13 Juni, Ketua Partai Aceh dan KPA se-Aceh Deklarasi Dukung Prabowo Hatta di Jakarta

PARA Ketua Partai Aceh dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) se-Aceh akan menggelar deklarasi mendukung pasangan capres Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa pada 13 Juni 2014. Deklarasi dukungan dilakukan di Rumah Polonia di Jakarta.

Hal itu disampaikan politisi muda Partai Aceh, Kautsar Muhammad Yus, Selasa, 10 Juni 2014.

Kautsar mengatakan, deklarasi itu sebagai bentuk komitmen Partai Aceh mendukung pencapresan Prabowo dan Hatta.

Seperti diketahui, Partai Aceh telah menjalin kerjasama dengan Gerindra sejak 2012, saat berlangsungnya pemilihan kepala daerah yang mengusung pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Saat itu, Gerindra menurunkan juru kampanye sejumlah mantan jenderal agar pasangan Zaini dan Muzakir dapat meraup suara di wilayah tengah Aceh, kawasan yang dikenal melahirkan perlawanan terhadap GAM, organisasi yang membesarkan Zaini dan Muzakir. Salah satunya, Gerindra mengirim Mayjen Sunarko, mantan Panglima Kodam Iskandar Muda.

Hasil dari kerjasama itu, pasangan ini menang dan sekarang memimpin Aceh untuk periode  2012 – hingga 2017. 

Pada pemilihan presiden 2014, Muzakir Manaf, Ketua Umum Partai Aceh yang juga wakil gubernur, telah menegaskan komitmennya bersama para Ketua Partai Aceh se-Aceh untuk mendukung Prabowo.

Sementara Zaini Abdullah yang juga gubernur menyatakan mendukung pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla. Di Partai Aceh, Zaini Abdullah adalah salah satu Tuha Peuet, lembaga sejenis Dewan Syuro atau Dewan Pengarah di partai nasional. 

Selain Zaini Abdullah, Tuha Peuet Partai Aceh Zakaria Saman menjadi Koordinator Relawan Pemenangan Jokowi – Jusuf Kalla di Aceh. Kepada ATJEHPOST.com, Zakaria Saman menegaskan keterlibatannya di tim pemenangan Jokowi – Jusuf Kalla adalah atas nama pribadi, bukan secara kepartaian.

Karena itu, Kautsar membantah dukungan Tuha Peueut itu sebagai wujud adanya perpecahan di Partai Aceh. "

"Masalah ada Tuha Peut mendukung Jokowi-JK itu hanya pilihan personal, tidak melibatkan partai secara struktur. Dan ini dihargai oleh Mualem (selaku Ketua Umum DPA Partai Aceh)," ujarnya.

Bahkan, kata Kautsar, Mualem tidak memberikan sanksi atau pemecatan terhadap kedua anggota Tuha Peut yang mendukung Jokowi-Hatta pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014. "Struktur PA (Partai Aceh) dan KPA (Komite Peralihan Aceh) sudah jelas mendukung siapa. Dari ketua sampai Pangcut (ketua tingkat gampong) akan bekerja untuk Prabowo."

Seperti diketahui, KPA adalah organisasi tempat berhimpunnya mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Organisasi ini berdiri setelah tercapainya perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM pada 15 Agustus 2005. Sementara Partai Aceh adalah partai bentukan mantan GAM untuk masuk ke jalur politik. Di beberapa kabupaten, KPA dan PA dipimpin oleh ketua yang berbeda. Namun, di tempat lain, ada juga Ketua PA yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua KPA. []

  • Uncategorized

Leave a Reply