4 Syarat Pemilu Impian Versi Wali Kota Banda Aceh

Semua orang ingin hadirnya sebuah perhelatan pemilu yang jujur, adil, aman, damai dan demokratis. Namun tahukah anda syarat-syarat apa saja yang harus dimiliki untuk mewujudkan impian tersebut?

"Peserta pemilu dan para politisi harus dapat menerapkan cara-cara yang elegan dan baik dalam meraih kekuasaan legislatif dengan wahana pemilu sehingga mampu menterjemahkan aspirasi rakyat sekaligus memperjuangkannya demi memajukan dan mensejahterahkan warga Banda Aceh," ujar Plh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Kamis 6 Maret 2014.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka rapat koordinasi pimpinan daerah (Rakorpimda) tingkat Kota Banda Aceh, di Aula lantai IV Gedung A, Balaikota Banda Aceh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kapolresta Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, Kajari Banda Aceh, Ketua KIP Banda Aceh dan Ketua Panwaslu Banda Aceh.

Selanjutnya, kata Illiza, semua pihak harus mampu meningkatkan partisipasi masyarakat yang terbuka, didorong dan dijamin untuk memilih sesuai dengan pilihannya tanpa paksaan dan intimidasi.

"Semua warga Kota Banda Aceh yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih namun belum terdaftar sebagai pemilih dapat segera dilaporkan kepada KIP melalui PPS dan PPK, untuk dimasukkan dalam Dafatr Pemilih Tetap Tambahan sehingga dapat memiliki hak pilih dan menggunakannya secara cerdas dan bijak," ujar Illiza.

Menurutnya penyelenggara pemilu, yakni KIP dan jajarannya harus mampu bekerja secara profesional dan independen, sungguh-sungguh, jujur, adil dan cermat. Sehingga, kata dia, proses dan hasil pemilu nantinya kredibel, dapat diterima dan dipertanggungjawabkan secara hukum.

Terakhir, Illiza mengatakan harus ada kepastian pengawasan dan penegakkan hukum atas pelanggaran pidana pemilu.

"Panwaslu, kepolisian dan Kajari yang tergabung dalam Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) memegang peran penting. Institusi Polri dan TNI dapat mengambil langkah-langkah tegas penanganan terhadap adanya perbuatan melawan hukum, tindakan-tindakan destruktif yang menganggu persatuan dan kesatuan bangsa serta mengusik rasa aman masyarakat Kota Banda Aceh," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply