10 Tahun Tsunami, Kota Banda Aceh Dinilai Tampil Beda

KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh T Samsuar mengatakan, Banda Aceh 10 tahun setelah bencana tsunami sudah sangat berbeda. Kini Banda Aceh sangat terasa  bersih, aman, dan tenang.

"Sekarang tidak ada rasa takut, bahkan hingga tengah malam," kata T Samsuar saat memberi pidato singkat pada acara Pameran Foto karya Anak Korban Tsunami Aceh dan Thailand yang digelar Yayasan Geutanyoe di lokasi Kapal PLTD Apung, Punge, Banda Aceh,  Kamis 25  sampai 31 Desember  2014 .

Disebutkan T Samsuar alasan bersih, aman,  dan tenang juga menjadi alasan kuat apabila pada tahun 2014 ini target pengunjung wisata ke Banda Aceh capai 500 ribu pengunjung. Jumlah ini jauh di atas kunjungan wisatawan tahun 2013 sebesar 188 ribu orang.

"Data itu memang acak yang berhasil kami kumpulkan dari  penginapan, imigrasi, dan bandara," katanya.

Untuk itu, katanya pihaknya akan terus mendukung fasilitas kepada siapapun  yang melakukan kegiatan di Banda Aceh, termasuk pelaksanaan Pameran Foto Karya Anak Korban Tsunami Aceh dan Thailand sebagai wujud kepekaanpada sejarah di Aceh.

"Kita sangat mendukung acara Pameran Foto ini, dan pemerintah Kota Banda Aceh  sudah berkomitmen untuk menyiapkan fasilitas yang ada untuk mendukung setiap kegiatan," ujarnya.

Sementara pada peringatan 10 Tsunami ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banda Aceh menargetkan pengunjung yang masuk ke Banda Aceh 6000-8000 pengunjung.

"Target itu sangat memungkinkan  dengan kondisi Aceh setelah 10 tahun musibah tsunami," ujar Teuku Samsuar.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply