Adi Gondrong: Kamoe Meutanggong Jaweub Ateuh Peukara Nyan

LHOKSEUMAWE- Abdul Hadi lebih kenal Adi Gondrong, salah satu penumpang mobil Rubicon yang menabrak becak di Jalan Banda Aceh-Medan, Cunda, Lhokseumawe menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan lalu lintas tersebut.

Kamoe meu tanggong jaweub ateuh peukara nyan (kami bertanggung jawab atas kejadian itu). Korban dan becak akan kita tangani sebagaimana mestinya,” kata Adi Gondrong saat dihubungi The Atjeh Post lewat telpon selular, tadi pukul 15.35, Rabu, 27 Juni 2012.

Saat dihubungi, Adi Gondrong mengaku sedang dalam perjalanan dari Lhoksukon menuju Rumah Sakit PMI di Lhokseumawe untuk melihat kondisi para korban. “Tadi setelah kami antar korban ke RS PMI, saya titipkan orang kami, Khaidir pada dokter di sana. Juga saya serahkan KTP Khaidir sebagai jaminan sementara untuk pegangan pihak rumah sakit,” kata anggota Komite Peralihan Aceh yang menetap di Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe ini.

Adi Gondrong mengaku pihaknya melanjutkan perjalanan ke Lhoksukon setelah mengantar korban ke RS PMI guna memberi tahu rombongan Gubernur-Wakil Gubernur tentang kecelakaan tersebut. “Kami juga sudah lapor ke polisi yang ada dalam rombongan,” katanya.

Kronologis kejadian versi Adi Gondrong, mulanya iring-iringan mobil rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur terjebak macet di Jalan Banda Aceh-Medan kawasan Cunda tujuan ke Lhoksukon Aceh Utara.

“Karena macet, hana meuho wet lee. Roh meu wet u wie, keunong ureung becak nyan, nyee meu wet u uneun keunong trotoar. Jadi memang Rubicon yang kami tumpangi  secara tidak sengaja menabrak becak itu,” kata Adi Gondrong.

Setelah kejadian itu, kata Adi Gondrong, mobil Rubicon ditabrak dari belakang oleh mobil Innova warna hitam yang juga bagian dari rombongan. “Intinya, perkara itu kita selesaikan dengan baik. Kita tahu korban orang kurang mampu (dari sisi perekonomian), maka tentu akan kita tangani sebagaimana mestinya,” kata Adi Gondrong.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply