Adi Laweueng: Bulan Bintang, Bendera Pemersatu Rakyat Aceh

BANDA ACEH – Anggota Komisi A DPRK Pidie, Suadi Sulaiman atau Adi Laweueng meminta bendera dan lambang Aceh yang ada dalam draft rancangan qanun saat ini dipertahankan.

Hal tersebut disampaikannya pada rapat koordinasi bendera dan lambang Aceh, di ruang serbaguna DPR Aceh yang dipimpin Ketua Komisi A, Adnan Beuransyah, Jumat 21 Desember 2012.

Adi berharap Komisi A DPR Aceh dan seluruh jajaran DPRK yang juga wakil rakyat, tetap pada prinsip awal yaitu bendera Aceh yang dapat menyatukan rakyat, bukan justru membuat Aceh terpecah.

Kata dia, masyarakat mulai ricuh dalam artian bertanya-tanya kenapa tidak menggunakan bendera yang sudah ada, yaitu bendera bulan bintang. Pertanyaan masyarakat ini mulai muncul sejak dipublishnya draft qanun lambang dan bendera Aceh di beberapa media.

"Dan jika disuruh memilih antara sejumlah bendera yang beredar saat ini, masyarakat pasti memilih bendera Aceh sebagai bendera bulang bintang. Bendera itulah yang akan mempersatukan rakyat Aceh," ujar dia.

Ia menambahkan, jika pemerintah pusat mengatakan bendera itu bertentangan dengan PP Nomor 77 Tahun 2007, maka Komisi A DPR Aceh harus mempertanyakan keabsahan PP tersebut.

"Karena PP itu bertentangan dengan pasal 8 Ayat 3 UU PA, sehingga PP itu cacat hukum. PP itu lahir setelah ada UUPA dan seharusnya PP itu juga mengacu pada UUPA dan jika bukan bendera itu yang disahkan maka akan timbul konflik baru di Aceh," kata dia.[bna]

  • Uncategorized

Leave a Reply