Aceh Tak Masuk Sembilan Destinasi Wisata Syariah Versi Indonesia

PEMERINTAH telah menetapkan sembilan daerah destinasi wisata syariah. Kesembilan daerah itu adalah Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok, dan Makassar.

"Penetapan destinasi syariah ini penting karena pariwisata syariah tidak hanya berupa daya tarik objek wisata religi atau tempat wisata ziarah semata, tapi harus ada fasilitas pendukung seperti hotel, spa, maupun fasilitas lainnya yang memenuhi standar berdasarkan ketentuan syariah Islam," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Senin, 2 Juni 2014.

Mari mengatakan bahwa pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan menteri pariwisata negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 2013 di Banjul, Gambia. Pertemuan itu telah menggagas suatu forum yang akan membahas pengembangan wisata syariah di negara anggota OKI.

Ia menambahkan, pemerintah tengah mempersiapkan standar pelayanan dan usaha di bidang wisata syariah, termasuk penetapan destinasi wisata syariah. Penetapan ini telah mendapatkan dukungan fasilitas layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Ada beberapa sektor yang akan ditetapkan standar syariah, yaitu hotel –yang baru ditetapkan standar syariahnya, spa, dan restoran. Lalu, sektor lainnya yang akan menyusul adalah agen perjalanan.

Menurut Pew Research Center Forum on Religion and Public Life, pada 2010 ada 1,6 miliar penduduk muslim dunia atau 23,4 persen dari penduduk dunia yang mencapai 6 miliar orang. Pada 2030, jumlah ini akan meningkat menjadi 2,2 miliar atau 26,4 persen dari total penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 8,3 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk muslim sebesar 1,5 persen per tahun.

Total pengeluaran muslim dunia untuk kepentingan makanan halal dan gaya hidup pada 2012 mencapai US$1,6 triliun dan akan meningkat menjadi US$2,47 triliun pada 2018.

"Tingginya angka pengeluaran wisatawan dunia untuk produk wisata syariah merupakan peluang bagi Indonesia. Untuk ini, perlu ada upaya serius semua stakeholder dalam menggarap wisata syariah," kata Mari.

Menurut data Kementerian Pariwisata, pada 2010 jumlah wisman ke Indonesia sebanyak 7 juta wisman dan 17 persen di antaranya merupakan wisatawan muslim. Pada 2014-2015 jumlahnya diprediksi meningkat jadi 20-25 persen.

"Untuk itu, perlu upaya penyiapan paket-paket wisata syariah yang menarik di antaranya di sembilan destinasi syariah di Indonesia serta promosi yang efektif di negara yang menjadi sumber wisatawan syariah di dunia," kata dia.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply