7 Kekerasan seksual pada anak dilakukan keluarga dekat

BALAI Syura Ureung Inong Aceh mencatat pada tahun 2011-2012 terjadi 66 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang berusia 2-18 tahun di Aceh. Tercatat juga  27 kasus incest (kekerasan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga) yang menimpa anak di dalam rumah tangga dilakukan oleh anggota keluarga dekat.

Di antara pelakunya adalah ayah kandung, paman, abang dan kakek. Untuk kekerasan yang terjadi di wilayah publik, 76,2persen pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi dalam masyarakat juga dilakukan oleh orang-orang yang dikenal baik oleh korban, seperti tetangga, guru, teman, atasan, atau aparat gampong.
 
Hal tersebut terungkap saat peluncuran catatan dua tahun terakhir kekerasan terhadap perempuan “Menjelujur Pengalaman Kekerasan Perempuan Aceh: Perjuangan Tiada Henti Meniti keadilan” yang berlangsung Rabu, 27 Maret 2013 lalu.

Dari 1.060 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi sepanjang 2011-2012 diketahui 73,6 persen di antaranya adalah kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga. Sisanya sebesar 26,3 persen merupakan kekerasan yang terjadi di dalam masyarakat. Dari kedua kategori kekerasan tersebut kekerasan seksual merupakan bentuk kekerasan dominan dan terjadi baik di publik maupun di domestik.

Ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, Nursiti, mengatakan kekerasan seksual terhadap anak merupakan sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan dan sangat tidak berperikemanusiaan.

“Karena anak adalah tanggung jawab kita bersama yang harus dilindungi keselamatan, kesejahteraan dan masa depannya. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan akan mengalami dampak berlapis dan berkepanjangan baik dari sisi kesehatan fisik dan mental, sosial dan pendidikan,” katanya.
 
Nursiti mencontohkan nasib tragis  yang dialami Diana (6 thn) yang diperkosa dan dibunuh oleh pamannya sendiri menjadi teguran keras bagi semua pihak untuk segera mengambil tindakan tegas dan upaya nyata menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
Catatan akhir tahun ini diharapkan dapat menjadi baseline (data awal) untuk penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh melalui berbagai strategi baik berupa advokasi anggaran dan program.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply