7 Kebiasaan yang Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Jakarta, Tak ada yang suka berguling-guling di kasur karena tak bisa tidur, apalagi sampai harus berjuang melawan insomnia.

Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih baik dan cepat di malam hari, asalkan aktivitas itu dilakukan secara konsisten setiap harinya.

Seperti dikutip dari Health.com, Kamis (19/4/2012), berikut ini ada 7 hal yang bisa Anda lakukan sebelum tidur untuk memastikan istirahat malam Anda lebih baik.

1. Mandi Air Panas

Menurut New York Hospital-Cornell Medical Center di White Plains, NY, secara alami suhu tubuh Anda akan menurun di malam hari, terutama dua jam sebelum tidur.

Joyce Walsleben, Ph.D., profesor di New York University School of Medicine pun merekomendasikan berendam dalam air hangat selama 20-30 menit dua jam sebelum tidur. Setelah berendam, suhu tubuh akan naik dan pendinginan yang cepat akan segera membuat Anda relaks sehingga Anda bisa tertidur lelap.

2. Pasang saklar dimmer

Pada malam hari, tubuh Anda melepaskan senyawa kimia bernama melatonin yang membuat Anda merasa ngantuk. "Melatonin adalah hormon kegelapan Anda sehingga senyawanya takkan keluar dalam keadaan lampu di sekitar Anda menyala," kata Walsleben.

Duduk dalam ruangan yang remang-remang sebelum tidur dapat menempatkan Anda dalam pola pikir yang benar untuk tidur.

3. Mengeluarkan Piyama Anda dari Lemari

Anda bisa membantu tubuh Anda untuk mengenali jam tidurnya dengan mengatur sebuah rutinitas dan mengulanginya setiap malam.

"Sebaiknya orang-orang melakukan sebuah rutinitas sebelum beranjak ke tempat tidur di malam hari untuk membantu otaknya berpindah ke mode tidur," saran Gary Zammit, Ph.D., direktur Sleep Disorders Institute di New York. "Kebiasaan seperti mengeluarkan piyama dari lemari, menyisir rambut atau menggosok gigi bisa jadi sangat kondusif bagi tubuh Anda agar bisa tertidur."

4. Menghindari Stimulan

Tak minum kopi sebelum tidur akan membantu Anda tertidur lebih cepat karena kafein adalah stimulan.

"Saya tidak suka orang-orang minum kafein menjelang malam hari jika mereka memiliki pola tidur yang buruk karena bahan ini akan ada di dalam sistem tubuh Anda dalam waktu yang lama," kata Walsleben.

Bahkan peminum kopi bebas kafein pun harus waspada: Studi Consumer Reports 2007 menemukan bahwa kopi bebas kafein yang dijual di beberapa restoran juga mengandung kafein. Salah satunya mengandung 32 mg kafein per cangkir, sama dengan 12 ons kola.

Nikotin juga merupakan stimulan; merokok untuk merelakskan tubuh sebelum tidur bisa benar-benar berakibat sebaliknya karena rokok justru menghidupkan jantung Anda dan membuat otak Anda tetap waspada, papar Walsleben.

5. Mematikan Alat Elektronik

Anda mungkin merasa rileks jika berkorespondensi dengan teman-teman sebelum tidur, namun praktiknya justru hal itu bisa membuat Anda sulit tertidur.

Layar komputer, laptop atau televisi bersifat menstimulasi, kata Walsleben, jadi cara terbaik untuk tertidur adalah menghindarinya.

"Sebelum Anda menargetkan waktu tidur, mulailah memperlambat kerja otak Anda dengan melakukan sesuatu yang menenangkan, seperti membaca di kursi yang empuk dan nyaman atau di tempat lain selain selain kasur Anda," ujarnya. "Berhentilah menonton TV dan mengecek email."

6. Memakai Kaus Kaki

Jika kaki yang dingin membuat Anda terbangun, hangatkan dengan sepasang kaus kaki yang lembut. Lapisan ekstra di bawah selimut juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di tangan dan kaki Anda sehingga membantu Anda tertidur lebih cepat.

Cara ini direkomendasikan oleh Phyllis Zee, MD, Ph.D., profesor di Northwestern University's Feinberg School of Medicine di Chicago.

7. Membatasi Makan dan Minum di Malam Hari

Makan kudapan berbumbu dalam porsi besar menjelang waktu tidur bisa membuat sistem pencernaan Anda kerja lembur sehingga bagian tubuh lainnya ikut terjaga.

Selain itu, jika Anda minum terlalu banyak cairan sebelum tidur, Anda akan terjaga semalaman untuk buang air kecil.

"Sebagian besar orang dewasa harus bangun di malam hari untuk alasan ini, namun membatasi asupan cairan sebelum tidur dapat mengatasinya," ungkap William C. Dement, MD, profesor psikiatri di Stanford University dan penulis buku The Promise of Sleep. [health.detik.com]

  • Uncategorized

Leave a Reply