ACSTF: Pemerintah Aceh Masih Sulit Hadapi Tantangan

ACSTF: Pemerintah Aceh Masih Sulit Hadapi Tantangan

BANDA ACEH – Lembaga Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) menilai Pemerintah Aceh saat ini masih banyak menghadapi persoalan. Salah satunya pertumbuhan ekonomi yang sangat melambat sehingga menimbulkan banyak masalah, termasuk tingginya angka pengangguran.

“Kepemimpinan Zaini-Muzakir masih banyak menghadapi tantangan dan kesulitan sehingga banyak sumber daya mayarakat Aceh berserakan,” kata Sekjend ACSTF, Juanda Djamal, saat menjadi pembicara pada Kajian Inspiratif Portal Satu (KIPaS), di kantor redaksi portalsatu.com, Jumat, 22 Mei 2015.

Juanda meminta agar pemimpin Aceh saat ini untuk segera fokus mengembangkan ekonomi rill di tengah-tengah masyarakat. Program ini dinilai lebih penting ketimbang  menghabiskan anggaran yang besar untuk mengundang investor ke Aceh yang tak kunjung terealisasi.

“Pendekatan sosial ekonomi itu sangat penting, misalnya selama ini energi yang dihabiskan hanya untuk politik sempit itu harus segera perlu diperbaiki,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau yang akrab disapa Adi Laweung, menilai proses terhambatnya visi dan misi Pemerintah Aceh saat ini karena lebih banyak dipermainkan oleh para SKPA. Akhirnya, arah pembangunan Aceh bukanlah cerminan dari visi misi pemimpin yang terpilih, melainkan sesuai selera kepala SKPA saat ini.

“Tidak perlu saya sebutkan satu-satu, tapi semua mata bisa melihat, teman-teman juga sudah mendapatkan kasus-kasus seperti itu,” kata Adi Laweung dalam Kajian Inspiratif Portalsatu (Kipas) yang berlangsung di redaksi portalsatu.com, Jumat 22 Mei 2015.

“Seharusnya banyak hal yang harus dilakukan dengan anggaran yang cukup besar, tapi apa yang terjadi di lapangan sangat mengecewakan,” kata Adi Laweung.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber lainnya seperti Juanda Djamal, dan koordinator pusat M@PPA Azwar AG, aktivis perempuan Samsidar dan Muhammad MTA selaku mantan aktivis perdamaian Aceh, Akademisi Maimun bin Lukman. [] (mal)

Leave a Reply