Ada petisi dukung bioskop Banda Aceh di change.org

PENDAPAT Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh mengenai buruknya keberadaan bioskop bagi pelaksanaan syariat islam di Aceh dinilai tidak tepat. Bioskop sebagai media untuk berkesenian dinilai menjadi sarana edukasi, khususnya di bidang cinematografi.

Menanggapi hal tersebut M Fauzan Febriansyah, salah seorang tokoh muda Aceh membuat petisi khusus di change.org. Judul petisi tersebut adalah “Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh & Pemerintah Kota Banda Aceh: Dukung Pendirian Bioskop Di Banda Aceh”.

Dalam pengantar petisinya Fauzan menuliskan tentang kekhawatiran MPU Aceh yang menilai keberadaan bioskop bisa menjadi tempat maksiat. Sehingga wacana untuk membuat kembali bioskop di Banda Aceh dilarang.

“Itulah realitas yang terjadi kini. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai bahwa hadirnya gedung bioskop di Banda Aceh atau kota-kota lain di provinsi Aceh akan membuka ruang perbuatan maksiat yang akan merusak pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” tulis Fauzan.

Fauzan juga menyinggung bahwa di Banda Aceh dulu sempat ada empat gedung bioskop. Kemudian aktifitasnya terhenti akibat konflik yang melanda Aceh. Kini, setelah Banda Aceh berhasil melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami, keinginan warga Banda Aceh untuk kembali memiliki gedung bioskop kembali mencuat.

Dalam petisinya Fauza menjabarkan jika bioskop menjadi sarang maksiat, maka bioskop di seluruh Indonesia tentu akan ditutup oleh pemerintah. Ia juga menilai anggapan seluruh film yang diputar dibioskop berkonten negatif adalah suatu kenaifan.

Padahal banyak sekali film-film bermuatan edukasi yang bisa ditonton oleh masyarakat. Dampak lain karena tidak ada bioskop salah satunya dalam petisi itu adalah tumbuh suburnya praktik pembajakan DVD. Padahal dengan adanya bioskop bisa menekan tindakan illegal tersebut, sekaligus menjadi ruang untuk mengapresiasi karya seni.

“Atau tidak ada lagi warga Banda Aceh/Aceh yang berbondong-bondong ke luar kota untuk menikmati fim-film Indonesia yang sangat inspiratif dan edukatif seperti yang terjadi beberapa bulan kemarin,” tulisnya.

M Fauzan Febriansyah, ketika dikonfirmasi ATJEHPOSTcom siang ini terkait petisi tersebut mengatakan, ia sengaja membuat petisi di change.org karena itu merupakan situs petisi internasional.

“Dan menggalang dukungan di era sekarang kan lebih cepat lewat medua online, yang bisa dipromote di sosial media kayak twitter dan facebook. Jadi nggak perlu demo di era digital seperti sekarang,” katanya, Kamis, 14 Februari 2013.

Petisi tersebut baru diposting dua jam lalu, atau sekitar pukul 12.30 wib siang tadi. Untuk melihat detil isi petisi silahkan klik di sini.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply