Aceh Dambakan Pemimpin, Tak Butuh Penguasa

DALAM beberapa bulan ini media Aceh dihiasi berita politik terkait Pilkada. Juga aksi penembakan dan pengrusakan fasilatas umum. Terakhir, permberondangan yang disertai pencobaan pembakaran rumah salah satu kanddidat calon Bupati Aceh Utara yang maju dari jalur perseorang.

Dari rangkaian rentetan peristiwa tersebut mengingatkan kita pada masa konflik. Suatu masa yang telah merengut ribuan jiwa rakya Aceh dan menghacurkan sebahagian fasilitas umum yang dibangun dengan keringat/uang rakyat.

Para penguasa pun mulai mencari pembenaran diri. Juga lembaga yang dipimpinnya. Agar tidak dicap oleh rakyat sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangkaian rentetan kejadian di musim Pilkada Aceh. Tidak hanya pemerintah di daerah tapi juga pemerintah di pusat. Pembelaan diri dan lembaga sangat jelas terlihat diberbagai kesempatan dan wawancara sebagaimana diberitakan media lokal dan media nasilonal.

Itulah watak penguasa negeri ini. Mereka lebih mementingkan menyelamatkan diri dari kesalahan dari pada menyelesaikan persoalan agar tidak lagi bertambah korban. Seandainya mereka sadar, kalau mereka adalah pembantu rakyat yang digaji dari hasil negeri. Tapi sayang, mereka mengangap dirinya penguasa (Tuan) dan menganggap rakyat yang telah menggajinya adalah babu (Budak). Akhirnya, mereka pun merasa persoalan negeri ini bukan dari kesalahan/kegagalan mereka dalam menjalankan amanah rakyat.

Saya jadi teringat dan mendambakan pemimpin yang bersikap seperti Presiden Iran. Beliau mampu mengatakan dirinya sebagai babu/pembantu rakyat.  Memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai persoalan yang menyakut dengan rakyat. Sosok pemimpin, dan bukan penguasa. Mungkinkah ini hanya sekedar mimpi bagi rakyat negeri ini? Kita butuh pemimpin, bukan penguasa.

Para penguasa adalah sosok yang sibuk mencari muka. Para penguasa yang tidak mampu menyelesaikan persoalan rakyat. Para penguasa yang lupa akan tanggung jawab. Mungkin hanya itu yang bisa kita katakan untuk meluapkan kekecewaan kepada penguasa negeri ini. Mari kita berdoa supaya rakyat Aceh dan segenap rakyat Indonesia umumnya bisa memiliki pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab dalam berbagai persoalan rakyatnya.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Fisip Universitas Malikussaleh.
 

  • Uncategorized

Leave a Reply