukakan, Pemkab Aceh Besar akan terus memprogramkan kegiatan mulia tersebut setiap tahunnya. Sebab, melalui penyantunan untuk yatim, sangat besar manfaat yang dirasakan oleh anak-anak yang sudah tiada lagi ayah tercinta.

 

Dalam agama Islam, katanya, anak yatim memiliki tempat istimewa. Tak kurang 23 kali Al-Qur’an menyebutnya dalam berbagai konteks. Kesemua firman Allah SWT tersebut memerintahkan kaum muslimin secara kolektif dan karib kerabat secara khusus untuk menyantuni, membela, dan melindungi anak yatim. Serta melarang dan mencela orang-orang yang menyia-nyiakan, bersikap kasar atau menzalimi mereka.

“Pemkab Aceh Besar mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap kesejahteraan sosial anak yatim, sehingga saya berharap agar bantuan ini dapat benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin,” ungkap Mukhlis Basyah.

Secara khusus, Bupati Aceh Besar memotivasi para anak yatim supaya terus-menerus menuntut ilmu, patuh pada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta memberikan pengabdian terbaiknya untuk agama, daerah, dan bangsa. Untuk itulah, ke depan diharapkan anak yatim tersebut dapat tumbuh menjadi generasi berkualitas, beriman dan bertaqwa, serta sosok yang dapat dibanggakan oleh orangtua dan masyarakatnya.

  • Uncategorized

Leave a Reply