7 Kerugian Orang yang Tak Suka Baca Buku

7 Kerugian Orang yang Tak Suka Baca Buku

Sekarang ini, kegiatan membaca yang dilakukan oleh banyak orang hanya berkisar pada membaca status di jejaring sosial, membaca pesan singkat, sms, chat, atau tweet. Kebiasaan membaca buku, artikel, atau sastra dengan rutin masih jarang dilakukan. Jika kalian termasuk orang yang tak suka membaca buku dan lebih suka membaca status di sosial media, maka kalian termasuk orang yang rugi.

Pasalnya, membaca buku bisa memberikan banyak manfaat baik untuk otak, secara psikologis, atau lainnya. Orang yang tak suka membaca akan kehilangan manfaat tersebut dan mengalami beberapa kerugian berikut ini.

Rugi Pengetahuan

Pepatah mengatakan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca. Baik itu membaca artikel, karya sastra, literatur, atau buku non-fiksi, kalian akan belajar informasi baru yang bisa berguna di masa depan.

Orang yang tak suka membaca kemungkinan akan melewatkan pengetahuan yang ada di buku-buku. Bukan berarti orang yang tak membaca berarti lebih bodoh dari mereka yang gemar membaca, namun pengetahuan yang didapatkan oleh orang yang membaca biasanya lebih banyak dan bervariasi.

Miskin Kosa Kata

Membaca tak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membantu kalian memperkaya kosakata. Ketika membaca, seseorang ‘bertemu’ dengan berbagai macam kosakata, baik dalam bidang ilmiah maupun dalam hal literatur atau sastra. Kosakata ini bisa mereka gunakan ketika akan menulis atau dalam keseharian mereka. Mereka yang suka membaca biasanya memiliki kosakata yang lebih banyak dibanding yang tak suka membaca.

Kosakata yang banyak akan membantu dalam komunikasi, percakapan, dan menambah kepercayaan diri seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain. Sebaliknya, mereka yang tak suka membaca biasanya hanya menggunakan kosakata yang itu-itu saja, stagnan, dan lama-lama menjadi membosankan.

Kemampuan Analisis Lemah

Membaca buku, terutama buku fiksi ternyata bukan hanya bisa memberikan hiburan, tetapi juga membantu meningkatkan daya analisis. Ketika seseorang membaca novel misteri, mereka akan mengembangkan kemampuan analisis berkaitan dengan kasus dalam buku yang mereka baca. Pembaca fiksi juga seringkali melakukan analisis terhadap jalan cerita, karakter, dan lainnya untuk mengetahui jika terdapat plot hole atau hal yang tak logis dalam cerita.

Mereka yang tak suka membaca akan kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan analisis mereka. Tentu kemampuan analisis bisa ditingkatkan dengan cara lain, tetapi membaca buku bisa menjadi cara yang mudah dan murah untuk membuat daya analisis kalian bertambah.

Kemampuan Konsentrasi Tak Terlatih

Di era yang serba sibuk seperti saat ini kita seringkali melakukan multitasking atau memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan. Misalkan, bisa saja seseorang tengah bekerja sambil chatting atau mengecek email. Perilaku semacam ini bisa menurunkan produktivitas dan meningkatkan stres pada tubuh.

Dengan membaca, kemampuan konsentrasi dan fokus seseorang akan terlatih dan terasa sehingga mereka bisa lebih mudah melakukan multitasking. Karen itu konon peneliti menyarankan agar membiasakan diri membaca selama beberapa menit di pagi hari untuk melatih fokus. Ini tak akan didapatkan oleh orang yang tak suka membaca.

Kemampuan Menulis Tak Berkembang

Orang yang suka membaca akan memiliki kosakata yang kaya, pengetahuan yang banyak, serta memiliki berbagai referensi mengenai tulisan yang nyaman dan enak dibaca. Dengan begitu, orang yang suka membaca cenderung memiliki kemampuan menulis yang baik. Semakin banyak mereka membaca dan memperhatikan gaya tulisan dari berbagai penulis, kemampuan menulis mereka juga akan berkembang.

Inilah yang tidak didapatkan oleh orang yang tak suka membaca. Mereka tak memiliki banyak referensi mengenai tulisan yang baik, kosakata mereka seringkali tetap dan membosankan, dan lainnya. Hasilnya, jika mereka menulis, tulisan mereka pun tidak akan berkembang dan cenderung stagnan.

Ketenangan Pikiran

Membaca buku tak hanya bermanfaat bagi otak, tetapi juga secara psikis. Membaca bisa memberikan ketenangan dan menurunkan tekanan darah. Bahkan membaca buku yang berkaitan dengan psikologi bisa membantu orang mencegah depresi pada dirinya sendiri.

Ini adalah salah satu manfaat yang dilewatkan oleh orang yang tak suka membaca. Mereka tak bisa merasakan ketenangan dari membaca buku. Padahal buku bisa membantu mereka meredakan stres, depresi, dan bahkan tekanan darah.

Risiko Penyakit Otak Tinggi

Otak, sama dengan otot lain dalam tubuh, membutuhkan olahraga dan rangsangan untuk tetap kuat dan sehat. salah satu cara untuk menjaga otak tetap sehat adalah dengan membaca. Orang yang rajin membaca diketahui memiliki risiko terkena penyakit otak, seperti Demensia atau Alzheimer, yang lebih kecil dibanding mereka yang tak suka membaca.

Ini juga salah satu kerugian orang yang tak suka membaca. Mereka melewatkan kesempatan untuk melatih otak dan menjaga kesehatan otak mereka.

Sekarang kalian sudah tahu beberapa kerugian dan manfaat yang kalian lewatkan jika tak suka membaca. Mulai saat ini biasakan diri membaca yang bermanfaat. Jangan hanya membaca status di jejaring sosial, chatting, atau lainnya. | sumber : merdeka

Leave a Reply