3 Lokasi makam ini ramai dikunjungi warga Banda Aceh saat lebaran

SELAIN bersilaturahmi, banyak masyarakat Aceh yang memanfaatkan momen Idul Fitri untuk berziarah kubur. Biasanya ziarah kubur dilakukan setelah salat hari raya, namun ada juga yang melakukannya pada hari raya kedua.

Selain untuk mengenang yang telah pergi, ziarah kubur juga mengingatkan kita tentang kematian dan akhirat, sebagaimana dalam Hadits Rasulullah SAW, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah).

Selain berziarah ke makam keluarga, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, ada beberapa lokasi makam yang menjadi tujuan utama peziarah pada hari raya. Tiga lokasi itu adalah kuburan massal di Ulee Lheue, Siron dan pemakaman umum di Jeulingke.

Seperti namanya, kuburan massal Ulee Lheue Banda Aceh terletak di Jalan Iskandar Muda di kawasan Ulee Lheue yang jaraknya sekitar 15 menit dari pusat Banda Aceh. Kuburan ini berdekatan dengan SPBU Ulee Lheue dan tak jauh dari garis pantai. Ini adalah komplek kuburan massal tsunami terbesar di Banda Aceh. Diperkirakan ada sekitar 14.264 korban tsunami Aceh yang dikuburkankan di lokasi ini.

Selain saat peringatan hari tsunami di bulan Desember, kawasan ini juga ramai dikunjungi menjelang Ramadan atau di saat Idul Fitri. Areanya luas dan terbagi dua blok; kuburan dewasa dan kuburan anak-anak. Dulunya tempat ini adalah halaman Rumah Sakit Meuraxa, bahkan pengunjung masih bisa melihat sisa bangunannya yang tetap dipertahankan.

Selain di kawasan Ulee Lheue, tempat ziarah yang ramai dikunjungi lainnya adalah kuburan massal Siron, Aceh Besar. Tempat ini diyakini sebagai komplek pemakaman korban tsunami terbesar di Aceh. Konon di lokasi ini menampung sekitar 46.718 ribu jenazah dari berbagai desa di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Letaknya strategis di sisi jalan menuju ke Bandara Internasional Iskandar Muda. Sebelum sampai ke komplek, terdapat rambu sebagai penunjuk di pinggiran jalan. Areanya luas hingga mencapai dua hektar. Di sudut makam juga terdapat balai yang kerap digunakan untuk beribadah dan tempat beristirahat pengunjung. Ramai warga Banda Aceh dan Aceh Besar yang berziarah ke tempat ini. Salah satunya adalah Iin Andriani, Runner up Inong Banda Aceh 2010.

“Kalau untuk berziarah kubur, Iin lebih memilih ke pemakaman umum di Siron. Soalnya hati Iin yakin kalau ibu dan saudara-saudara lainnya dimakamkan di sana,” ujar gadis asal Surien ini kepada ATJEHPOSTcom 31 Juli 2013 lalu.

Selain kuburan massal, pemakaman umum juga ramai dikunjungi saat Idul Fitri. Salah satu pemakaman umum (TPU) yang kerap diziarahi adalah pemakaman umum Jeulingke, Banda Aceh. TPU ini letaknya bersebelahan dengan Asrama Haji Banda Aceh. Bisa dikatakan TPU ini adalah satu-satunya yang berada di pusat Kota Banda Aceh.

Merunjuk pada papan nama yang terpancang di tengah komplek, TPU ini merupakan tanah wakaf Pemerintah Aceh pada tahun 1959. Dulunya lokasi ini sempat akan dibongkar demi perluasan asrama haji Banda Aceh, namun terjadi penolakan masyarakat hingga dibatalkan.

Saat berziarah kubur juga ada adab yang patut diterapkan. Selain mengucapkan salam ketika memasuki perkuburan muslim, penziarah dianjurkan membacakan doa. Selain itu tidak diperbolehkan bercanda ketika berziarah, tidak duduk dan menginjak kuburan, dan terpenting adalah mengambil hikmah dari penziarahan tersebut. Karena sesungguhnya ziarah itu melunakkan hati, mengundang airmata dan mengingatkan pada hari kiamat.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply