300 Perempuan Terima Bantuan Perlengkapan Pembuat Kue

SEBANYAK 300 orang perempuan dalam wilayah Kota Banda Aceh menerima bantuan perlengkapan pembuat kue dari Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banda Aceh.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Kepal Bidang Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Dinsosnaker, Johansyah SH, di Balai Latihan Kerja, Lamjabat Kecamatan, Meuraxa, Selasa 26 Agustus 2014.

Sesuai keterangan dari PPTK Pendidikan dan Pelatihan Bagi Pencari Kerja Dinsosnaker Kota Banda Aceh, Abdul Manaf SE, bantuan saran kewirausahaan membuat kue tersebut diserahkan kepada pencari kerja yang pada Februari sampai April lalu telah dilatih dan diberikan ketrampilan di BLK oleh Dinsosnaker Kota.

“Jumlah mereka 300 orang adalah para pencari kerja yang terdiri dari kaum perempuan yang memiliki niat kuat untuk membuka usaha membuat kue,” kata Abdul Manaf.

Lanjutnya, ke 300 perempuan yang mayoritas IRT telah dilatih selama 4 hari untuk memberikan ketrampilan untuk bekal membuka usaha mereka.

Adapun alat-alat pembuat kue yang diserahkan tersebut adalah, Oven 1 buah, Stand Mixer 1 buah, timbangan kue 1 buah, Teflon 1 buah dan baskom stailess 2 buah.

“Jadi setiap orang mendapatkan 1 set alat pembuat kue yang terdiri dari 5 jenis barang dengan sumber anggaran dari APBK Banda Aceh” jelasnya lagi.

Sementara itu, Rosmani (39 Tahun), salah-satu penerima bantuan kepada media ini mengaku bersyukur telah mendapatkan ketrampilan dan bantuan berupa alat-alat pembuat kue tersebut. Katanya, alat-alat tersebut sangat dibutuhkannya dalam merintis usaha hari-harinya menjual kue.

“Ketika pesanan kue meningkat, tentunya alat-alat ini akan sangat membantu saya Karena alat-alat yang saya miliki dirumah sangat sederhana” kata Rosmani asal Gampong Ulee Pata, yang sehari-hari menjual kue dengan cara menitip diwarung-warung seputaran Kecamatan Jaya Baru.

Katanya lagi, bantuan ini akan menambah semangatnya dalam merintis usaha. Karena usaha membuat kua sangat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan sekolah anak-anaknya.

“Dari usaha inilah saya menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan pendidikan anak saya” aku janda beranak satu ini.

  • Uncategorized

Leave a Reply